Menu
Sign in
@ Contact
Search

×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Rusun yang dibangun Kementerian PUPR

Rusun yang dibangun Kementerian PUPR

2021, PUPR Selesaikan 7.075 Unit Rusun

Selasa, 4 Januari 2022 | 22:10 WIB
Imam Mudzakir (imam_koran@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) selama tahun 2021 telah menyelesaikan pembangunan 196 menara rumah susun (rusun) yang terdiri dari 7.075 unit.

Rusun ini terdiri dari pembangunan multi years contract (MYC) 2020-2021 sebanyak 109 menara yang terdiri dari 4.575 unit dan pembangunan single year contract (SYC) 2021 sebanyak 87 menara terdiri dari 2.500 unit rusun.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan, pembangunan rusun di samping untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR), mahasiswa, santri di pondok pesantren, juga untuk TNI/Polri dan Aparatur Sipil Negara (ASN).

“Kehadiran rusun Ini bukti bahwa pemerintah hadir dalam penyediaan hunian yang layak. Kami harapkan dapat meningkatkan kualitas hidup para penerima bantuan dengan memiliki rumah yang lebih layak, sehat dan nyaman,” ungkap Menteri Basuki, dalam siaran pers, Selasa (4/1/2022).

Rusun yang dibangun Kementerian PUPR
Rusun yang dibangun Kementerian PUPR

Data Direktorat Jenderal Perumahan Kementerian PUPR menyebutkan, pembangunan rusun dengan MYC 2020-2021 sebanyak 109 menara yang terdiri dari 29 menara untuk Peserta Didik Lembaga Pendidikan Keagamaan Berasrama (LPKB), 33 menara untuk peserta didik perguruan tinggi, 11 menara untuk MBR, 2 menara untuk pekerja, 27 menara untuk ASN dan 7 menara untuk TNI/Polri.

Sementara pembangunan rusun SYC TA 2021 terdiri dari 87 menara rusun dengan peruntukan 55 menara untuk peserta didik LPKB, 19 menara untuk perguruan tinggi, 6 menara untuk MBR, 4 menara untuk TNI dan 3 menara untuk ASN.

Salah satu proyek prioritas yang selesai dibangun secara SYC pada tahun 2021 adalah RSBT Politeknik Pekerjaan Umum Semarang dengan Tipe Khusus setinggi 8 Lantai sebanyak 2 menara yang terdiri atas 150 unit hunian.

RSBT Politeknik PU Semarang ini merupakan bagian dari pengembangan kawasan Politeknik PU Semarang. Diharapkan pembangunan rumah susun ini dapat dimanfaatkan secara optimal oleh mahasiswa sebagai sarana hunian selama mendapat pembelajaran.

Bantuan rumah susun untuk Peserta didik LPKB mencapai 55 menara rusun yang dibangun melalui skema SYC 2021. Salah satunya adalah rusun Ponpes Darul Fadhilah di Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat. Rusun ini dibangun dengan tipe rusun mini setinggi 2 lantai, yang terdiri dari empat barak dengan luas 33x8,2 meter.

Anggaran pembangunan rusun tersebut senilai Rp 4,5 miliar dengan kontraktor pelaksana adalah PT Fairuz Syifa Mumtaza dan Konsultan PT Bahtra Jasa Konsultan Teknik.

Adapun rusun MYC 2020-2021 yang telah diselesaikan adalah Rusun Universitas Islam Kebangsaan Indonesia (UNIKI) di Kabupaten Bireuen, Provinsi Aceh. Rusun tersebut dibangun setinggi 3 lantai bertipe 24, yang terdiri atas 43 unit dengan kapasitas 240 orang mahasiswa.

Anggaran pembangunan rusun mencapai Rp 14,5 miliar, dengan dilengkapi berbagai furniture seperti tempat tidur, lemari pakaian dan meja belajar.

Sementara untuk MBR, Ditjen Perumahan Kementerian PUPR bekerja sama dengan Kementerian Sosial dalam membangun Rusun Tunawisma Kementerian Sosial di Bekasi melalui skema SYC 2021.

Rusun ini berlokasi di Kompleks Balai Karya Pangudi di Bulak Kapal, Bekasi Timur seluas 3.880 m2. Rusun yang dibangun setinggi 5 lantai ini terdiri dari 108 unit bertipe 24 yang dapat menampung hingga 428 orang.

Selain menyelesaikan pembangunan MYC 2020-2021 dan SYC 2021, Kementerian PUPR melalui Ditjen Perumahan juga melaksanakan pembangunan 56 menara rumah susun secara MYC 2021-2022 yang terdiri atas 2.994 unit hunian. Pembangunan tersebut masih dalam proses dan akan diselesaikan pada tahun 2022.

Beberapa program prioritas dilaksanakan melalui mekanisme MYC ini, meliputi 1 menara RSBT Mahkamah Agung setinggi 12 lantai terdiri atas 69 unit hunian, serta 10 menara rumah susun di Kawasan Industri Terpadu (KIT) Batang setinggi 5 lantai dengan tipe barak yang diperuntukkan bagi pekerja.

Pembangunan rumah susun ini merupakan bagian dari Program Sejuta Rumah yang dicanangkan Presiden Joko Widodo sejak 2015. Program Sejuta Rumah ini diharapkan dapat menggerakkan perekonomian nasional di tengah Pandemi Covid-19 yang belum usai.

Sektor perumahan dipercaya mampu menjadi leading sector karena mampu menjadi multiplier effect yang menggerakkan lebih dari 174 industri terkait. Di samping itu, sektor perumahan juga mampu menyerap banyak tenaga kerja.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN