Menu
Sign in
@ Contact
Search
Jalan Tol Trans Sumatera. Foto: PT Hutama Karya

Jalan Tol Trans Sumatera. Foto: PT Hutama Karya

Urat Nadi Logistik Sumatera

Jumat, 11 Maret 2022 | 14:12 WIB
Thresa Sandra Desfika (thresa.desfika@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id – 4 Februari 2022 menjadi tanggal bersejarah bagi dua provinsi, yakni Aceh dan Sumatera Utara. Pasalnya, Presiden Joko Widodo di hari itu meresmikan tol pertama yang bakal menyambungkan kedua provinsi, yaitu Tol Binjai-Langsa.

Untuk tahap awal memang peresmian baru mencakup Ruas Tol Binjai-Stabat sepanjang 11,8 km yang merupakan seksi I dari Tol Binjai-Langsa. Namun, dalam rencananya, Tol Binjai-Langsa bakal membentang sejauh 131 km dengan mengoneksikan Sumatera Utara dan Aceh.

Peresmian digelar langsung di depan Gerbang Tol Stabat, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara. Presiden hadir dengan didampingi Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono, Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi, dan beberapa pejabat lainnya.

Presiden Joko Widodo meresmikan Ruas Tol Binjai-Stabat sepanjang 11,8 km pada 4 Februari 2022. Foto: PT Hutama Karya
Presiden Joko Widodo meresmikan Ruas Tol Binjai-Stabat sepanjang 11,8 km pada 4 Februari 2022. Foto: PT Hutama Karya

Orang yang terlihat sangat semringah pada kesempatan tersebut tentu adalah Edy Rahmayadi. Bahkan, dalam sambutannya di acara peresmian, Edy sampai beberapa kali menyampaikan rasa terima kasihnya kepada Presiden.

“Kami mengucapkan banyak terima kasih. Saya atas nama rakyat Sumatera Utara, sekali lagi mengucapkan terima kasih kepada Bapak Presiden,” ungkap purnawirawan perwira tinggi TNI Angkatan Darat itu.

Baca juga: Bareng Kontraktor Tiongkok, Hutama Karya Garap Tol Semarang-Demak Paket 1A Rp 2 Triliun

Rakyat Sumatera Utara memang sangat bahagia dengan kehadiran tol ini. Mengingat dengan adanya Tol Binjai-Stabat, maka waktu tempuh antara Medan-Stabat menjadi 45 menit saja dari sebelumnya mencapai dua jam.

“Yang lebih lagi mendapatkan rahmat jalan tol ini adalah Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh Timur, sampai ke Langsa apabila jalan tol ini semua selesai. Mereka hanya butuh 1,5-2 jam ke Bandara Kualanamu yang selama ini 4-5 jam,” terang Edy.

JTTS

Tol Binjai-Langsa merupakan salah satu ruas prioritas dan bagian dari proyek strategis nasional (PSN) Jalan Tol Trans-Sumatera (JTTS). Saat ini sepanjang 542,8 km JTTS yang telah beroperasi adalah buah karya PT Hutama Karya (Persero) alias HK.

Ruas-ruas tersebut terdiri atas Tol Bakauheni-Terbanggi Besar (141 km), Tol Terbanggi Besar-Pematang Panggang-Kayu Agung (189 km), Tol Palembang-Indralaya (22 km), Tol Medan-Binjai (17 km), Tol Pekanbaru-Dumai (132 km), Tol Sigli-Banda Aceh Seksi 3 Jantho-Indrapuri (16 km) dan Seksi 4 Indrapuri-Blang Bintang (14 km), serta Tol Binjai-Langsa Seksi 1 Binjai-Stabat (11,8 km).

Dalam membangun JTTS, HK memang menjadi ‘tangan kanan’ pemerintah dengan diterbitkannya Peraturan Presiden Nomor 100 Tahun 2014 dan perubahannya yang tercantum dalam Peraturan Presiden Nomor 117 Tahun 2015.

Baca juga: Hutama Karya Terapkan Tilang Elektronik Pertama di Jalan Tol Indonesia

Direktur Utama HK, Budi Harto mengungkapkan bahwa perseroan mendapatkan dukungan penuh dari pemerintah dalam menyukseskan pembangunan JTTS. Hal itu terbukti di tahun 2021 di mana pemerintah menyuntikkan penyertaan modal negara (PMN) sebesar Rp 25,2 triliun yang terealisasi dalam tiga tahap. Secara total, PMN yang telah diterima HK sebanyak Rp 52,3 triliun.

“Saat peresmian Tol Binjai-Stabat, Ibu Sri Mulyani juga menyampaikan bahwa pemerintah berencana akan kembali memberikan PMN di tahun 2022 kepada Hutama Karya sebagaimana tertuang dalam RAPBN 2022 sebesar Rp 23,85 triliun yang akan digunakan untuk mempercepat penyelesaian pembangunan JTTS,” jelas Budi.

Direktur Utama PT Hutama Karya Budi Harto (mengenakan topi) saat penandatanganan letter of commitment (LoC) penerima PMN pada 4 Februari 2022. Foto: Perseroan
Direktur Utama PT Hutama Karya Budi Harto (mengenakan topi) saat penandatanganan letter of commitment (LoC) penerima PMN pada 4 Februari 2022. Foto: Perseroan

Adapun total panjang ruas tol yang masih dalam tahap konstruksi adalah sepanjang 519 km, meliputi Tol Sigli-Banda Aceh (44 km), Tol Kisaran-Indrapura (48 km), Tol Kuala Tanjung-Tebing Tinggi-Parapat (143 km), Tol Sp. Indralaya-Muara Enim (121 km), Tol Padang-Sicincin (37 km), Tol Pekanbaru-Pangkalan (64 km), Tol Bengkulu-Taba Penanjung (18 km), dan Tol Stabat-Pangkalan Brandan (44 km).

Pada tahun 2022 ini, HK menargetkan beroperasinya ruas Tol Bengkulu-Taba Penanjung sepanjang 18 km, Tol Pekanbaru-Bangkinang sepanjang 31 km, dan Tol Sigli-Banda Aceh Seksi 2 sepanjang 6 km.

Urat Nadi Logistik

Budi Harto mengungkapkan bahwa Pulau Sumatera adalah gerbang Indonesia di bagian barat. Karena itu, konektivitas di sana perlu terus ditingkatkan supaya terwujud kelancaran akses bagi masyarakat maupun logistik. Dan, jalan tol adalah jawabannya.

Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan (Balitbanghub) Kementerian Perhubungan sempat melakukan penelitian yang dirilis pada tahun lalu kepada publik terkait manfaat pembangunan JTTS, khususnya Ruas Tol Bakauheni-Terbanggi Besar.

Hasil penelitian yang bertajuk “Kajian Dampak Pembangunan Tol Trans Sumatera terhadap Efisiensi Biaya Logistik” ini menemukan bahwa sebanyak 70% responden memilih menggunakan jalan tol untuk pengiriman barang dengan alasan waktu perjalanan lebih cepat dan efisien, mendapatkan kepastian perjalanan, keamanan barang lebih terjamin, dan frekuensi pengiriman barang lebih banyak.

Balitbanghub mencatat ada efisiensi waktu pengiriman barang mencapai 50-70%. Selain itu, dengan hadirnya tol dapat menghilangkan biaya tambahan dan biaya pungutan liar yang biasa dialami pengemudi truk. Balitbanghub pun menyimpulkan bahwa keberadaan JTTS memberikan peningkatan aktivitas transportasi dan logistik.

Gerbang Tol Dumai. Foto: PT Hutama Karya
Gerbang Tol Dumai bagian dari JTTS. Foto: PT Hutama Karya

Sementara itu, Senior Consultant Supply Chain Indonesia (SCI) Sugi Purnoto mengungkapkan, jika diperbandingkan antara Tol Trans-Jawa dan jalan non-tolnya yang menyusuri pantai utara (Pantura) serta JTTS dengan jalan non-tol di Sumatera, maka JTTS memberikan dampak yang lebih kentara dalam hal mempersingkat waktu tempuh.

“Waktu tempuh antara Tol Trans-Jawa dengan Jalan Pantura tidak berbeda terlalu jauh. Tapi, waktu tempuh antara JTTS dengan jalan non-tolnya itu perbedaannya sangat signifikan bisa lebih cepat dua kali lipat,” terang Sugi.

Maka dari itu, menurut dia, JTTS sangat efektif dalam menggerakkan kegiatan logistik di Pulau Sumatera. Mayoritas pelaku usaha logistik sekarang pasti memilih JTTS ketimbang jalan biasa.

“Tarifnya sudah ter-cover oleh pemilik barang. Waktu tempuh jauh lebih baik. Kondisi keamanan serta kontur jalan yang lebih baik dibandingkan jalan non-tol yang berbelok-belok naik turun,” papar dia.

Baca juga: Hutama Karya akan Kembali Terima PMN 2022 Rp 23,85 Triliun

Ya, kehadiran JTTS memang bukan hanya sekedar simbol modernitas yang dibangun dengan uang triliunan rupiah. Lebih dari itu, perannya vital sebagai urat nadi memperlancar distribusi barang sehingga menekan biaya logistik. HK bahkan mencatat rata-rata penurunan biaya logistik mencapai 24,22% imbas JTTS.

Sumatera potensinya tak terhitung. Kaya komoditas mulai dari karet, sawit, kopi, minyak bumi, batu bara, hingga gas bumi. Tak bisa dimaafkan rasanya jika tak ada infrastruktur jalan tol di pulau itu karena ‘Dia’ menghadirkan kebaikan untuk mengakselerasi pertumbuhan ekonomi ‘Bumi Andalas’.

“JTTS itu sudah seperti urat nadi untuk kegiatan distribusi logistik di Sumatera,” terang Sugi Purnoto sebelum menutup sambungan telepon dari Investor Daily pada awal Maret 2022.

Editor : Theresa Sandra Desfika (theresa.sandra@investor.id)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com