Menu
Sign in
@ Contact
Search

×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Karyawati memperlihatkan uang rupiah di salah satu bank di Jakarta. Foto ilustrasi: BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal

Karyawati memperlihatkan uang rupiah di salah satu bank di Jakarta. Foto ilustrasi: BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal

Rupiah Awal Tahun Melemah, BI Ungkap Pemicunya

Kamis, 20 Januari 2022 | 16:42 WIB
Triyan Pangastuti (redaksi@investor.id)

JAKARTA, Investor.id - Bank Indonesia (BI) memprediksi terbatasnya aliran modal asing ke dalam negeri sebagai pemicu utama pelemahan nilai tukar rupiah sepanjang Januari 2022. Meski demikian, kinerja rupiah masih lebih unggul, dibandingkan mata uang regional lainnya.

BI mencatatkan pelemahan nilai tukar rupiah terdalam terjadi pada 19 Januari 2022 mencapai 0,77% dan secara rata-rata rupiah melemah 0,01% sepanjang Januari 2022.

Baca juga: Bank Indonesia Pertahankan Bunga Rendah Tahun 2022

Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo mengatakan, pergerakan nilai tukar Rupiah tersebut dipengaruhi atas terbatasnya aliran masuk modal asing di tengah terjaganya pasokan valas domestik. Pelemahan juga dipengaruhi persepsi positif terhadap prospek perekonomian domestik.

“Memasuki awal tahun 2022, aliran masuk modal asing ke pasar keuangan domestik berlanjut tercermin dari investasi portofolio dengan net inflows terbatas sebesar 0,2 miliar dolar AS hingga 18 Januari 2022”ucapnya dalam Konferensi Pers RDG, di Jakarta, Kamis (20/1).

Meski begitu, Perry memastikan, depresiasi rupiah masih lebih baik, dibandingkan mata uang sejumlah negara berkembang lainnya. "Depresiasi Rupiah tersebut relatif lebih rendah, dibandingkan depresiasi mata uang sejumlah negara berkembang lainnya, seperti Filipina (0,98% ytd) dan Rusia (2,89% ytd)," tambahnya.

Baca juga: 2021, BI Perkirakan Ekonomi IndonesiaTumbuh 4%

Dengan demikian, dia mengatakan, BI memprediksi kinerja nilai tukar rupiah akan tetap terjaga didukung oleh kondisi fundamental ekonomi Indonesia yang baik di tengah ketidakpastian pasar keuangan global yang berlanjut.

“Bank Indonesia terus memperkuat kebijakan stabilisasi nilai tukar Rupiah sesuai dengan fundamentalnya dan bekerjanya mekanisme pasar, melalui efektivitas operasi moneter dan ketersediaan likuiditas di pasar”ucapnya.

Editor : Parluhutan (parluhutan@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN