Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Gubernur BI, Perry Warjiyo

Gubernur BI, Perry Warjiyo

G20 Bahas Normalisasi The Fed, Apa Hasilnya?

Sabtu, 19 Februari 2022 | 10:51 WIB
Triyan Pangastuti (redaksi@investor.id)

JAKARTA, investor.id – Pertemuan Menteri Keuangan (Menkeu) dan Gubernur Bank Sentral G20 (Finance Ministers and Central Bank Governors/FMCBG) Presidensi G20 Indonesia  membahas seputar rencana normalisasi kebijakan yang dijalankan Bank Sentral AS, The Fed. Apa hasilnya?

Menurut Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo, dalam pertemuan itu, para peserta sepakat bahwa kesiapan sistem moneter internasional untuk mengantisipasi dampak normalisasi kebijakan di negara-negara maju perlu diperkuat, khususnya yang berkaitan dengan normalisasi kebijakan moneter.

Advertisement

"Pemulihan perekonomian global terus berlanjut, meskipun dalam jangka pendek harus dihadapkan pada sejumlah permasalahan," kata Perry dalam konferensi pers FMCBG di Jakarta, Jumat (18/2) malam.

Gubernur BI mengakui, dalam agenda finance track pada Kamis dan Jumat (17-18/2),  rencana normalisasi kebijakan  The Fed menjadi salah satu  topik  pembahasan  yang paling  mendapat perhatian peserta.  

Perry Warjiyo mengungkapkan, para peserta menyoroti normalisasi kebijakan di sejumlah negara maju, baik di sisi fiskal maupun moneter, termasuk rencana kenaikan Fed funds rate (FFR). Juga ada risiko yang berkaitan dengan gangguan mata rantai suplai global. "Selain itu ada masalah-masalah tensi geopolitik internasional," tutur dia.

Di sisi arsitektur keuangan, kata Gubernur BI, G20 telah sepakat bahwa normalisasi kebijakan harus dilakukan secara terukur, terencana, dan dikomunikasikan dengan baik. Hal ini sangat penting guna mendukung stabilitas makro ekonomi dan keuangan global.

"G20 berkomitmen untuk menerapkan kebijakan normalisasinya yang dikalibrasi secara baik, diperhitungkan secara baik, direncanakan secara baik, dan juga dikomunikasikan dengan baik," tegas dia.

Dengan demikian, menurut Perry Warjiyo, normalisasi kebijakan yang dilakukan negara-negara maju dapat berdampak minimal terhadap kondisi pasar uang, terutama di negara-negara berkembang.

“Ini sangat penting agar pemulihan ekonomi global bisa kembali ke pola atau tren pertumbuhan ekonomi jangka panjang,” ucap dia.

Dia menambahkan, G20 juga berkomitmen mengatasi 'dampak luka memar' (scarring effect) terhadap kondisi sektor riil.

 

 

Editor : Abdul Aziz (abdul_aziz@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN