Menu
Sign in
@ Contact
Search
Kepala BKF Kementerian Keuangan Febrio Kacaribu. (IST)

Kepala BKF Kementerian Keuangan Febrio Kacaribu. (IST)

PMI Manufaktur Naik Jadi53,7 PertandaPemulihan Ekonomi Indonesia Makin Kuat

Rabu, 2 Februari 2022 | 19:21 WIB
Arnoldus Kristianus (arnoldus.kristianus@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id -- Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Nathan Kacaribu mengatakan, kenaikan Purchasing Managers’ Index (PMI) Manufaktur Indonesia menjadi di level 53,7 pada Januari 2022 dari 53,5 pada Desember 2021 menunjukkan arah pemulihan ekonomi nasional yang semakin kuat. Dengan peningkatan tersebut, sektor manufaktur Indonesia mengalami perbaikan selama lima bulan berturut-turut.

“Ini merupakan awalan yang baik di tahun 2022. Perkembangan industri yang ekspansif ini akan terus kami jaga dengan konsistensi dalam penanganan pandemi termasuk mitigasi varian Omicron dan program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) sehingga pemulihan bisa terus berlanjut sesuai dengan arah yang kami proyeksikan di tahun ini,” ucap Febrio dalam siaran pers yang diterima pada Rabu (2/2).

Baca Juga: BI: Tekad Bangkit dan Optimisme Kunci Pemulihan Ekonomi Nasional

Kinerja pengendalian pandemi di Indonesia akan terus dijaga sehingga mendukung kepercayaan masyarakat dan menjaga momentum pemulihan ekonomi. Sejak merebaknya varian Omicron di Indonesia pada 15 Desember 2021, kasus harian Indonesia masih relatif terkendali dibandingkan dengan negara lain. Febrio mengatakan pemerintah tetap mewaspadai kenaikan kasus Covid-19 varian omicron. Sebab, kondisi pandemi Covid-19 sangat mempengaruhi pemulihan ekonomi. Pemerintah siap melakukan langkah-langkah untuk menjaga penanganan pandemi demi keselamatan masyarakat.

“Pemerintah juga akan terus mempercepat penyaluran program PEN di mana tahun 2022 dialokasikan sekitar Rp 455,62 triliun untuk penanganan kesehatan termasuk melanjutkan vaksinasi, perlindungan masyarakat, dan penguatan pemulihan ekonomi,” tandas Febrio.

Pada 2021, realisasi sementara PEN mencapai 88,4% atau Rp 658,6 triliun secara efektif membantu penanganan pandemi dan pemulihan ekonomi. Seiring dengan relatif terkendalinya pandemi, sektor manufaktur Indonesia yang melanjutkan kondisi ekspansi ini ditopang oleh kuatnya kinerja ekspor dan membaiknya permintaan domestik.

Baca Juga: Capai 96,97%, Realisasi Penerimaan Pajak Tembus Rp 1.192,36 Triliun

Pertumbuhan output didorong oleh peningkatan permintaan dan kondisi produksi yang lebih baik, termasuk dimulainya kembali produksi untuk beberapa sektor yang sebelumnya menghadapi gangguan. Sementara kuatnya permintaan ekspor tercermin pada indeks permintaan ekspor Indonesia yang mencatatkan rekor tertinggi dalam 5 tahun terakhir.

Selain itu, permintaan dalam negeri juga terus mengalami pemulihan. Kapasitas produksi meningkat didorong oleh menguatnya permintaan, telah memberikan dampak positif kepada tingkat penyerapan tenaga kerja.

Aktivitas pembelian stok pasokan tercatat mengalami peningkatan selama lima bulan berturut-turut seiring dengan peningkatan permintaan. Hal ini juga didukung dengan perbaikan waktu pengiriman (delivery time) oleh pemasok yang pertama kalinya kembali ke level di atas 50 sejak pandemi. Perbaikan kondisi logistik dalam negeri menjadi salah satu faktor penting dalam mendorong kelancaran produksi sektor manufaktur nasional. Kenaikan indeks harga input mulai melambat dibandingkan bulan Desember 2021.

“Meskipun demikian, indeks harga input masih relatif tinggi, khususnya bahan baku dan transportasi. Harga pasokan yang masih relatif cukup tinggi ini berpotensi menahan sektor manufaktur untuk dapat berekspansi lebih jauh lagi di masa yang akan datang,” ucapnya.

Editor : Nurjoni (nurjoni@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com