Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Menteri Ketenagakerjaan (Menaker), Ida Fauziyah

Menteri Ketenagakerjaan (Menaker), Ida Fauziyah

Revisi Peraturan tentang JHT

Ida Fauziyah: Permenaker Nomor 19 Tahun 2015 Masih Berlaku

Rabu, 2 Maret 2022 | 13:57 WIB
Arnoldus Kristianus (arnoldus.kristianus@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id - Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) kembali memberlakukan Peraturan Menteri Ketenagakerjaan Nomor 19 Tahun 2015 tentang Tata Cara dan Persyaratan Pembayaran Manfaat Jaminan Hari Tua (JHT). Sebab Permenaker No.2 Tahun 2022 belum berlaku efektif dan pemerintah masih melakukan revisi regulasi tersebut.

Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah mengatakan pekerja/buruh yang ingin melakukan klaim JHT dapat menggunakan acuan Permenaker yang lalu, termasuk bagi yang terkena-PHK atau mengundurkan diri.

"Perlu saya sampaikan kembali bahwa Permenaker lama (No. 19/2015) saat ini masih berlaku dan masih menjadi dasar bagi teman-teman pekerja/buruh untuk melakukan klaim JHT. Tidak terkecuali bagi yang ter-PHK maupun mengundurkan diri tetap dapat klaim JHT sebelum usia pensiun" ucap Ida dalam siaran pers yang diterima pada Rabu (2/3).

Baca juga: Strategi Pengelolaan Dana JHT BPJamsostek Raih Pengakuan Internasional

Kemenaker sedang  memproses revisi Permenaker No. 2 Tahun 2022.  Pada prinsipnya, ketentuan tentang klaim JHT sesuai dengan aturan lama, bahkan dipermudah. Sebagai upaya untuk mempercepat proses revisi,

Kemenaker saat ini aktif melakukan serap aspirasi bersama Serikat Pekerja/Serikat Buruh. Kemenaker juga secara intens berkoordinasi dan berkomunikasi dengan Kementerian/Lembaga terkait.

"Kami sedang melakukan revisi Permenaker No.2 tahun 2022, insya allah segera selesai. Kami terus melakukan  serap aspirasi bersama Serikat Pekerja/Serikat Buruh, serta secara intens berkomunikasi dengan Kementerian/Lembaga" ucap Ida.

Baca juga: Dilema Menaker, Antara Substansi JHT atau Keinginan Buruh

Ida mengatakan pemerintah sudah menjalankan program Jaminan Kehilangan Pekerjaan (JKP) bagi mereka yang ter-PHK. Program ini memiliki tiga manfaat yang dapat diperoleh oleh pesera JKP yakni manfaat uang tunai,  akses terhadap informasi pekerjaan melalui situs pasker.id, serta pelatihan untuk skilling, upskilling maupun re-skilling.

"Dengan demikian saat ini berlaku 2 (dua) program jaminan sosial ketenagakerjaan untuk  memproteksi pekerja/buruh yang kehilangan pekerjaan, yaitu berupa JHT dan JKP. Beberapa pekerja ter-PHK sudah ada yang mengklaim dan mendapatkan uang tunai dari program JKP" tutur Ida.

Baca juga: Ini Rincian Alokasi Dana JHT, Terbesar di Surat Utang

Sebelumnya Anggota Ombudsman Robert Endi Jaweng dengan jumlah peserta JKP sekitar 10 juta sedangkan peserta JHT mencapai 16 juta memang ada ruang kosong yang harus diisi. JHT belum bisa menjadi bantalan jangka pendek Menurutnya perlu ada masa transisi dari kebijakan JHT yang sudah berlaku selama ini menuju JKP.

“Kalau memang JKP menjadi satu bagian yang perlu kta dorong sebagai alternatif mungkin masa berlaku JHT tidak tiga bulan tetapi minimal satu sampai dua tahun sebagai masa transisi dari JKP untuk berlaku secara penuh,” ucap Robert.

Baca juga: Revisi Aturan JHT, Kemenaker Siap Libatkan Pakar dan Akademisi

Menurut Robert, masa transisi ini diperlukan bagi pekerja yang belum memenuhi syarat iuran JKP. Sebab JKP sebagai bantalan ekonomi untuk pekerja PHK tidak bisa seketika karena masa iurannya 12 bulan dalam 2 tahun dan telah membayar iuran paling singkat 6 bulan sebelum PHK.

“Kalau JKP didorong ke sana kita tahu JKP gak bisa singkat manfaatnya harus menunggu sekian waktu saya kira itu yang disebut masa transisi dari JHT kalau JKP,” ucapnya. 

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN