Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Gedung BI.

Gedung BI.

Cadangan Devisa Februari Naik Jadi US$ 141,4 Miliar

Selasa, 8 Maret 2022 | 14:44 WIB
Triyan Pangastuti (redaksi@investor.id)

JAKARTA, investor.id - Bank Indonesia mencatat, cadangan devisa Indonesia pada akhir Februari 2022 mencapai US$ 141,4 miliar, naik tipis dibandingkan posisi bulan sebelumnya sebesar US$ 141,3 miliar. Kenaikan dipengaruhi langkah pemerintah menarik pinjaman dari luar negeri.

"Peningkatan posisi cadangan devisa pada Februari 2022, antara lain, dipengaruhi oleh penarikan pinjaman luar negeri pemerintah, serta penerimaan pajak dan jasa," kata Direktur Eksekutif Kepala Departemen Komunikasi Bank Indonesia (BI) Erwin Haryono dalam keterangan tertulisnya, Selasa (8/3/2022).

Advertisement

Posisi cadangan devisa Februari lalu setara dengan pembiayaan 7,5 bulan impor, atau 7,3 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah. Ini berada di atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor.

“Bank Indonesia menilai cadangan devisa tersebut mampu mendukung ketahanan sektor eksternal serta menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan,” ucapnya.

Ke depan, Bank Indonesia memandang cadangan devisa tetap memadai, didukung oleh stabilitas dan prospek ekonomi yang terjaga, seiring dengan berbagai respons kebijakan dalam mendorong pemulihan ekonomi.

Berdasarkan data APBN KITA, sepanjang Januari 2022, pemerintah telah menarik pinjaman luar negeri (neto) sebesar Rp 12,81 triliun. Pemerintah melakukan penarikan pinjaman luar negeri (bruto) Rp 17,26 triliun dan di sisi lain, juga membayar cicilan pinjaman luar negeri sebesar Rp 4,45 triliun.

Adapun komposisi utang hingga 31 Januari 2022 mencapai Rp 6.919,15 triliun dengan rasio terhadap GDP mencapai 39,63 persen. Komposisi utang terdiri dari Surat Berharga Negara Rp 6.081,68 triliun dan pinjaman Rp 837,46 triliun.

 

Editor : Esther Nuky (esther@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN