Menu
Sign in
@ Contact
Search

×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Dari kiri ke kanan, Menteri Perdagangan RI Muhammad Lutfi, Menteri Komunikasi dan Informatika RI Johnny G. Plate, Ketua Penyelenggara B20 Indonesia Shinta Kamdani, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI Airlangga Hartarto, Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi, dan Menteri BUMN RI Erick Thohir saat Opening Ceremony Inception Meeting B20 Indonesia Summit 2022 di Jakarta, Kamis (27/1/2022).  Foto: BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal

Dari kiri ke kanan, Menteri Perdagangan RI Muhammad Lutfi, Menteri Komunikasi dan Informatika RI Johnny G. Plate, Ketua Penyelenggara B20 Indonesia Shinta Kamdani, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI Airlangga Hartarto, Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi, dan Menteri BUMN RI Erick Thohir saat Opening Ceremony Inception Meeting B20 Indonesia Summit 2022 di Jakarta, Kamis (27/1/2022). Foto: BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal

Task Force B20 Bahas Langkah Antisipasi Disrupsi Sektor Keuangan

Sabtu, 29 Januari 2022 | 00:55 WIB
Arnoldus Kristianus (arnoldus.kristianus@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.idIntegrity and Compliance Task Force Chair B20 Hariyanto Budiman mengatakan, dalam pertemuan B20 akan membahas dampak negatif dari digitalisasi terhadap sektor keuangan. Forum itu juga akan membahas upaya untuk mengatasi hal tersebut.

“Seperti kita ketahui pada saat ini terjadi sekali banyak disrupsi melalui digitalisasi. Digitalisasi ini juga menumbuhkan tantangan tersendiri,” kata Hariyanto yang juga managing director PT Bank Central Asia Tbk, dalam media briefing di Jakarta, Jumat (28/1).

Baca juga: Di Forum B20, Kadin Usung Tiga Agenda Prioritas

Menurut dia, digitalisasi membawa banyak inovasi di bidang keuangan, seperti sistem pembayaran digital dan cryptocurrency. Namun, hal ini juga disalahgunakan untuk pencucian uang (money laundering), dan pembiayaan untuk teroris. “Ini juga menjadi fokus kita, ini menjadi sangat penting apalagi bukan menggunakan cara konvensional ini menggunakan cara baru seperti cryptocurrency,” ucapnya.

Dua hal yang akan dibahas yaitu korupsi dan corporate governance. Hariyanto mengatakan untuk upaya anti korupsi pihaknya akan berkoordinasi dengan anti-corruption working group di G20 Indonesia yang saat ini dipimpin KPK. “Ini adalah diskusi yang sangat intens dengan mereka untuk alignment dengan apa yang akan dilakukan,” ucapnya.

Baca juga: Presiden Jokowi Dorong Investasi pada Ekonomi Digital Indonesia

Sedangkan untuk corporate governance akan dibahas mengenai disclosure requirements termasuk bagaimana mengatasi upaya konflik kepentingan. Dia mengatakan saat berdiskusi dengan berbagai pemangku kepentingan (stakeholders) baik di Indonesia maupun di luar Indonesia. Adapun anggota Integrity and Compliance Task Force terdiri atas 104 institusi yang berasal dari 28 negara dan memiliki 18 industri. “Bukan hanya perbankan dan institusi finansial tetapi manufacturing, education, energy dan dari power. Dengan partisipasi perempuan 39% dan pria 61%,” jelas Hariyanto.

Dia menegaskan, 7 orang yang masuk sebagai co-chair terdiri atas mereka yang berasal dari negara maju dan negara berkembang seperti Brasil, Meksiko, dan Tiongkok. Menurutnya, ini memberikan kombinasi yang baik antara negara maju dan berkembang. “Seperti yang Anda ketahui emerging market adalah bagian yang tidak terpisahkan dari G20,” ujarnya.

Editor : Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN