Menu
Sign in
@ Contact
Search

×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Peresmian kerja sama Grab, ITS, dan WRI dukungan kebijakan percepat transportasi rendah emisi. (IST)

Peresmian kerja sama Grab, ITS, dan WRI dukungan kebijakan percepat transportasi rendah emisi. (IST)

Grab, ITS, dan WRI Dukung Percepatan Transportasi Rendah Emisi   

Minggu, 23 Januari 2022 | 22:13 WIB
Abdul Muslim (abdul_muslim@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id - Konvoi bebas polusi menggunakan armada kendaraan listrik Grab Indonesia dilakukan untuk menandai kolaborasi dengan Intelligent Transport System (ITS) Indonesia dan World Resources Institute (WRI) Indonesia guna mempercepat kebijakan transportasi rendah emisi di Provinsi Bali, Minggu (23/1).

Grab, sebagai operator kendaraan listrik terbesar di Indonesia dan anggota dari ITS, akan mengoptimalisasi penggunaan armada kendaraan listriknya di Bali, khususnya untuk menyambut Presidensi G20 Indonesia. Sebagai operator, Grab dan anggota ITS akan berbagi pengalaman dalam pemanfaatan kendaraan listrik untuk mobilitas. 

Pemanfaatan kendaraan listrik sekaligus menjadi contoh bagaimana kendaraan listrik dapat menjawab isu iklim dan lingkungan, khususnya transisi ke energi bersih yang menjadi salah satu topik pembahasan penting di Presidensi G20 Indonesia. 

Sementara itu, nota Kesepahaman bertajuk ‘Kerja Sama Percepatan Kebijakan Transportasi Rendah Emisi di Provinsi Bali’ antara ITS Indonesia dan WRI Indonesia, mencakup riset dan pengembangan sumber daya terkait adopsi sistem transportasi rendah karbon serta bahasan mengenai inkubator teknologi dan transportasi berkelanjutan di Indonesia, termasuk di Provinsi Bali.

President of Grab Indonesia Ridzki Kramadibrata menuturkan, Presidensi G20 Indonesia menjadi momentum bersejarah dan Grab merasa terhormat dapat menjadi bagian dari perhelatan tersebut.

“Kami siap mendukung Indonesia untuk melakukan lompatan besar dalam pengembangan ekosistem kendaraan listrik tanah air dan memperkuat komitmen ini bersama ITS dan WRI,” ucap Ridzki, dalam pernyataannya. 

Sejak tahun 2019 hingga saat ini, Grab mengoperasikan 8.500 unit kendaraan listrik di beberapa kota dan menargetkan menjadi lebih dari 14.000 tahun ini. Kendaraan listrik pun diharapkan akan lebih terjangkau dan mudah diakses masyarakat.

Dengan armada kendaraan listriknya, Grab berupaya untuk mengurangi sekitar 4.600 ton emisi karbon yang setara penyerapan CO2 dari 200 ribu pohon dalam setahun.  Grab juga pun telah meluncurkan 20 Stasiun Penukaran Baterai Kendaraan Listrik Umum (SPBKLU) di DKI Jakarta dan tujuh SPBKLU di Provinsi Bali. 

Presiden ITS Indonesia William P Sabandar mengatakan, ITS Indonesia mendukung penuh pelaksanaan Presidensi G20 di Bali.

“Sebagai langkah konkret mendukung hal tersebut, ITS menggalang para anggotanya dan mitra untuk melaksanakan sejumlah inisiatif kolaborasi dalam rangka mendorong percepatan pengembangan ekosistem kendaraan listrik di Bali,” tutur William.

Country Director WRI Indonesia Nirarta Samadhi menambahkan, upaya mengurangi polusi udara dari sektor transportasi merupakan salah satu faktor pendorong kita beralih ke implementasi kendaraan listrik.

“Bersamaan dengan Presidensi G20 Indonesia di Bali, nota kesepahaman antara WRI Indonesia dan ITS Indonesia menunjukkan komitmen untuk melakukan riset dan diskusi serta menjalankan aksi nyata yang mendukung upaya pemerintah mengembangkan ekosistem kendaraan listrik,” ungkap Nirarta. 

Diapresiasi

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, dalam sambutannya, menyampaikan, isu-isu lingkungan butuh penanganan serius dan pemanfaatan kendaraan listrik menjadi salah bentuknya.

Upaya tersebut juga menjadi pekerjaan bersama, sehingga butuh banyak pihak yang memahami ekosistem kendaraan listrik dan pemanfaatan energi bersihnya, seperti Grab Indonesia, ITS Indonesia, dan WRI Indonesia.

“Kolaborasi antara pihak pemerintah dan swasta seperti ini harapannya bisa membangun ekosistem kendaraan listrik Indonesia dan mencapai target net zero emission pada 2060,” tutur Budi. 

Editor : Abdul Muslim (abdul_muslim@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN