Menu
Sign in
@ Contact
Search

×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno

Industri Homestay Dinilai Bisa Menjadi Penggerak Ekonomi Desa

Kamis, 20 Januari 2022 | 21:15 WIB
Lona Olavia

JAKARTA, investor.id Industri  rumah warga lokal yang disewakan untuk tempat menginap atau homestay dinilai bisa menjadi penggerak perekonomian di desa wisata baik desa wisata prioritas maupun non prioritas. Untuk itu, PT Sarana Multigriya Finansial (SMF) melakukan berbagai inisiatif strategis produk KPR Rumah Usaha dalam bentuk program pembiayaan homestay sejak tahun 2018 dan dalam masa inkubasi hingga sekarang. Adapun, program ini masih menggunakan dana Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL).

“Total anggaran pembiayaan homestay mencapai Rp 20 miliar dengan realisasi hingga 2021 mencapai Rp 7,74 miliar dengan total debitur 96,” jelas Direktur Keuangan dan Operasional PT Sarana Multigriya Finansial (SMF) Trisnadi Yulrisman, Kamis (20/1).

Baca juga: Presiden Jokowi: Penataan BUMN Pariwisata Jadi Keharusan

Kehadiran SMF dalam pembiayaan homestay , lanjutnya merupakan upaya pemerintah mendorong  pertumbuhan usaha sesuai dengan rencana pengembangan bisnis, membantu kelancaran arus kas usaha sesuai dengan perkembangan arus kas bisnis, membantu terhindar dari jeratan pinjaman dengan bunga tidak wajar dan mewujudkan kemandirian usaha.

“Saat kami tengah mengembangkan penyaluran pembiayaan homestay melalui mitra, seperti pihak Pemda setempat dan juga BPR,” tambah Trisnadi.

Pandemi Covid 19 sejak awal tahun 2020 telah mengakibatkan menurunnya kunjungan wisatawan mancanegara (Wisman). Hingga akhir tahun 2021 kunjungan Wisman hanya mencapai 1.58 juta orang atau turun 60,98 % dibanding tahun 2020. Wisatawan nusantara (Wisnus) pun menjadi harapan sekaligus roda penggerak pariwisata Indonesia di masa pandemi.

“Di tengah pandemi ini, terdapat secercah harapan yaitu tingginya antusiasme wisatawan nusantara yang menjadi roda penggerak geliat sektor pariwisata dan ekonomi kreatif saat ini,” ujar Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno.

Menparekraf mengungkapkan tahun 2021, Badan Pusat Statistik mencatat data pergerakan Wisnus mengalami peningkatan sebesar 12% bila dibandingkan dengan tahun 2020. Tidak hanya itu, lanjut Menparekraf, terjadi peningkatan devisa pariwisata sebesar 4% dibandingkan tahun 2020 yakni US$ 0,32 miliar menjadi US$ 0,36 miliar dan kontribusi PDB Pariwisata diperkirakan meningkat 37,4% dari persentase pada tahun 2020 sehingga mencapai angka 4,2% pada tahun 2021 lalu.

Baca juga: Holding BUMN Pariwisata Jadi Momentum Transformasi Ekosistem Pariwisata

Menurut Menparekraf, pergerakan Wisnus ini akan menjadi andalan dalam pemulihan sektor pariwisata nasional tahun 2022 dengan target 260 juta sampai 280 juta pergerakan. Diperkirakan, kontribusi sektor pariwisata terhadap PDB Nasional 2022 akan mencapai 4,3%. Sedikit lebih tinggi dari perkiraan capaian tahun 2021 yaitu sebesar 4,2%.

Menurut Menparekraf, jika dilihat sisi positifnya, pandemi justru mempercepat perubahan paradigma pembangunan pariwisata dari Quantity Tourism menjadi Quality and sustainable Tourism sebagaimana arahan Presiden pada tahun 2019.

Salah satu variabel penting dalam quality tourism adalah penyediaan infrastruktur pariwisata yang memadai. Wisatawan tentu akan membelanjakan dananya lebih besar untuk suatu destinasi yang berkualitas, baik dari segi 3A (atraksi, akses dan amenitas) maupun infrastruktur pendukungnya.

Soal target kunjugan Wisman tahun 2022 ini, Kemenparekraf/Baparekraf menargetkan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara sebanyak 1,8 juta sampai 3,6 juta dengan nilai devisa pariwisata mencapai US$ 470 juta sampai US$ 1,7 miliar.

 

Editor : Lona Olavia (olavia.lona@gmail.com)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN