Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Menteri Investasi/ Kepala BKPM Bahlil Lahadalia. Foto: Investor Daily/Primus Dorimulu

Menteri Investasi/ Kepala BKPM Bahlil Lahadalia. Foto: Investor Daily/Primus Dorimulu

Asing Respons Positif UU Cipta Kerja

Jumat, 18 Februari 2022 | 14:53 WIB
Arnoldus Kristianus (arnoldus.kristianus@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id – Realisasi investasi tahun 2021 yang mencapai 100,1% dari target merupakan dampak nyata kehadiran Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja (UU Ciptaker). Para investor asing merespons positif omnibus law itu, seperti terlihat pada masuknya sejumlah perusahaan besar kelas dunia, antara lain LG, CATL, Lotte Chemical, dan Foxconn. Dari top ten penanaman modal asing (PMA) di Indonesia 2021, terdapat wajah baru, yakni Bermuda dan Swiss.

Berdasarkan data Kementerian Investasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), LG menginvestasikan dana US$ 9,8 miliar untuk membangun industri sel baterai terintegrasi di Karawang, Jawa Barat. CATL, pemain papan atas baterai dunia, juga berencana investasi US$ 5,2 miliar di Indonesia.

Advertisement
Menteri Investasi/BKPM Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Bahlil Lahadalia (kiri atas), bersama Deputy Chief Executive Officer Beritasatu Media Holdings (BSMH) Anthony Wonsono, Direktur Pemberitaan BSMH Primus Dorimulu, dan Direktur Komersial BSMH Arga Lazuardi serta jajaran pimpinan redaksi saat diskusi secara virtual, Kamis 17 Februari 2022. Foto: Beritasatu Photo/Uthan AR
Menteri Investasi/BKPM Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Bahlil Lahadalia (kiri atas), bersama Deputy Chief Executive Officer Beritasatu Media Holdings (BSMH) Anthony Wonsono, Direktur Pemberitaan BSMH Primus Dorimulu, dan Direktur Komersial BSMH Arga Lazuardi serta jajaran pimpinan redaksi saat diskusi secara virtual, Kamis 17 Februari 2022. Foto: Beritasatu Photo/Uthan AR

Baca juga: Merger Indosat-Hutchison 3 Indonesia, Menkominfo: Langkah Konkret Pelaksanaan UU Cipta Kerja

Investasi LG melengkapi manuver Hyundai, raksasa otomotif Korea Selatan (Korsel), yang telah merealisasikan investasi US$ 1,5 miliar di Indonesia untuk membangun pabrik perakitan mobil di Cikarang, Bekasi, Jawa Barat, berkapasitas 250 ribu unit per tahun.

Di pabrik ini, Hyundai bakal memproduksi mobil pembakaran dalam jenis sport utility vehicle dan multipurpose vehicle (MPV) B dan mobil listrik Ioniq 5 tahun ini. Hyundai adalah mitra LG di proyek pabrik sel baterai Karawang. Lotte Chemical juga merealisasikan investasi US$ 4 miliar untuk membangun pabrik petrokimia di Cilegon, Banten, setelah mangkrak selama lima tahun. Investasi itu masuk dalam daftar investasi mangkrak yang berhasil difasilitasi Kementerian Investasi/ BKPM senilai Rp 558 triliun dari total Rp 708 triliun.

10 besar negara asal investasi

Terbaru, Foxconn, perusahaan elektronik kelas dunia, akan mengucurkan investasi US$ 8 miliar untuk membangun industri baterai kendaraan listrik, lalu mobil, sepeda motor, dan bus listrik, serta fasilitas pengecasan, pusat penelitian dan pengembangan, serta sarana pelatihan. Foxconn memilih Kawasan Industri Terpadu Batang, Jawa Tengah, sebagai lokasi investasi.

Sejauh ini, asing banyak masuk ke sektor yang menciptakan nilai tambah tinggi, seperti hilirisasi nikel untuk baterai kendaraan listrik (electric vehicle/EV), nickel pig iron, feronikel, dan baja nirkarat (stainless steel/SS) serta industri substitusi impor, seperti petrokimia

Ini sejalan dengan program hilirisasi pemerintah untuk mentransformasi ekonomi dari sektor primer ke industri berbasis nilai tambah dan program substitusi Kementerian Perindustrian (Kemenperin), dengan target pengurangan impor 35% pada 2022.

Aspirasi mobil listrik

Seiring dengan itu, investasi industri logam dasar, barang logam, bukan mesin dan peralatannya, yang di dalamnya termasuk pembangunan smelter nikel naik 90% menjadi Rp 117,5 trilliun pada 2021 dibandingkan 2019 sebesar Rp 61 triliun. Imbasnya, investasi sektor ini menduduki posisi puncak pada 2021 dibandingkan 2019 di posisi tiga, mengalahkan perumahan, kawasan industri, transportasi, listrik, dan pertambangan. Kementerian Investasi/BKPM menegaskan, hilirisasi nikel akan membuat Indonesia menjadi pusat produksi EV dunia. Sebab, sebesar 25% cadangan nikel dunia ada di Indonesia.

Nikel adalah bahan baku kunci baterai lithium-ion EV jenis nickel cobalt aluminium (NCA) dan nickel cobalt mangan (NCM1811). Selain nikel, Indonesia memiliki kobalt, dan mangan. Optimalisasi program hilirisasi juga akan menjadi salah satu strategi Kementerian Investasi/BKPM mengejar target investasi tahun ini Rp 1.200 triliun, naik dari 2021 sebesar Rp 901 triliun. Selain itu, realisasi investasi diharapkan terdongkrak megaproyek senilai US$ 135 miliar di Kalimantan Utara (Kaltara) selama 2022-2028.

Efek Positif

Menteri Investasi/ Kepala BKPM Bahlil Lahadalia. Foto: Investor Daily/Primus Dorimulu
Menteri Investasi/ Kepala BKPM Bahlil Lahadalia. Foto: Investor Daily/Primus Dorimulu

Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia menyataan, UU Ciptaker berdampak positif terhadap investor dalam negeri maupun asing.

Sepanjang 2021, realisasi investasi mencapai Rp 901,02 triliun, tumbuh 9% dari tahun sebelumnya. Jumlah ini mencapai 104% dari target investasi Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024 sebesar Rp 858,5 triliun dan melebihi target yang dipatok Presiden Joko Widodo Rp 900 triliun.

Bila diperinci, dia menyatakan, realisasi PMA tahun lalu mencapai Rp 450 triliun atau tumbuh 10% dari 2020, sedangkan penanaman modal dalam megeri (PMDN) mencapai Rp 447 triliun, tumbuh 8,1% dari 2020.

Baca juga: UU Cipta Kerja Dapat Fasilitasi Peningkatan Investasi dan Produktivitas

“UU Ciptaker direspons positif oleh investor global. Itu sebabnya, mereka investasi di Indonesia,” ujar Bahlil dalam audiensi dengan redaksi dan manajemen Berita Satu Media Holding secara virtual, Kamis (17/2).

Dia menuturkan, Singapura berada di peringkat pertama negara penyumbang PMA di Indonesia selama tiga tahun terakhir. Realisasi investasi Singapura pada 2019 mencapai US$ 6,5 miliar, lalu naik menjadi US$ 9,7 miliar pada 2020, dan US$ 9,3 miliar pada 2021.

Bahlil menilai, investasi ini sebenarnya tidak murni berasal dari investor Singapura. Sebab, bisa jadi Singapura adalah hub bagi beberapa negara yang berinvestasi di Indonesia.

Porsi Investasi Jawa vs luar Kawa
Porsi Investasi Jawa vs luar Kawa

Selanjutnya, dia menegaskan, Amerika Serikat (AS) berada di peringkat delapan pada 2019 dan 2020, dengan investasi masing-masing US$ 989,3 juta dan US$ 749,7 juta. Pada 2021, investasi AS meningkat pesat menjadi US$ 2,5 miliar.

“AS dalam kurun waktu empat sampai lima tahun terakhir tidak pernah ada di posisi empat, tetapi pada 2021 mampu naik ke posisi empat,” ucap Bahlil.

Dia menambahkan, investasi dari Tiongkok pada 2019 mencapai US$ 4,7 miliar, lalu pada 2020 mencapai US$ 4,8 miliar. Pada, 2019 dan 2020 Tiongkok berada di peringkat kedua. Namun, pada 2021, Tiongkok turun ke peringkat tiga dengan realisasi investasi US$ 3,1 miliar.

“Artinya, investasi di Tiongkok mulai turun digeser oleh Hongkong yang tahun lalu mencapai US$ 4,6 miliar,” ucap Bahlil.

Baca juga: Menaker: Kebijakan Pengupahan Tetap Sesuai UU Cipta Kerja

Hal menarik, kata dia, dalam 10 besar negara penyumbang PMA 2021, terdapat dua negara baru dari Eropa, yaitu Swiss dan Bermuda. Realisasi investasi Bermuda mencapai US$ 674,4 juta dan berada di posisi sembilan, sedangkan Swiss mencapai US$ 599,8 juta dan berada di peringkat 10.

“Ini juga menjadi indikator UU Ciptaker direspons positif oleh dunia,” imbuh Bahlil.

Bahlil menambahkan, lokasi investasi terbesar kini berada di luar Jawa. Hal ini terjadi sejak kuartal III-2020 dan trennya terus membesar. Pada 2021, sebesar 51% investasi berada di luar Jawa, naik dari 2020 sebesar 50,5%.

“Ini menunjukkan pembangunan infrastruktur masif pemerintah mampu mendorong pemerataan ekonomi dan investasi,” kata dia.

Hilirisasi dan Mobil Listrik

Menteri Investasi/ Kepala BKPM Bahlil Lahadalia. Foto: Investor Daily/Primus Dorimulu
Menteri Investasi/ Kepala BKPM Bahlil Lahadalia. Foto: Investor Daily/Primus Dorimulu

Bahlil menegaskan, Kementerian Investasi/ Badan Koordinasi Penanaman Modal akan mengoptimalkan program hilirisasi untuk mencapai target investasi Rp 1.200 triliun tahun ini. Sebab, hilirisasi akan meningkatkan nilai tambah dan berdampak positif terhadap neraca perdagangan nasional. Bahlil mengatakan, salah satu upaya menggeber hilirisasi adalah menghentikan ekspor bijih nikel.

Hal ini membuat defisit perdagangan dengan Tiongkok berkurang. Pada 2018, defisit neraca perdagangan Indonesia dengan Tiongkok mencapai US$ 16 miliar. Namun, setelah ada pelarangan ekspor bijih nikel, defisit berkurang menjadi hanya US$ 2 miliar.

“Kita ‘hajar’ mereka dengan ekspor baja nirkarat, yang bahan bakunya dari nikel. Artinya, kita mampu melakukan hilirisasi dengan menyetop ekspor bijih nikel dan melakukan penetrasi pasar ke Tiongkok, Eropa, AS. Ini yang membuat neraca dagang kita luar biasa baik,” ucap Bahlil.

Hilirisasi nikel, kata da, akan dilakukan hingga menjadi sel baterai (cell battery) mobil listrik. Sebab, Indonesia ingin menjadi negara produsen baterai EV terbesar di dunia, yang terintegrasi dari hulu ke hilir. Integrasi ini dimulai dari tambang, smelter, prekursor, katoda, sel baterai, sampai mobil listrik. Pada Mei 2022, Indonesia akan melakukan produksi mobil listrik.

“Selain itu, sudah dilakukan groundbreaking pabrik sel batetai LG tahap pertama berkapasitas 10 GwH di Karawang. Total investasi LG mencapai Rp 142 triliun,” ucap Bahlil.

Baca juga: Pascaputusan MK soal UU Cipta Kerja, Erick: INA Tetap Jalan dan Sah

Tahun ini, dia menuturkan, pemerintah akan menghentikan ekpsor bauksit. Sebab, bila bauksit dikembangkan menjadi alumina dan aluminium, nilai tambahnya mencapai 20-30 kali lipat. Pelarangan ekspor bauksit ini rencananya dilakukan kuartal I-2022.

“Kalau ini mampu kita lakukan, para investor akan masuk Indonesia untuk membangun industri hilirisasi bauksit,” ucap Bahlil.

Bahlil menuturkan, saat ini, Negara -negara di Eropa mulai meninggalkan energi fosil dan memakai energy terbarukan. Pada 2030, sekitar 70% masyarakat di Eropa diprediksi memakai mobil listrik. Namun, mereka belum memiliki cadangan bahan baku untuk membangun baterai mobil. Pada titik ini, ada peluang bagi Indonesia.

“Sebesar 40% komponen mobil listrik merupaka baterai. Adapun bahan baku baterai adalah kobalt, mangan lithium, dan nikel yang kita punya semua. Yang kita tidak punya hanya lithium. Patut dicatat, sebesar 24% cadangan nikel dunia ada di Indonesia,” ucap Bahlil.

Peran OSS

Akselerasi investasi

Dia menambahkan, Kementerian Investasi/ BKPM telah membentuk tim ad hoc yang akan melakukan pendampingan kepada investor untuk memacu investasi. Tim ini akan menangani 700-1.000 perusahaan yang potensial. Pemerintah juga akan memberikan pendampingan kepada investor yang akan mengurus perizinan.

“Kami akan mengurus izinnya lewat OSS (Online Single Submission) yang sudah terintegrasi. Sekarang, OSS sudah mencapai 96-97%, tinggal 3% terkait PB UMKU (Perizinan Berusaha Untuk Menunjang Kegiatan Usaha),” ucap Bahlil.

Pemerintah, kata dia, juga terus mendorong usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) agar bisa menjadi usaha formal. Sebab, UMKM berperan hingga 60% terhadap perekonomian domestik. Dalam kondisi pandemic Covid-19, UMKM menjadi sektor yang terdampak sangat dalam.

“Lapangan pekerjaan dari UMKM 120 juta, sehingga kolaborasi mendorong UMKM naik kelas ini bagian terpenting untuk mendorong pencapaian target Rp 1.200 triliun,” ucap Bahlil.

Baca juga: Pemerintah Minta DPR Masukkan Revisi UU Cipta Kerja dalam Prolegnas 2022

Dia memastikan, proses perizinan UMKM sudah tidak ada masalah. Hingga kini, Kementerian Investasi/ BKPM telah menerbitkan 800 ribu nomor induk berusaha (NIB) untuk kalangan UMKM. Dengan NIB, UMKM sudah dapat menjalankan usaha.

Dia mengakui, masih ada tantangan untuk OSS perusahaan besar. Sebab, ini melibatkan pemerintah daerah (pemda) dalam konteks penerbitan peraturan daerah.

“Kami terus berkoordinasi dengan sejumlah menteri, seperti Kementerian Keuangan, Kementerian PUPR, dan Kementerian Dalam Negeri untuk mengatasi masalah ini,” kata dia.

Menteri Investasi/ Kepala BKPM Bahlil Lahadalia. Foto: Investor Daily/Primus Dorimulu
Menteri Investasi/ Kepala BKPM Bahlil Lahadalia. Foto: Investor Daily/Primus Dorimulu

Sebelumnya, kalangan pelaku usaha menilai proses pengurusan perizinan investasi di Indonesia masih membutuhkan waktu lama, khususnya bagi perusahaan besar. Meski UU Ciptaker sudah diberlakukan 15 bulan dan penyelenggaraan perizinan berusaha berbasis risiko melalui sistem OSS Risk Based Approach (RBA) sejak 9 Agustus 2021, masih banyak ditemui masalah di lapangan dalam pengurusan perizinan investasi.

Contohnya, sinkronisasi aturan pemerintah pusat dan daerah. Saat ini, belum semua daerah terintegrasi secara online dengan OSS Berbasis Risiko di pusat.

Selain itu, ada masalah koordinasi antarkementerian/lembaga. Karena itu, langkah-langkah perbaikan perlu segera dilakukan agar pengurusan perizinan semakin mudah dan cepat. Hingga kini, pemerintah telah menerbitkan 51 peraturan pelaksana UU Ciptaker yang terdiri atas 47 Peraturan Pemerintah (PP) dan empat Peraturan Presiden (Perpres), sebagai upaya untuk mendatangkan investasi melalui penyederhanaan perizinan dan birokrasi.

Baca juga: Airlangga: UU Cipta Kerja Tetap Operasional di Semua Sektor

Peraturan pelaksana UU Ciptaker yang terkait langsung dengan perizinan berusaha adalah PP Nomor 5 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Perizinan Berusaha Berbasis Risiko, PP Nomor 6 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Perizinan Berusaha di Daerah, PP Nomor 7 Tahun 2021 tentang Kemudahan, Perlindungan, dan Pemberdayaan Koperasi dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah, dan Perpres Nomor 10 Tahun 2021 tentang Bidang Usaha Penanaman Modal. Koordinator Wakil Ketua Umum III Bidang Maritim, Investasi, dan Luar Negeri Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Shinta Widjaja Kamdani menjelaskan, perubahan atau manfaat yang telah dirasakan oleh perlaku usaha setelah diberlakukannya UU Ciptaker selama hampir 15 bulan adalah kemudahan izin usaha. Hal ini khususnya untuk UMKM, karena ada pengecualian perizinan.

Selain itu, dia menuturkan, izin lahan dan operasi usaha menjadi jauh lebih bisa dipredksi dari segi waktu dan biaya.

“Kami juga melihat inbound FDI (foreign direct investment) lebih terdiversifikasi di berbagai sektor di Indonesia, sehingga ada variasi kerja sama dengan pelaku asing, karena keterbukaan akses investasi melalui PP 10/2021 yang merupakan turunan UU Ciptaker,” jelas dia, belum lama ini.

Namun, Shinta menilai, ada masalah gap implementasi dan fasilitasi di lapangan, khususnya terkait adaptasi dan penerapan perizinan berbasis risiko oleh pemda. Selain itu, layanan OSS di daerah tidak seragam atau sesuai standar UU Ciptaker. Hal ini menjadi hambatan investasi.

Oleh karena itu, Kadin berharap pemerintah pusat bisa memberikan dukungan dan insentif serta mendisiplinkan pemda yang menghambat atau tidak konsisten melaksanakan UU Ciptaker sesuai ketentuan yang berlaku.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN