Menu
Sign in
@ Contact
Search
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita.

PMI Manufaktur Indonesia Lampaui Tiongkok dan Korsel

Rabu, 2 Februari 2022 | 21:40 WIB
Novy Lumanauw (novy@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id – Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita mengapresiasi langkah-langkah konkret yang ditempuh para pelaku industri manufaktur di Tanah Air, yang tercermin pada hasil Purchasing Managers’ Index (PMI) Manufaktur Indonesia pada Januari 2022 yang berada di level 53,7 berdasarkan survei IHS Markit. Indeks di atas 50 menandakan bahwa industri manufaktur dalam tahap ekspansif.

Seperti dilansir laman Sekretariat Kabinet, capaian pada bulan pertama tahun 2022 ini naik signifikan dibanding Desember 2021 yang berada di level 53,5 dan melampaui PMI Manufaktur rata-rata negara ASEAN sebesar 52,7, Malaysia 52,8, Filipina 50,0, Korea Selatan (Korsel) 51,9, Rusia 51,8, dan Tiongkok 49,1.

“Kami sangat bersyukur dan berterima kasih kepada para pelaku industri manufaktur di Tanah Air. Kabar baik ini merupakan sinyal atau indikator bahwa pelaku industri makin optimistis terhadap kondisi ekonomi saat ini,” kata Menperin di Jakarta, Rabu (02/2/2022).

Baca Juga: PMI Manufaktur Naik Jadi 53,7 Pertanda Pemulihan Ekonomi Indonesia Makin Kuat 

Menperin menegaskan, pemerintah bertekad untuk terus menciptakan iklim usaha yang kondusif, meskipun di tengah tekanan gelombang ketiga pandemi Covid-19.

“Berbagai kebijakan strategis telah dijalankan pemerintah dalam mengakselerasi pemulihan ekonomi nasional, termasuk memberikan stimulus bagi pelaku industri agar bisa berproduksi dan berdaya saing,” paparnya.

Ia meyakini, sektor industri manufaktur tetap memainkan peranan penting bagi perekonomian nasional. “Peran penting ini dapat dilihat dari kinerja makro sektor industri manufaktur di beberapa indikator, misalnya dari realisasi investasi, capaian ekspor, dan penambahan tenaga kerja,” ungkapnya.

Dari sisi ekspor, lanjut Menperin, industri manufaktur terus memberikan kontribusi yang paling besar. Nilai ekspor industri manufaktur pada tahun 2021 sebesar US$ 177,10 miliar atau berkontribusi 76,49% dari total ekspor nasional. Capaian tersebut melampaui nilai ekspor manufaktur sepanjang tahun 2020 sebesar US$ 131 miliar dan lebih tinggi dari capaian ekspor tahun 2019 yang tercatat US$ 127,38 miliar.

Sementara itu, realisasi investasi di sektor manufaktur pada tahun 2021 tercatat sebesar Rp 325,4 triliun atau naik 19,24% dari nilai investasi tahun 2020.

Pada aspek ketenagakerjaan, sektor industri manufaktur menunjukkan pemulihan dari segi penyerapan tenaga kerja. Seiring dengan bangkitnya sektor industri pengolahan dari dampak pandemi, ada tambahan penyerapan tenaga kerja sebanyak 1,2 juta orang di tahun 2021 sehingga jumlah total tenaga kerja di sektor ini kembali meningkat ke angka 18,64 juta orang.

Menurut IHS Markit, sektor manufaktur Indonesia terus berekspansi pada tingkat solid di awal 2022. Kondisi permintaan secara umum menguat, sebagian karena catatan kenaikan pada penjualan asing yang mendukung kenaikan lebih tajam pada output manufaktur. Hal ini kemudian mendorong kenaikan aktivitas pembelian dan aspek ketenagakerjaan.

Sentimen secara keseluruhan di sektor manufaktur Indonesia bertahan positif pada bulan Januari, dengan perusahaan secara umum berharap bahwa situasi Covid -19 akan terus membaik, yang dapat memungkinkan perekonomian terus bertumbuh.


 

Editor : Nurjoni (nurjoni@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com