Menu
Sign in
@ Contact
Search
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto

Menko Airlangga: Puncak Omicron Pertengahan Maret

Senin, 21 Februari 2022 | 21:38 WIB
Triyan Pangastuti (redaksi@investor.id)

JAKARTA, investor,id - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyebutkan puncak kasus Covid -19 varian Omicron akan terjadi dua sampai tiga minggu ke depan atau sekitar pertengahan Maret 2022.

“Pemerintah terus memantau dan menyiapkan langkah karena ini puncaknya dalam dua sampai tiga minggu ke depan yang perlu diantisipasi,” katanya dalam Konferensi Pers di Jakarta, Senin (21/2).

Ia menjelaskan bahwa kasus Covid -19 di luar Jawa dan Bali terdata meningkat dengan proporsi mencapai 23 % dari kasus aktif nasional atau 124.714 dari 536.358.

Baca juga: Airlangga: Proporsi Kasus Omicron di Luar Jawa-Bali Naik 23%

Meski kasus meningkat, ia menuturkan tingkat penggunaan tempat tidur atau bed occupancy rate (BOR) masih terkendali mengingat varian Omicron memiliki gejala yang tidak seberat varian Delta.

Sebagai contoh, Sumatera Utara memiliki BOR 31% dengan konversi 19%, Sulawesi Selatan memiliki BOR 30% dengan konversi 16% dan Kalimantan Timur memiliki BOR 29% dengan konversi 23%.

Menurutnya wilayah tersebut memiliki tingkat BOR yang masih cukup terkendali padahal terjadi peningkatan kasus mencapai 10.000.

Baca juga: Luhut: Kasus Omicron di Indonesia Terkendali

“Meski kasus meningkat secara keseluruhan, keterisian rumah sakit masih terkendali,” ujarnya.

Secara nasional, tingkat BOR sebanyak 38% namun di luar Jawa dan Bali kurang dari 30% sedangkan Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, Bengkulu, Lampung, Kalimantan Selatan antara 35-31%.

Sementara BOR di tempat isolasi terpusat sebanyak 5,89% dari 29.723 tempat tidur dan jumlah tempat tidur pun masih bisa ditingkatkan ke angka 48.399.

Baca juga: Survei Indikator: 66,8 % Masyarakat Khawatir Tertular Omicron

“Dari jumlah isoter yang tersedia ini jumlahnya bisa ditingkatkan pada saat sekarang tersedia 29.723 tempat tidur ke 48.399. Dari 29.000 yang tersedia baru terisi sebesar 5,89%,” tuturnya.

Percepat Vaksinasi

Selamjutnya, untuk vaksinasi dosis pertama masih terdapat tiga Provinsi di bawah 70% yakni Maluku, Papua Barat Papua.

Sementara itu, untuk dosis kedua di bawah 50% yakni Kalimantan Selatan, Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Maluku Utara, Aceh, Papua Barat, Maluku, dan Papua. 

Baca juga: Nakes Banyak Terpapar Varian Omicron, Bagaimana Cara Mengendalikannya?

"Terkait vaksin booster di seluruh provinsi luar Jawa Bali masih di bawah 10 %," ucapnya.

Dengan capaian lansia masih ada 7 Provinsi yang di bawah 60% dengan dosis 2 baru sebanyak 25%. Meski begitu, pemerintah bertekad akan terus mempercepat vaksinasi dosis kedua dan booster

"Arahan Presiden dosis kedua dan lansia ini dipercepat, dan jadi indikator yang penting diperhatikan,"tegasnya.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com