Menu
Sign in
@ Contact
Search

×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Ilustrasi bisnis. Foto: Pixabay.

Ilustrasi bisnis. Foto: Pixabay.

Mau Lepas dari Middle Income Trap? Ini Resepnya

Kamis, 6 Januari 2022 | 14:39 WIB
Arnoldus Kristianus (arnoldus.kristianus@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id - Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional menyatakan, untuk mendorong Indonesia keluar dari jebakan kelas menengah (Middle Income Trap/MIT) pada 2045 dibutuhkan pertumbuhan ekonomi sebesar 6%. Rata-rata pertumbuhan ekonomi dalam beberapa tahun terakhir pada kisaran 5%.

“Kelihatannya pola business as usual dengan rata-rata pertumbuhan ekonomi 5% tidak akan bisa digunakan. Kita harus lebih ambisius lagi untuk bisa mengejar laju pertumbuhan ekonomi rata-rata 6%,” ucap Direktur Lingkungan Hidup Kementerian PPN/Bappenas Medrilzam dalam Webinar "Transisi ke Ekonomi Hijau, What Have We Done and Ways Forward” pada Kamis (6/1).

Baca juga: BI Optimistis Ekonomi 2022 Tumbuh hingga 5,5%

Untuk mencapai negara berpendapatan tinggi (high income country) diperlukan pendapatan per kapita sebesar US$ 12.695. Medrilzam mengatakan bila pemerintah masih menjalankan pola business as usual target di tahun 2045 tidak akan tercapai. Sebab Indonesia masih akan berada di middle income trap. Tahun 2019 Indonesia memang sempat naik ke upper middle income country, tetapi kembali menurun karena terjadi pandemi Covid-19.

"Dari hasil proyeksi, bila kita masih business as usual, kelihatannya target visi 2045 yang dicanangkan Pak Presiden ini kelihatannya tidak akan tercapai karena memang dampak Covid sangat terasa," kata Medrilzam.

Dia menegaskan, Indonesia harus melakukan lompatan untuk menghindari middle income trap dan berjalan sebagai negara maju di depan. Untuk mewujudkannya perlu kolaborasi semua pihak. "Ada beberapa proyeksi terutama untuk pendapatan per kapita ini kelihatannya tidak akan mencapai target yang diinginkan di level 12.000 atau 13.000. Ini sebenarnya level dimana kita bisa lepas dari middle income trap," ucapnya.

Baca juga: Sri Mulyani: Pemulihan Ekonomi RI Masih pada Tahap Sangat Awal

Pemerintah menjalankan enam strategi transformasi ekonomi untuk mencapai visi Indonesia Emas 2045. Enam strategi transformasi ekonomi tersebut adalah pengembangan sumber daya manusia; peningkatan produktivitas ekonomi; pemindahan ibu kota negara; transformasi digital; integrasi ekonomi domestik; serta ekonomi hijau dan rendah karbon. Ekonomi hijau dan rendah karbon adalah salah satu strategi utama yang telah didapuk Presiden Joko Widodo untuk mewujudkan transformasi ekonomi jangka menengah-panjang yang dicapai melalui framework pembangunan rendah karbon.

“Saya kira ini sudah dibicarakan oleh presiden di berbagai forum. Tentunya kita harus mendorong bagaimana proses transisi ekonomi hijau dan rendah karbon dapat dilaksanakan,” ucapnya.

Editor : Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN