Menu
Sign in
@ Contact
Search

×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian sekaligus Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC-PEN) Airlangga Hartarto

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian sekaligus Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC-PEN) Airlangga Hartarto

Anggaran PEN 2022 Bertambah Rp 37 Triliun

Minggu, 16 Januari 2022 | 22:01 WIB
Triyan Pangastuti

JAKARTA, investor.id - Pemerintah menambah pagu anggaran program pemulihan ekonomi nasional 2022 menjadi Rp 451 triliun. Anggaran ini meningkat 8,6% dari pagu PEN awal sebesar Rp 414 triliun. Penambahan anggaran juga sudah disetujui oleh Presiden Joko Widodo.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto mengatakan bahwa Anggaran PEN akan terbagi menjadi tiga bagian yaitu kesehatan, perlindungan sosial dan terkait fasilitas fiskal untuk beberapa sektor atau UMKM maupun Korporasi

"Dan yang sudah disetujui bapak presiden yang pertama terkait insentif fiskal properti atau PPN ditanggung pemerintah ini disiapkan bahwa perpanjangannya dilakukan sampai dengan Juni 2022," ujar Menko Airlangga dalam Keterangan Pers Menteri terkait Hasil Ratas Evaluasi PPKM, Minggu (16/1).

Secara rinci, dengan ketentuan PPN ditanggung pemerintah untuk rumah atau rumah susun, rumah tapak yang nilainya Rp2 miliar diberikan PPN DTP sebesar 50% dan diperhitungkan sejak awal kontrak.

"Dan diharapkan rumah itu selesai dalam 9 bulan. Kemudian 25% DPP untuk harga jual Rp2-5 miliar,"ucapnya.

Selain insentif PPN sektor properti, Airlangga menyatakan pemerintah akan melanjutkan fasilitas pajak penjualan atas barang mewah (PPnBM) untuk pembelian mobil. Berlaku untuk mobil segmen low cost green car (LCGC) dengan harga di bawah Rp 200 juta, pemerintah akan menanggung seluruh PPnBM pada kuartal I.

“Artinya 3% akan ditanggung pemerintah,” tutur Airlangga.

Sedangkan pada kuartal II, Airlangga menegaskan pemerintah akan mengurangi insentif menjadi 2% ditanggung pemerintah, pada kuartal III menjadi 1% ditanggung pemerintah, dan pada kuartal IV, tarif PPnBM akan kembali normal.

Adapun untuk kendaraan dengan harga Rp 200-250 juta dengan tarif PPnBM 15%, pemerintah akan menanggung 50% pajak sampai kuartal I, sehingga masyarakat membayar 7,5% dan pada kuartal II masyarakat sudah akan membayar secara penuh.

Selanjutnya Presiden Jokowi menyetujui untuk fund loading bansos, perluasan bantuan tunai untuk pedagang kaki lima, warung dan nelayan. Dimana jumlah peserta sebanyak 2,76 juta orang, rinciannya 1 juta adalah PKL dan pemilik warung dan 1,76 juta nelayan penduduk miskin ekstrem.

"Besaran yang diberikan sebesar Rp600.000 per penerima. Nah ini akan segera dilaksanakan dan bapak presiden setuju bahwa untuk perlindungan sosial akan dilakukan fund loading di kuartal I 2022," ujarnya.

Di sisi lain, Menko Airlangga bersama Menko Marivest Luhut Binsar Pandjaitan bahwa jika masyarakat tidak ada berkepentingan untuk perjalanan luar negeri sebaiknya diurungkan.

"Karena kita berdasarkan simulasi yang ada akan ada potensi kenaikan kasus Omicron dalam 1-2 bulan ke depan,"jelasya.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN