Menu
Sign in
@ Contact
Search

×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Foodstory Group. (ist)

Foodstory Group. (ist)

Foodstory Group akan Investasi di 15 Merek F&B Potensial

Senin, 21 Februari 2022 | 18:00 WIB
Harso Kurniawan (harso@investor.co.id)

JAKARTA, Investor.id - Kinerja sektor kuliner (makanan dan minuman) alias food & berverages (F&B) masih mampu tumbuh di tengah melemahnya daya beli masyarakat selama pandemi Covid-19. Hal ini memberikan kesempatan bagi Foodstory Group untuk menjadi rumah bagi para pelaku bisnis F&B melalui dukungan modal dan sumber daya yang disediakan. Tahun ini, Foodstory Group menargetkan investasi di 15 merek F&B potensial.

Dukungan ini diberikan untuk mendorong peningkatan skala bisnis dari para pelaku bisnis F&B yang telah dan akan bergabung dalam ekosistem Foodstory Group. Meski baru berdiri satu tahun sejak Januari 2021, Foodstory Group sebagai perusahaan startup direct-to-consumer (D2C) yang berfokus pada sektor F&B telah memiliki lima merek portfolio, seperti Lahab Chicken (Arabian Fried Chicken), Chicken Pao (Asian Chicken Rice Bowl), Bowlgogi (Korean Beef Bowl), Rames Kita (Indonesian dish), merek hasil kolaborasi perusahaan ini dengan Jessica Milla dan Enzy Storia, serta Gaaram yang terkenal dengan Ayam Batubara.

Dari prospek F&B di Indonesia yang masih terus berkembang pesat, Dennish Tjandra, co-founder dan CEO Foodstory Group melihat masih banyak tantangan yang dihadapi oleh para pelaku usaha, baik yang baru memulai bisnis ataupun yang telah berjalan. Contohnya, akses terhadap modal dan sumber daya. Kondisi ini sering kali menghambat, bahkan membuat bisnis yang tadinya berpotensi terpaksa tutup.

"Kami berkomitmen memberikan solusi bagi para pelaku usaha F&B agar mereka dapat mengembangkan bisnis ke level yang lebih jauh. Foodstory Group tidak hanya memberikan dukungan dalam bentuk dana investasi, namun juga memberikan dukungan ekosistem dan manajemen dari tim berpengalaman yang kami miliki. Hal ini kami lakukan untuk terus mendorong pertumbuhan mereka kedepannya," kata Dennish, Senin (21/2/2022).

Pengembangan bisnis yang ingin didorong oleh Foodstory Group, kata dia, cipicu pertumbuhan industri kecil menengah (IKM) kuartal III-2021 sebesar 4,37%. Pertumbuhan ini didominasi oleh industri makan dan minuman. Hal inilah yang menjadikan Foodstory Group berfokus mendorong IKM terutama di sektor F&B untuk dapat meningkatkan skala bisnis mereka.

Dennish menjelaskan, salah satu pengembangan bisnis yang Foodstory Group lakukan adalah mengakuisisi merek F&B ternama yakni Gaaram. Hal ini dilakukan sebagai langkah perusahaan untuk semakin dapat memberikan dukungan lebih kepada para mitra bisnisnya. Selain karena produk, Gaaram memiliki dapur sentral dan sumber daya yang telah terlatih. Kapabilitas ini diharapkan akan semakin mempermudah merek-merek F&B yang tergabung di dalam ekosistem Foodstory Group untuk dapat memperluas jaringan bisnis.

Selain itu, Dennish mengungkapkan, melalui pendanaan yang mereka dapatkan dari RND Kapital pada Oktober 2021, Foodstory Group telah berhasil mengakselerasi pertumbuhan masing-masing merek portofolio secara cepat hingga lebih dari 100 virtual restaurants. Chicken Pao yang menjadi salah satu merek portfolio perusahaan ini bahkan diklaim memiliki pencapaian tingkat pertumbuhan bisnis hingga 90 kali lipat sepanjang 2021.

“Tahun 2022, kami siap melakukan investasi di sekitar 15 merek F&B potensial di Indonesia. Kami terus bergerak mencari merek-merek yang potensial. Kami juga terbuka kepada setiap pelaku bisnis F&B yang memiliki visi meningkatkan skala bisnis mereka ke tingkat yang lebih baik dan sesuai dengan kriteria kami,” tambah dia.

Tidak hanya visi yang sama untuk meningkatkan skala bisnis, Foodstory Group juga terbuka pada merek yang produknya scalable dan telah teruji di pasar, memiliki 3-5 cabang dengan tingkat penjualan tertentu serta berfokus pada penjualan secara online melalui food delivery platform.

Foodstory Group diprakarsai oleh orang-orang berpengalaman, jebolan perusahaan ternama, seperti Rocket Internet, Gojek, Ismaya Group, Applebee's, dll. Tim ini awalnya terkumpul karena kecintaan mereka terhadap kuliner. Foodstory Group akhirnya terbentuk karena para talenta muda ini memiliki visi yang sama, yakni keinginan untuk membantu mengembangkan merek-merek potensial di industri F&B dan membawa mereka melangkah ke masa depan yang lebih baik.

Editor : Harso Kurniawan (harso@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN