Menu
Sign in
@ Contact
Search

×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Sekretaris Jenderal Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Maulana Yusran

Sekretaris Jenderal Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Maulana Yusran

Berkontribusi 70%, Pemerintah Diminta Fokus ke Industri MICE

Jumat, 21 Januari 2022 | 22:07 WIB
Aris Cahyadi (aris_cahyadi@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id – Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) meminta agar Pemerintah fokus pada industri MICE (Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition). Pasalnya, untuk segmen pasar wisatawan nusantara (Wisnus) dari perspektif hotel dan restoran, kontribusi MICE lebih tinggi dibanding leasure.

“Dari sisi segmen pasar Winus dari perspektif hotel dan restoran, pasar segmen MICE memberikan kontribusi 70%, sementara leasure, minat khusus, dan lainnya hanya 30%,” ujar Sekjen PHRI Maulana Yusron dalam diskusi virtual Tourism & Hospitality Outlook 2022, Kamis,(20/1).

Yusron mengungkapkan, era globalisasi dan semakin eksisnya Revolusi Industri 4.0 saat ini menjadikan prospek Industri MICE semakin berkembang. Selain itu, kegiatan MICE selalu melibatkan banyak sektor dan banyak pihak sehingga menimbulkan pengaruh ekonomi ganda yang menguntungkan banyak pihak.

“Industri MICE memberikan manfaat langsung kepada ekonomi masyarakat seperti percetakan, advertising, akomodasi, usaha kuliner, cinderamata, biro perjalanan wisata, transportasi, professional conference organizer (PCO), usaha kecil dan menengah (UKM), pemandu wisata dan event organizer,” ungkap dia.

Industri MICE salah satu industri yang paling terdampak oleh pandemi Covid-19. Pelaku usaha pada segment penyedia jasa pelayanan ruang rapat dan pertemuan ini terpaksa harus merasakan posisi minus selama pandemi.

Bahkan mereka banyak yang tak bisa berjalan dalam menghadapi pandemi ini karena tidak bisa lagi menyelenggarakan pertemuan bisnis, pameran, dan perjalanan insentif karena berpotensi menimbulkan kerumunan. Sumber daya manusia (SDM) yang dulu mendukung industri jasa itu juga kini banyak yang menganggur karena terhentinya aktivitas usaha.

Dampaknya tidak hanya dirasakan industri MICE namun pelaku usaha dari multi sektor sebagai pendukung kegiatan diantaranya pangan, ekonomi kreatif, transportasi, sanitasi, kesehatan hingga usaha kecil lainnya.

Sementara itu, dalam sambutannya, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahudin Uno mengatakan, pergerakan Wisnus memang menjadi andalan dalam pemulihan sektor pariwisata nasional tahun 2022 dengan target 260 juta-280 juta pergerakan. Adapun Badan Pusat Statistik mencatat data pergerakan Winus mengalami pertumbuhan sebesar 12% bila dibandingkan dengan tahun 2020.

“Dampak dari pertumbuhan itu tentunya akan memperbesar jumlah lapangan kerja pada sektor parekraf. Tahun 2022 ini kami menargetkan akan tercipta 400 ribu lapangan kerja baru yang berkualitas di sektor pariwisata. Sementara di ekonomi kreatif akan tumbuh lebih dari 600-700 ribu lapangan kerja yang ditopang oleh sektor unggulan yakni kuliner, kriya, dan fashion,” ungkap Sandiaga.

Editor : Aris Cahyadi (aris_cahyadi@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN