Menu
Sign in
@ Contact
Search

×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Rak minyak goreng di ritel modern kosong diborong konsumen, Kamis (20/1/2022). Foto: Investor Daily/Gagarin

Rak minyak goreng di ritel modern kosong diborong konsumen, Kamis (20/1/2022). Foto: Investor Daily/Gagarin

Ibu-Ibu Mengeluh, Harga Minyak Goreng di Sejumlah Pasar Tradisional Masih Tinggi

Kamis, 20 Januari 2022 | 20:19 WIB
U Heri Gagarin (gagarin@investor.co.id)

TANGERANG, investor.id - Pemerintah telah menyeragamkan harga minyak goreng (migor) kemasan menjadi Rp 14.000 per liter di pasar modern anggota Aprindo. Namun, di banyak outlet produk minyak goreng tersebut kosong. Sementara itu, harga migor di sejumlah pasar tradisional masih tinggi.

Berdasarkan pantauan BeritaSatu Photo di pasar tradisional, Pasar Bengkok, Tangerang, Kamis (20/1/2022), sejumlah ibu rumah tangga yang berbelanja mengeluhkan tingginya harga minyak goreng, baik yang curah maupun berlabel.

Para pedagang juga tidak bisa berbuat apa-apa. Sastra, salah seorang pedagang sembako mengaku sebenarnya berat menjual minyak goreng dengan harga saat ini.

"Berat juga sih Mas ngasih harga segini (Rp 21.000 per liter), kasihan ibu-ibu, tapi gimana lagi. Kalau kita ikutan jual harga Rp 14.000, kita rugi dong, modalnya aja dari agen Rp 19.000," ujarnya. 

Kehabisan Stok 
Sementara itu, menyusul kebijakan penyeragaman harga minyak goreng kemasan oleh pemerintah Rp 14.000 per liter, penyesuaian harga jual sudah dilakukan para peritel modern, baik ritel besar maupun kecil.

Berdasarkan pantauan di Hypermart BSD, Tangerang Selatan, terlihat para ibu memilih-milih minyak goreng yang sudah diseragamkan harganya, Rp 14 ribu per liter. Mereka berduyun-duyun untuk memilih migor sesuai selera.

Aneka merek dipajang di sini, dengan harga tetap sama Rp 14 ribu per liter. Suasana tampak tertib, karena setiap customer dibatasi pembeliannya. "Pembeli kita batasi 2 liter per orang, per hari Mas,'' kata seorang pelayan Hypermart.

Sementara itu, berdasarkan pantauan pada Kamis (20/1/2022) siang, atau satu hari setelah kebijakan tersebut diberlakukan, tampak sejumlah supermarket kehabisan stok. Rak-rak yang memajang minyak goreng berlabel tampak kosong.

"Hari ini minyak goreng habis stoknya mas. Belum dianter lagi," kata Nani, pegawai Alfamart Graha Raya, Serpong, sambil merapikan rak yang kosong. 

Sedangkan Vina, seorang warga yang berbelanja sembako mengaku terpaksa berbecek-becek membeli migor di pasar tradisional, walau harganya masih tinggi.

"Iya Mas, kita kehabisan beli minyak goreng di Alfamart, stoknya habis gara-gara ada yang borong. Ke Indomaret juga gitu, rak-raknya juga kosong, " katanya sedikit kesal.

Hal yang berbeda terjadi di minimarket Prima Freshmart. Setelah produk minyak goreng kemasan yang ditempatkan di rak ludes dibeli pembeli, petugas menambah lagi barang dengan stok lama yang dijual dengan harga Rp 12.600 per liter. "Yang 12.000-an itu stok lama Mas, jadi harganya segitu," kata kasirnya.

Editor : Esther Nuky (esther@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN