Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Dari kiri ke kanan, Menteri Perdagangan RI Muhammad Lutfi, Menteri Komunikasi dan Informatika RI JJohnny G. Plate, Ketua Penyelenggara B20 Indonesia Shinta Kamdani, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI Airlangga Hartarto, Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi, dan Menteri BUMN RI Erick Thohir saat Opening Ceremony Inception Meeting B20 Indonesia Summit 2022 di Jakarta, Kamis, 27 Januari 2022. Indonesia terpilih menjadi penyelenggara agenda forum Business of twenty atau B20 Indonesia Summit 2022 dengan tema Kemajuan Inovatif, Inklusif dan Pertumbuhan Kolaboratif. (Foto: BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal)

Dari kiri ke kanan, Menteri Perdagangan RI Muhammad Lutfi, Menteri Komunikasi dan Informatika RI JJohnny G. Plate, Ketua Penyelenggara B20 Indonesia Shinta Kamdani, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI Airlangga Hartarto, Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi, dan Menteri BUMN RI Erick Thohir saat Opening Ceremony Inception Meeting B20 Indonesia Summit 2022 di Jakarta, Kamis, 27 Januari 2022. Indonesia terpilih menjadi penyelenggara agenda forum Business of twenty atau B20 Indonesia Summit 2022 dengan tema Kemajuan Inovatif, Inklusif dan Pertumbuhan Kolaboratif. (Foto: BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal)

Di Forum B20, Kadin Usung Tiga Agenda Prioritas

Kamis, 27 Januari 2022 | 22:09 WIB
Herman (redaksi@investor.id)

JAKARTA, investor.id – Indonesia terpilih menjadi penyelenggara agenda forum Business of Twenty atau B20 Indonesia Summit 2022 dengan tema “Kemajuan Inovatif, Inklusif dan Pertumbuhan Kolaboratif”. B20 adalah sebuah forum dialog global yang terdiri atas para pebisnis dunia, khususnya pebisnis dari negara-negara G20. Dalam kegiatan ini, Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia ditunjuk sebagai penanggung jawab Presidensi B20.

Ketua Umum Kadin Indonesia Arsjad Rasjid menyampaikan, untuk memastikan keselarasan program kerja B20 terhadap G20, Kadin akan mengusung tiga prioritas utama, yakni global health, transisi energi, dan transformasi digital.

“Sebagai forum komunikasi dan konsultasi pelaku bisnis Indonesia dengan masyarakat nasional dan internasional, Kadin sangat mendorong dunia usaha untuk menggunakan forum B20 ini untuk saling berbagi informasi dan teknologi, mengembangkan solusi yang produktif dan inovatif, serta meningkatkan kerja sama, baik di tingkat sektoral maupun lintas sektoral, di tingkat regional maupun nasional dan internasional,” kata Arsjad Rasjid dalam sambutannya di acara opening ceremony Inception Meeting B20 Indonesia Summit 2022 yang disampaikan dari Istana Bogor, Kamis (27/1).

Baca juga: Jadi Pelaksana B20, Kadin: Kita Sudah Keluar dari Krisis dan Layak Jadi Pusat Investasi Dunia

Arsjad menegaskan, B20 dihadirkan tidak hanya untuk kepentingan sekelompok pemimpin bisnis global yang berpartisipasi dalam task force dan international advocacy coucus saja. Acara B20 juga bukan hanya sekedar seremonial, tetapi untuk seluruh warga dunia khususnya usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) agar dapat mengerti, ikut serta dalam perjalanan B20, serta merasakan manfaat positif dari kerja sama ini.

“Kadin mendorong seluruh anggota B20 dan masyarakat luas untuk turut serta berpartisipasi aktif, mengambil tindakan nyata dan mendorong kolaborasi dalam rangka memberikan dampak ekonomi dan sosial bagi bagi negara-negara G-20,” kata Arsjad.

Pada 2022, Kadin berencana melaksanakan side event B20 di beberapa lokasi di Indonesia. Tujuannya agar dapat membuka pintu bagi dunia untuk menjelajahi Indonesia dan memperkenalkan keanekaragaman budaya serta keindahan Indonesia.

“Besar harapan kita hal ini dapat membuka peluang investasi bagi Indonesia, mulai dari investasi di bidang kesehatan, di ibu kota baru, hingga sektor pariwisata dan ekonomi kreatif,” ujar Arsjad.

Baca juga: Kadin Libatkan UMKM dalam Forum B20

Sementara itu, Ketua B20 Indonesia Shinta Widjaja Kamdani mengungkapkan, dalam B20 Indonesia Summit 2022, ada tiga pilar yang diusung. Pertama, mendorong pemulihan ekomomi dan pertumbuhan kolaboratif. Pasalnya dunia saat ini mengalami penurunan produk domestik bruto (PDB) sebesar 7%, dan lebih dari 11,5 juta orang terjerumus ke dalam kemiskinan sejak 2020.

“Kita perlu memulihkan kembali kesehatan ekonomi dan memperbaiki arsitektur kesehatan global bersama-sama dengan memfasilitasi kerja sama lintas batas yang efektif,” kata Shinta Kamdani dalam sambutannya di acara opening ceremony Inception Meeting B20 Indonesia Summit 2022 di Fairmont Hotel, Jakarta, Kamis (27/1).

Kedua adalah mendorong ekonomi global yang inovatif. Dikatakan Shinta, Covid-19 telah mempercepat digitalisasi usaha dan kehidupan sehari-hari. Di 2021, masyarakat global telah menghabiskan waktu sebanyak lebih dari 100 miliar jam di berbagai aplikasi belanja daring. Angka ini dua kali lipat lebih lama dibandingkan 3 tahun lalu. Di sisi lain, UMKM yang menggerakkan perekonomian dunia justru masih mengalami tantangan untuk melakukan transformasi digital. “Kita harus memastikan bahwa layanan digital tersedia untuk semua orang, bukan hanya yang memiliki hak istimewa,” tegas Shinta.

Baca juga: Prospek Pertumbuhan Ekonomi 2022

Ketiga adalah menata masa depan yang inklusif dan berkelanjutan. Disampaikan Shinta, pandemi Covid-19 telah menurunkan taraf hidup masyarakat secara umum, namun dampaknya terhadap perempuan dan UMKM tidaklah proporsional. Selain itu, kita juga harus memastikan pertumbuhan yang berkelanjutan dengan melakukan transisi energi.

Sebagai informasi, B20 adalah sebuah forum dialog global yang terdiri dari para pebisnis dunia, khususnya pebisnis dari negara-negara G-20. Dalam kegiatan ini, Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia ditunjuk sebagai penanggung jawab Presidensi B20.

“Dunia perlu terus mendorong kolaborasi, inovasi dan inklusivitas seiring dengan transisi untuk keluar dari pandemi. Hal ini menjadi landasan utama tema B20 tahun ini yaitu Kemajuan Inovatif, Inklusif dan Pertumbuhan Kolaboratif. Tema ini juga selaras dengan tema G-20 yakni recover together, recover stronger,” ucap Shinta.

Editor : Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)

Sumber : BeritaSatu.com

BAGIKAN