Menu
Sign in
@ Contact
Search

×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com

Airlangga: Pengendalian Pandemi Kunci Pemulihan Ekonom

Selasa, 25 Januari 2022 | 12:06 WIB
Arnoldus Kristianus (arnoldus.kristianus@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, pengendalian pandemi Covid-19 yang efektif terbukti menjadi kunci bagi pemulihan ekonomi nasional. Sebab hal ini akan mendorong keyakinan dan mobilitas penduduk yang berdampak pada pemulihan ekonomi. Oleh karena itu, pemerintah terus berupaya untuk melakukan perbaikan dan peningkatan efektivitas dalam penanganan Covid-19 di Tanah Air.

“Pertumbuhan ekonomi kuartal IV-2021 diproyeksikan tumbuh antara 4,5 sampai 5%. Pertumbuhan ekonomi di tahun 2022 ditargetkan dapat tumbuh hingga 5,2%. Penanganan Covid dan pemulihan ekonomi akan menentukan pencapaian target tersebut,” ucap Airlangga dalam acara Indonesia Economic Outlook 2022 pada Selasa (25/1).

Dia menuturkan, upaya penanganan pandemi Covid-19 dengan strategi hulu ke hilir berdampak pada pengendalian kasus aktif di Indonesia. Tingkat kesembuhan pasien Covid-19 mencapai 96,4%. Namun, pemerintah dan seluruh pihak tetap bersikap waspada terhadap kenaikan kasus Covid-19 dari varian Omicron.

“Kita tetap harus waspada dengan disiplin menetapkan protokol kesehatan mengingat kenaikan kasus omicron sebagai secara global telah melanda berbagai negara di dunia,” tutur Airlangga.

Ia mengatakan, perekonomian global masih menghadapi berbagai tantangan seperti varian baru Covid-19, distribusi vaksin global yang belum merata, krisis energi, krisis dari kasus Evergrande hingga risiko capital outflow karena dampak kebijakan tapering dari bank sentral Amerika Serikat, The Fed.

“Kita perlu merespons secara fleksibel dan adaptif di tahun 2022 vaksinasi terus akselerasi dan dosis primer diharapkan selesai di kuartal II-2022 dan pemerintah juga sudah menjalankan program vaksin booster, program penguatan sejak 12 Januari 2022,” ucap Airlangga.

Pemerintah menganggarkan Rp 451,64 triliun untuk program Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) 2022. Dana tersebut akan digunakan untuk bidang kesehatan (Rp 125,97 triliun), perlindungan masyarakat (Rp 150,8 triliun), dan penguatan ekonomi sebesar (Rp 174,87 triliun).

Beberapa kegiatan akan didorong untuk dilaksanakan secara front loading di awal tahun antara lain program subsidi bunga KUR Januari-Juni 2022 sebesar 3% serta perluasan program bantuan tunai untuk warung, pedagang kaki lima, dan nelayan. Insentif fiskal berupa PPN ditanggung pemerintah untuk sektor perumahan 50% untuk rumah dengan harga di bawah Rp 2 miliar dan 20% untuk rumah harga Rp 2 miliar sampai Rp 5 miliar dan pajak penjualan atas barang mewah (PPnBM) ditanggung pemerintah untuk otomotif.

“Terutama untuk otomotif di bawah harga Rp 200 juta itu ditanggung mulai dari 3%, 2%, 1%, dan 0% setiap kuartalnya antara Rp 200 sampai Rp 250 juta itu sebesar 50% atau di kuartal pertama 7,5% dan kuartal kedua kembali pada PPN sebesar 15%,” kata Airlangga.

Pemerintah juga terus mendorong perbaikan iklim investasi dengan berbagai regulasi sehingga tentunya diharapkan dapat tercipta lapangan kerja baru. Ada 246 bidang usaha prioritas yang terbuka bagi penanaman modal dan diberikan insentif baik fiskal maupun nonfiskal.

“Kemudahan investasi tentu perlu didorong oleh pemerintah daerah dan agar pencapaian lapangan kerja dan terjadi akselerasi pemulihan ekonomi di masyarakat,” ucap Airlangga.

 

Editor : Nasori (nasori@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN