Menu
Sign in
@ Contact
Search
Direktur Utama PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) Djoko Priyono. Foto: Primus Dorimulu.

Direktur Utama PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) Djoko Priyono. Foto: Primus Dorimulu.

Pertamina Bangun Kilang agar RI Tidak Terus-menerus Impor BBM

Senin, 10 Jan 2022 | 12:10 WIB
Euis Rita Hartati (erita_h@investor.co.id) ,Primus Dorimulu (primus@investor.co.id)

BALIKPAPAN, investor.id – PT Kilang Pertamina Internasional (KPI), refinery and petrochemical subholding dari PT Pertamina (Persero), saat ini mengoperasikan enam unit refinery (RU) dengan kapasitas mengolah minyak mentah 1 juta barel per hari (bph). Keenam RU itu adalah RU II Dumai, RU III Plaju, RU IV Cilacap, RU V Balikpapan, RU VI Balongan, dan RU VII Kasim.

“Setelah proyek kilang Pertamina semua selesai tahun 2027, kapasitas kilang mengolah minyak menjadi sekitar 1,4 juta barel per hari dari saat ini 1 juta barel per hari. Total investasi US$ 43 miliar,” kata Direktur Utama KPI Djoko Priyono dalam acara focus group discussion (FGD) dan kunjungan pimpinan redaksi media nasional di Balikpapan, Sabtu (8/1/2022).

Dia menegaskan, setelah rampungnya proyek, maka produksi BBM meningkat dari saat ini sekitar 700 ribu bph menjadi 1,2 juta bph. Sedangkan produksi petrokimia meningkat dari 1.660 ribu tpa menjadi 8.000 ribu tpa. Nantinya, kapasitas terbesar adalah Kilang Balikpapan sebanyak 360 ribu barel per hari, sedangkan yang nomor 2 Kilang Cilacap sebesar 345 ribu bph. Saat ini, yang terbesar adalah Kilang Cilacap.

Baca juga: Investasi US$ 43 Miliar, Proyek Kilang Pertamina Rampung 2027

Advertisement

Menurut Djoko, jika Indonesia tidak membangun kilang, maka akan terus mengimpor BBM. “Kalau solar dan avtur memang sudah tidak impor sejak 2019. Tapi, kalau produk gasoline, kita masih impor 40%,” ujarnya.

Proyek Kilang Pertamina. Foto: Pertamina
Proyek Kilang Pertamina. Foto: Pertamina

Saat ini, kilang Pertamina menghasilkan BBM yang terdiri atas gasoline yang mencakup Pertamax Series, serta gasoil meliputi solar, Dexlite, dan Pertadex. Pertamina juga tengah mengembangkan Pertamax Racing RON 100 untuk MotoGP dan Formula 1 di Kilang Cilacap.

“Kami sudah berhasil memproduksi solar Euro 4, dan terakhir kami sudah bisa memproduksi solar Euro 5 di Balongan dengan kapasitas 600 ribu barel per bulan. Nanti, kami lakukan turn around di Februari 2022. Kami sudah berhasil, tapi masih harus dites dulu. Secara lab oke, lalu akan road test dulu apakah performance-nya sesuai spesifikasi internasional,” tuturnya.

Baca juga: Pertamina Serius Membangun Kilang

Seperti diberitakan, Pertamina memastikan seluruh proyek kilang yang meliputi peningkatan kapasitas produksi BBM dan integrasi petrokimia terhadap kilang existing akan rampung tahun 2026, atau paling lambat 2027. Nilai investasi proyek mencapai US$ 43 miliar, dengan 40% pendanaan berasal dari equity.

“Pada 2023 kapasitas kilang BBM kita akan bertambah, ditandai dengan onstream-nya (produksi) revamping unit pada proyek RDMP (Refinery Development Master Plan) Kilang Balikpapan pada Oktober 2023. Kalau proyek kilang seluruhnya selesai sekitar 2026. Paling lama ada di proyek Kilang Tuban, karena membangun baru refinery serta petrochemical dalam satu area,” kata Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati pada kesempatan yang sama.

Editor : Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com