Menu
Sign in
@ Contact
Search

×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Dirjen Pajak Suryo Utomo. Foto: BeritaSatu Photo/M Defrizal

Dirjen Pajak Suryo Utomo. Foto: BeritaSatu Photo/M Defrizal

Jauh dari Target, Tingkat Pelaporan SPT Baru 4,6 Juta

Selasa, 8 Maret 2022 | 13:26 WIB
Triyan Pangastuti (redaksi@investor.id)

JAKARTA, investor.id - Direktorat Jenderal Pajak (DJP) mencatat baru 4,6 juta wajib pajak yang melaporkan surat pemberitahuan (SPT) Tahunan 2021 hingga 7 Maret 2022. Pencapaian pelaporan SPT ini masih jauh di bawah target pelaporan SPT sebanyak 15 juta. 

Dirjen Pajak, Suryo Utomo merinci total laporan SPT tahunan PPh tersebut berasal dari wajib pajak orang pribadi sebanyak 4,5 juta dan sekitar 147.000 SPT wajib pajak badan. Oleh karena itu ia mengimbau wajib pajak segera menunaikan kewajibannya untuk melaporkan SPT tahunan sebelum batas waktu.

“Jumlah ini masih tergolong cukup jauh dari harapan kami penyampaian SPT 15,2 juta di 2022,” tuturnya dalam kegiatan Pelaporan SPT oleh Pejabat Negara, Selasa (8/3).

Baca juga: Pemerintah Ajak Masyarakat Lapor SPT Tahunan Tepat Waktu

Ia menjelaskan bahwa, DJP terus mendorong wajib pajak segera menyampaikan SPT Tahunan lebih awal. Apalagi Ditjen Pajak telah memudahkan segala perihal penyampaian SPT bagi wajib pajak.

Penyampaian kewajiban pajak saat ini bisa dilakukan kapanpun dan dimanapun melalui sistem e-filling

Dengan sistem itu wajib pajak tak mesti mendatangi kantor-kantor pajak untuk menyampaikan kewajibannya.Kemudian apabila wajib pajak menghadapi kendala dalam pelaporan SPT, Ditjen Pajak telah menyediakan berbagai saluran mulai dari telepon, email, hingga sosial media untuk memudahkan wajib pajak.

Baca juga: Per 7 Maret, DJP: 4,66 Juta SPT Tahunan Sudah Dilaporkan.

Adapun dalam UU Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan (KUP), batas akhir penyampaian SPT Tahunan wajib pajak orang pribadi paling lambat 3 bulan setelah berakhirnya tahun pajak atau 31 Maret 2022. Sementara pada SPT tahunan wajib pajak badan pelaporannya dilakukan paling lambat empat bulan setelah berakhirnya tahun pajak atau 30 April 2022.

Hari ini, DJP menghadirkan sejumlah menteri untuk melaporkan SPT Tahunan secara bersama-sama. Melalui kegiatan ini diharapkan wajib pajak tergerak untuk segera melaporkan SPT tahunan sebelum batas waktu berakhir.

“Kami sangat memahami bahwa figure ketokohan atau keteladanan Bapak dan Ibu pimpinan sangat penting meningkatkan kesadaran masyarakat,”ucapnya.

Baca juga: Presiden Ajak Masyarakat Taat Laporkan SPT Tahunan PPh

Adapun beberapa pejabat yang hadir mengisi SPT Tahunan bersama diantaranya Menteri Keuangan Sri Mulyani, Menteri Koordinator BIdang Perekonomian, Airlangga Hartarto, Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan, Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan Mahfud MD, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy, Kapolri Listyo Sigit, dan  Inspektur Jenderal TNI Letnan Jenderal TNI Bambang Suswantono.

Pada kesempatan yang sama, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengimbau wajib pajak untuk melakukan pelaporan sedini mungkin melalui sistem yang telah disiapkan oleh Ditjen Pajak.

Baca juga: Presiden Ajak Masyarakat Segera Lapor SPT Tahunan

Apalagi pajak memiliki prinsip gotong royong yang tidak mampu tidak perlu membayar pajak dan akan mendapatkan sejumlah bantuan program pemerintah diantaranya seperti PKH dan bansos.

Dengan meningkatnya kepatuhan wajib pajak berimplikasi pula pada penerimaan negara dan mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat prasejahtera dan kebutuhan sosial lainnya.

Dia berharap Ditjen Pajak dapat terus meningkatkan inovasi serta kemudahan penyampaian SPT bagi wajib pajak. Sistem yang dibangun diharapkan mudah dimengerti dan digunakan oleh seluruh wajib pajak.

Baca juga: DJP: 4,5 Juta WP Sudah Laporkan SPT Tahunan 2021

“Perbaikan saya harap terus ditingkatkan sehingga masyarakat menjadi mudah, nyaman, dan aman membayar atau melaksanakan kewajiban secara tepat waktu, tepat jumlah, dan mudah. Perbaikan ini saya harap juga dapat meningkatkan pelayanan yang makin baik,” ujar Sri Mulyani.

Dalam testimoninya, Menko PMK menuturkan, pajak merupakan bentuk gotong royong yang identik dengan nilai luhur Indonesia. Kepatuhan wajib pajak yang mendorong peningkatan penerimaan negara dapat digunakan untuk membantu rakyat prasejahtera.

“Dengan pajak ini kita bisa melakukan subsidi silang kepada saudara kita yang tidak mampu melalui ragam bansos seperti PKH, BLT Desa, BST. Ada 130 juta WNI yang membantu untuk membayar iuran BPJS Kesehatan, itu adalah karena kecepatan WP melakukan kewajibannya. Itu adalah bentuk dari gotong royong dan itu adalah cara yang paling baik, salah satunya melalui membayar pajak dengan jujur dan tepat waktu,” kata Muhadjir. 

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN