Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Ekonom Bank Permata Tbk

Ekonom Bank Permata Tbk

Capital Inflow Masih Deras, Cadev Februari bakal Capai US$ 143 Miliar

Senin, 7 Maret 2022 | 15:40 WIB
Triyan Pangastuti (redaksi@investor.id)

JAKARTA, investor.id - Ekonom Bank Permata Josua Pardede memperkirakan, cadangan devisa (cadev) Februari mencapai kisaran US$ 142 hingga US$ 143 miliar atau meningkat sekitar US$ 1,7 miliar dari cadev Januari US$ 141,3 miliar. Proyeksi peningkatan cadangan devisa Februari didukung oleh aliran modal asing masuk (capital inflow) pada pasar saham dan surat berharga negara dan didukung oleh surplus neraca perdagangan.

“Kalau melihat data foreign flows Februari secara keseluruhan tercatat meningkat kepemilikan asing di SBN, naik sekitar US$ 475 juta dan sisi stock market tercatat net buy asing US$ 1,2 miliar, jadi secara keseluruhan US$ 1,6-1,7 miliar sisi foreign inflow,” ucapnya saat dihubungi, Senin (7/3).

Advertisement

Baca juga: Cadev Desember Turun untuk Stabilisasi Rupiah dan Merespon Kebijakan The Fed

Ia menjelaskan, secara perspektif kinerja neraca dagang pada Januari yang tercatat tidak setinggi Desember 2021 disebabkan larangan ekspor batu bara. Meski begitu pada Februari kinerja ekspor diperkirakan kembali pulih seiring larangan ekspor batu bara yang telah dicabut pemerintah per 31 Januari 2022.

“Harga komoditas yang di Februari rata-rata sudah meningkat, CPO naik 9,7% dan kemudian sisi harga batu bara naik 12,7% secara mtm, meskipun tren naik 10% mtm. Jadi, kami melihat arahnya cenderung meningkat dibandingkan Januari menurun dibandingkan Desember,” tuturnya.

Baca juga: Tiga Upaya Perbaikan Neraca Pembayaran Menurut Bappenas

Di sisi lain, faktor cadev meningkat juga didukung langkah pemerintah yang belum menarik utang secara signifkan. Meski begitu, ia meminta BI tetap mewaspadai berbagai risiko seperti ketegangan tensi geopolitik antara Rusia dan Ukraina serta normalisasi kebijakan moneter. Tekanan dari sisi peningkatan permintaan dari sisi impor alhasil akan mendorong penurunan surplus neraca transaksi berjalan.

“Transaksi berjalan, ada kecenderungan mungkin impor dalam negeri meningkat signifikan di semester II tahun ini, akan dorong penurunan surplus current account,”tuturnya.

Josua memperkirakan sisi aliran modal asing masih akan deras mengalir ke pasar keuangan Indonesia, sehingga sisi neraca pembayaran Indonesia atau balance of payment belum akan mengalami penurunan yang signifikan.

Editor : Kunradus Aliandu (kunradu@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN