Menu
Sign in
@ Contact
Search
Konferensi APBN KiTa. Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati saat konferensi APBN KiTa Edisi Februari 2022 secara virtual, Selasa (22/2/2022). (BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal)

Konferensi APBN KiTa. Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati saat konferensi APBN KiTa Edisi Februari 2022 secara virtual, Selasa (22/2/2022). (BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal)

Menkeu: Belanja Negara per Januari Turun 13%

Selasa, 22 Februari 2022 | 19:09 WIB
Triyan Pangastuti (redaksi@investor.id)

JAKARTA, investor.id – Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, realisasi belanja negara per Januari 2022 turun 13% menjadi Rp 127,2 triliun dibandingkan periode sama tahun lalu yang sebesar Rp 146,2 triliun. Realisasi tersebut setara dengan 4,7% dari pagu APBN 2022 yang sebesar Rp 2.714,2 triliun.

“Dari sisi belanja memang dibandingkan penyerapan tahun lalu atau jumlahnya lebih kecil karena tahun lalu kita melakukan belanja pada awal tahun yang sangat besar,” katanya dalam konferensi pers APBN KiTA di Jakarta, Selasa (22/2).

Adapun belanja negara tersebut meliputi realisasi belanja pemerintah pusat Rp 72,2 triliun yang turun 24% dari periode sama tahun lalu Rp 95,1 triliun, serta Transfer Ke Daerah dan Dana Desa (TKDD) Rp 54,9 triliun atau naik 7,5% dari Rp 51,1 triliun pada Januari 2021.

Baca juga: Akselerasi Pertumbuhan Ekonomi Makin Kuat, Penerimaan Pajak Januari Tumbuh 59,39%

Belanja pemerintah pusat terdiri atas belanja kementerian/lembaga (K/L) sebesar Rp 21,8 triliun yang turun hingga 54,9% dari Rp 48,4 triliun pada Januari 2021 dan belanja non K/L Rp 50,4 triliun yang naik 8,1% dari Rp 46,6 triliun pada periode sama tahun lalu.

Selanjutnya, Menkeu mengatakan untuk realisasi belanja barang mencapai Rp 3,3 triliun yang relatif sama dengan kinerja 2021 yaitu Rp 3,5 triliun yang didukung oleh realisasi belanja operasional.

“Realisasi belanja barang per akun meliputi belanja operasional/non operasional Rp 1,8 triliun, pemeliharaan Rp 0,4 triliun, perjalanan dinas Rp 0,4 triliun dan diserahkan ke masyarakat atau pemda Rp 0,1 triliun,” jelas Sri Mulyani.

Sementara itu, untuk perjalanan dinas Rp 0,4 triliun naik dari Rp 0,2 triliun pada Januari 2021 karena pelaksanaan kegiatan sudah dilaksanakan sejak awal tahun secara terbatas.

Baca juga: Kementerian PPN/Bappenas: Fundamental Perekonomian Domestik Cukup Tangguh Saat Kondisi Pandemi Covid-19  

“Terjadi kenaikan 69% karena Januari tahun ini situasi Covid-19 relatif sangat rendah sehingga banyak K/L yang melakukan perjalanan dinas dibandingkan Januari 2021 yang waktu itu sesudah Natal dan Tahun Baru kasus Covid-19 naik,” jelasnya.

Kemudian, kinerja belanja barang jika dilihat per K/L meliputi Kementerian Pertahanan Rp 0,8 triliun atau baik 54,8 persen dari Januari 2021 Rp0,5 triliun dan Polri Rp 0,63 triliun atau naik 3,4% dari Rp 0,61 triliun.

Kemendikbud Rp 0,06 triliun atau naik 20,6% dari Rp 0,05 triliun pada Januari tahun lalu, serta Kementerian Keuangan Rp 0,2 triliun yang naik hingga 96,9% dari Rp 0,09 triliun. Terjadi kenaikan karena untuk pelayanan perkantoran, publik dari sisi keamanan.

Selanjutnya untuk belanja modal terealisasi Rp 2,4 triliun atau lebih rendah dibandingkan Januari 2021 yang sebesar Rp 11,9 triliun, karena saat itu ada realisasi pembayaran atas pekerjaan fisik yang selesai pada 2020 di Kementerian PUPR.

Baca juga: Sri Mulyani Serukan Exit Strategy Bersama Agar Ekonomi Pulih Merata

Realisasi belanja modal per akun meliputi peralatan dan mesin Rp 1,2 triliun, gedung dan bangunan Rp 0,1 triliun, jalan dan irigasi serta jaringan Rp 1 triliun.

Jika kinerja belanja modal dilihat per K/L maka meliputi Kementerian PUPR Rp 0,9 triliun, Polri Rp 0,8 triliun, Kementerian Pertahanan Rp 0,4 triliun, dan Kementerian Perhubungan Rp 0,1 triliun.

“Pembayaran subsidi juga termasuk dalam belanja negara yakni realisasinya Rp 10,2 triliun yang jauh lebih tinggi dibanding Januari tahun lalu sebesar Rp 2,3 triliun, serta pembayaran subsidi non-energi seperti subsidi pupuk dan subsidi suku bunga KUR,” tuturnya.

Terakhir, yakni TKDD meliputi transfer ke daerah Rp 54,6 triliun yang tumbuh 8,4% dibandingkan Januari 2021 sebesar Rp 50,3 triliun dan dana desa Rp 0,3 triliun yang turun 54,7% dari Rp 0,8 triliun.

Editor : Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com