Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Aktivitas bongkar muat di terminal peti kemas di Pelabuhan Tanjung Priok, di Jakarta. Foto ilustrasi:  BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal

Aktivitas bongkar muat di terminal peti kemas di Pelabuhan Tanjung Priok, di Jakarta. Foto ilustrasi: BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal

Gelar GDI 2022, Kemendag Harap Daya Saing Produk Lokal Meningkat

Jumat, 18 Februari 2022 | 09:47 WIB
Mashud Toarik (mashud_toarik@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id - Kementerian Perdagangan membuka peluang bagi karya-karya desain terbaik Indonesia untuk ikut serta dalam Good Design Indonesia (GDI) 2022. Untuk menarik lebih banyak peserta berbakat dan potensial, Kemendag memulai sosialisasi GDI 2022 secara hibrida, Kamis (17/2) di Bandung, Jawa Barat.

“GDI 2022 berperan mendukung usaha pemerintah mempertahankan momentum peningkatan ekspor nonmigas. Pengembangan desain berkaitan erat dengan perdagangan dan  pemulihan ekonomi nasional. Berkat desain berkualitas, suatu produk dan jasa akan memiliki nilai tambah dan nilai komersil tinggi di pasar domestik maupun internasional,” ungkap Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi.

Advertisement

Kemendag, lanjut Lutfi, akan membuka gerbang menuju pasar ekspor dan mempertemukan eksportir dengan calon buyer. “Kemendag juga siap memfasilitasi proses negosiasinya hingga mencapai kesepakatan dagang. Singkatnya, desain baik, ekspor naik!” jelas Mendag Lutfi.

Sementara itu, pada peluncuran sosialisasi GDI 2022, Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kemendag Didi Sumedi menyampaikan, di tahun keenam gelaran GDI ini, Kemendag bersama praktisi desain Indonesia terus mengkurasi produk-produk lokal bernilai tambah yang  selaras dengan tren desain dan selera pasar global.

“Melalui GDI 2022, diharapkan produk-produk lokal akan memiliki nilai lebih saat ekspor dan mampu bersaing di pasar global,” imbuh Didi. Penyelenggaraan GDI, lanjut Didi, pada esensinya merupakan upaya Kemendag untuk mengkurasi produk atau jasa bernilai tambah sesuai tren desain dan selera pasar global. Adanya nilai tambah dapat menjadi penentu bagi buyer dalam memilih barang dan jasa.

“Salah  satu  cara buyer memilih  barang  dan  jasa  yang  ditawarkan  adalah  mempertimbangkan  nilai tambah  yang  memberi  keunggulan  dan  manfaat  lebih  bagi  penggunanya. Produk dan jasa  bernilai tambah  yang  berhasil  meraih  penghargaan GDI inilah yang kemudian kami prioritaskan untuk dipromosikan kepada calon buyerdi negara-negara mitra dagang Indonesia,” ungkap Didi yang dikutip dalam keterangan resminya.

Pendaftaran GDI 2022 dibuka pada 20 Januari 2022 dan akan ditutup pada 31 Maret 2022. Terdapat 17 kategori produk pada GDI 2022 yang antara lain meliputi bidangkerajinan, aksesori, dekorasi rumah, furnitur, alas kaki, kendaraan, desain arsitektur dan konstruksi bangunan, desain aktivitas masyarakat, fasilitas  ruang  publik,  aplikasi  daring,  peralatan  rumah  tangga  dan  berkebun,serta  desain  material bangunan.

Pada  peluncuran  sosialisasi  GDI  2022 di  Bandung ini,  perwakilan  Juri  GDI  dari  Himpunan  Desainer Interior  Indonesia  (HDII) Mira  Prihatini mengatakan, rincian  kategorisasi  produk  GDI  menunjukkan Kemendag  memberi perhatian  lebih  pada  perkembangan  desain  industri  yang  pada  muaranya  bisa menjadi sumber ekonomi bagi desainer, pengusaha, perajin, dan komunitas setempat.

Sementara itu, Pemenang GDI  Best  2021 Eugenio  Hendro menjelaskan, Kemendag  secara  proaktif mempromosikan produk pemenang pada beberapa pameran di dalam dan luar negeri.

Berkolaborasi dengan PT Karya Dua Anyam,  desainer  produk  lulusan  Institut  Teknologi  Bandung ini menghasilkan karya bertajuk Jukung yang berhasil menyabet penghargaan Good Design Award (GDA) ke-63 di Jepangmelalui fasilitasi dan dukungan Kemendag.

Menurut Eugenio, Kemendag menempatkan pemenang GDI sebagai mitra pemulihan ekonomi nasional dan peningkatan ekspor nonmigas.

Berdasarkan data BadanPusat Statistik (BPS), ekspor nonmigas Indonesia tahun 2021 tercatat sebesar US$ 219,25 miliar, atau naik 41,50% dibandingkan 2020 yang senilai US$ 154,94 miliar. Sementara di awal tahun 2022, transaksi ekspor nonmigas Indonesia tercatat US$ 18,26 miliar pada Januari 2022 atau naik 26,74% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Komoditas yang mengalami peningkatan permintaan dunia adalah logam mulia dan perhiasan/permata (87,69%); bahan kimia anorganik (56,21%); alas kaki (4,14%); serta logam tidak mulia lainnya (179,72%).

Adapun tiga besar negara pengimpor produk dari Indonesia adalah Tiongkok (US$ 3,51 miliar), Amerika Serikat (US$ 2,56 miliar) dan Jepang (US$ 1,51 miliar).

Editor : Mashud Toarik (mashud_toarik@investor.co.id)

Sumber : PR

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN