Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Menteri BUMN Erick Thohir. Foto: Investor Daily/Primus Dorimulu

Menteri BUMN Erick Thohir. Foto: Investor Daily/Primus Dorimulu

Potong Birokrasi, Erick Thohir Kaji Pembubaran PLN Batu Bara 

Kamis, 6 Januari 2022 | 18:23 WIB
Triyan Pangastuti (redaksi@investor.id)

JAKARTA, investor.id - Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) tengah mengkaji pembubaran anak usaha PT PLN yakni PT PLN Batu Bara dengan tujuan untuk mempersingkat rantai birokrasi yang ada di PLN.

Adapun PT PLN Batu Bara bertugas untuk menyediakan batu bara berkualitas dalam penyediaan energi listrik di Indonesia, dan untuk memastikan kualitas ketersediaan serta pembiayaan batubara untuk berbagai PLTU di Indonesia.

“Kita akan review keberadaan PT PLN Batu Bara yang merupakan anak perusahaan. Jangan sampai jadi kepanjangan lagi birokrasi yang tidak penting,” tutur Menteri BUMN Erick Thohir di Kementerian BUMN, Kamis (6/1).

Kendati begitu, ia belum memutuskan PLN Batu Bara akan dibubarkan atau justru di -merger dengan anak usaha PLN lainnya. Pasalnya keputusan ini harus melalui pembahasan secara mendalam bersama PT PLN.

Ia mencontohkan PT Energi Management Indonesia  (EMI) yang kini sudah digabungkan menjadi anak usaha PLN. Saat ini EMI ditugaskan melakukan audit terhadap program energi baru terbarukan.

Kementerian BUMN telah mengeluarkan larangan sementara (moratorium) perusahaan BUMN untuk membentuk anak usaha dan perusahaan patungan.

“Ini (PT PLN Batu Bara) salah satu yang akan kami tinjau. Apakah perusahaan (PT PLN Batu Bara) di-merger, ditutup atau apapun. Belum ambil keputusan itu, kita gak mungkin ambil keputusan mendadak. Ini lagi dipelajari, dan bukan enggak mungkin juga berapa banyak lagi anak-anak perusahaan PLN yang harus kita kurangi,” ujarnya.

Bentuk Sub Holding Optimalkan Pelayanan

Menteri BUMN Erick Thohir. Foto: Investor Daily/Primus Dorimulu
Menteri BUMN Erick Thohir. Foto: Investor Daily/Primus Dorimulu

Selain fokus untuk melakukan transformasi pada PT PLN, ia juga berencana akan membentuk subholding pelayanan dan bisnis listrik (retail) di PLN. Subholding ini berfungsi untuk memperbaiki pelayanan kepada masyarakat.

“Sub holding untuk pembangkit makanya itu kita tidak boleh ada tumpang tindih , antara pembangkit (PT PLN) dengan PT PLN Batu Bara, itu  akan jadi satu kesatuan group. Biar transmisi tetap di PLN, tetapi untuk industri dari pembangkitnya ini harus bisa lebih independen,”paparnya.

Menurut Erick, momentum transformasi pada PT PLN dapat dijadikan kesempatan  untuk menjual listrik ke negara lain, karena Indonesia memiliki sumber daya alam yang berlimpah seperti air, geothermal, angin dan wilayah yang cukup luas .  Apalagi saat ini ada banyak negara tetangga justru tidak memiliki kepastian listrik berdasarkan energi terbarukan.

“Jadi negara negara tetangga hari-hari ini mulai banyak yang kontak memerlukan tambahan listrik dari negara kita tapi listrik terbarukan,” katanya.

Dengan demikian, subholding pembangkit diyakini akan menjadi kekuatan tersendiri, tidak hanya memberikan listrik kepada PLN dan Republik Indonesia, namun juga membuka kesempatan menjadi perusahaan yang  dapat melayani negara negara tetangga terkait pasokan listrik.

“Jadi itu yang kami lakukan, insyaallah saya sudah dijadwalkan minggu depan bertemu PLN Direksi secara menyeluruh, bersama juga rencana roadmap apa yang selama tahun ini akan dikerjakan,” pungkasnya.  

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN