Menu
Sign in
@ Contact
Search
Sejumlah ASN KKP melintasi poster dukungan kementerian tersebut dalam rangka menyambut perhelatan G20 yang puncak acara Leaders Summit di Bali pada bulan Oktober mendatang.  Foto: KKP

Sejumlah ASN KKP melintasi poster dukungan kementerian tersebut dalam rangka menyambut perhelatan G20 yang puncak acara Leaders Summit di Bali pada bulan Oktober mendatang. Foto: KKP

PENANGANAN PERUBAHAN IKLIM

Ekonom Minta Presidensi G20 Dorong Negara Maju Sediakan US$ 100 Miliar

Rabu, 9 Februari 2022 | 11:48 WIB
Investor Daily (redaksi@investor.id)

JAKARTA, investor.id - Ekonom sekaligus Direktur Center of Sustainable Development Columbia University Jeffrey D Sachs meminta Presidensi G20 Tahun 2022 yang dipimpin oleh Indonesia dapat mendorong negara-negara maju menyediakan US$ 100 miliar dalam rangka penanganan perubahan iklim.

"Sekarang, kita memiliki kesempatan dengan kepemimpinan Indonesia di G20 untuk mengatakan ke negara maju bahwa kita tidak bisa mengabaikannya. Anda (negara maju) harus membantu membayarnya," kata dia dalam Mandiri Investment Forum 2022 di Jakarta, Rabu (9/2).

Sachs menyatakan, negara maju yang membawa emisi karbon ke dunia dengan berbagai inovasi teknologinya hingga menyebabkan suhu global naik.

Di sisi lain, negara-negara maju tersebut tidak bersedia memenuhi komitmennya untuk menyediakan dana sebesar US$ 100 miliar sebagai pertanggungjawaban terhadap yang telah dilakukannya kepada dunia.

Padahal, menurut Sachs, dana sebesar US$ 100 miliar hanya 1% dari pendapatan global yang masih sangat jauh dari total dana yang dibutuhkan untuk mengatasi perubahan iklim.

"Negara kaya lah yang membawa emisi ke dunia, tapi mereka tidak setuju untuk menyediakan US$ 100 miliar yang merupakan dari output dunia dan mereka belum menjawab janji mereka," tegas dia.

Oleh sebab itu, Indonesia sebagai Ketua Presidensi G20 harus mampu mendorong negara maju seperti Tiongkok, Amerika Serikat, maupun Eropa untuk segera menyediakan dana tersebut.

Ia menegaskan, kerja sama dan sinergi merupakan kunci utama dalam mengatasi isu perubahan iklim terlebih dengan mengolaborasikan masing-masing potensi yang dimiliki oleh negara-negara maju.

"Mari kita minta mereka kerja sama dengan mendanai beberapa pembangunan-pembangunan hijau. Indonesia berteman dengan semua jadi ini bukan memilih satu dari lainnya. Kita tidak bisa lari dari perubahan iklim, tapi kita bisa bersama dalam pendanaan," jelas dia.

Berdasarkan unggahan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dalam akun Instagram pribadinya @smindrawati pada Kamis (4/11/2021), disebutkan negara-negara maju gagal memenuhi janji mereka untuk mendanai US$ 100 miliar per tahun bagi negara-negara berkembang untuk menghadapi climate change baik dalam bentuk program adaptasi maupun mitigasi.


 

Editor : Nasori (nasori@investor.co.id)

Sumber : ANTARA

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com