Menu
Sign in
@ Contact
Search

×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Zooming with Primus - Properti Siap Take Off, Live di Beritasatu TV, Kamis (20/1/2022). Sumber: BSTV

Zooming with Primus - Properti Siap Take Off, Live di Beritasatu TV, Kamis (20/1/2022). Sumber: BSTV

Pemda Tuan Tanah, Pertanahan Permasalahan Terbesar Properti

Kamis, 20 Januari 2022 | 14:53 WIB
Ester Nuky

JAKARTA, investor.id – Ketersediaan tanah, yang jumlahnya tidak bertambah dan semakin mahal masih menjadi permasalahan terbesar sektor properti. Hal ini seharusnya bisa diatasi, jika pemerintah daerah yang merupakan tuan tanah terbesar di daerah mau membantu.

Ketersediaan tanah yang murah ini yang menjadi salah satu kendala keterjangkauan harga rumah, di tengah demand masyarakat yang sebenarnya sangat besar. Sementara itu, dengan masifnya pembangunan infrastruktur transportasi yang mendukung konektivitas antarkota, terjadi pergeseran preferensi pencarian lokasi rumah, yang tidak mesti di tempat calon konsumen berdomisili atau bahkan jauh dari tempat kerja. Seperti Jakarta-Bandung yang nantinya bisa ditempuh dalam waktu sekitar 30 menit dengan rampungnya proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung, maka tinggal di Bandung dan bekerja di Jakarta tidak lagi menjadi masalah.

“Bank tanah itu harus ada, tapi tanah di pemerintah daerah, sehingga ini mesti sikron dengan kebijakan insentif PPN DTP dari pemerintah pusat, kebijakan DP bisa 0% dari BI, maupun bunga yang di bawah 10%. Dari sisi pembiayaan, demand besar, namun di perbankan menghadapi mismatch. Dana jangka pendek untuk pembiayaan jangka panjang, dalam hal ini Tapera menjadi solusi. Jadi, bisa dikatakan, masalah properti yang masih dihadapi adalah soal regulasi atau perizinan, pajak, dan pertanahan,” kata Wakil Ketua Umum DPP Real Estate Indonesia (REI) Ignesz Kemalawarta, dalam Zooming with Primus yang ditayangkan live di Beritasatu TV, Kamis 20 Januari 2022.

Diskusi bertema "Properti Siap Take Off" ini juga menghadirkan narasumber Deputi CEO 99 Group Indonesia Wasudewan dan CEO Indonesia Property Watch Ali Tranghanda. Sebagai moderator adalah Direktur Pemberitaan Beritasatu Media Holdings (BSMH) Primus Dorimulu.

Sementara itu, Ali Tranghanda memaparkan, angka backlog rumah yang merujuk data BPS sekitar 13,5 juta dihitung dengan memasukkan pula rumah yang tidak layak huni.

“Yang betul-betul menjadi kebutuhan rumah sekitar 7,3 juta hunian. Sisanya sekitar 3,5 juta masyarakat mempunyai daya beli, tapi suplainya tidak ada. Yang 3,5 juta itu mismatch pasar. Untuk menengah-atas banyak (permintaan), tapi pasokan nggak ada, misalnya di Tangerang banyak yang bisa membeli rumah Rp 500 juta, tapi nggak ada suplainya. Menengah ini yang lebih membumi, di mana saat pandemi tertahan karena daya beli menurun. Sekarang dengan ekonomi tumbuh, daya beli naik, maka mereka masuk,” paparnya.

Sedangkan Wasudewan mengatakan, rumah tapak masih pilihan pertama tahun 2022, dan masih akan mendominasi. Rumah sekarang juga untuk bekerja, sehingga beberapa developer juga memberikan akses internet cepat.

 

Editor : Esther Nuky (esther@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN