Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Presiden Joko Widodo --didamping Menteri Keuangan Sri Mulyani dan Direktur Jenderal Pajak Kementerian Keuangan Suryo Utomo.--melaporkan SPT Tahunan PPh, Jumat (4/3/2022). Foto: IST

Presiden Joko Widodo --didamping Menteri Keuangan Sri Mulyani dan Direktur Jenderal Pajak Kementerian Keuangan Suryo Utomo.--melaporkan SPT Tahunan PPh, Jumat (4/3/2022). Foto: IST

Per 14 Maret, Baru 6,1 Juta WP Laporkan SPT

Senin, 14 Maret 2022 | 12:04 WIB
Triyan Pangastuti (redaksi@investor.id)

JAKARTA, investor.id - Direktorat Jenderal Pajak (DJP) mencatat 6,1 juta wajib pajak telah melaporkan Surat Pemberitahuan (SPT) Tahunan 2021 hingga 14 Maret 2022 pukul 08.06 WIB. Capaian pelaporan SPT masih lebih rendah 3,1% dibandingkan periode yang sama tahun lalu jumlah pelapor SPT mencapai 6,36 juta.

Direktur Penyuluhan, Pelayanan, dan Hubungan Masyarakat Ditjen Pajak Neilmaldrin Noor merinci, SPT Tahunan 2021 wajib pajak orang pribadi mendominasi dengan jumlah 5,92 juta laporan. Sementara pada wajib pajak badan, SPT Tahunan 2021 yang disampaikan baru 183.267 laporan.

"Hingga 14 Maret 2022, SPT tahunan PPh yang telah disampaikan berjumlah 6,1 juta SPT. Jenis SPT PPh badan yang disampaikan masih cukup minim mengingat batas waktu penyampaian yang masih sampai bulan April," ucapnya dalam keterangan tertulis DJP, Senin (14/3).

Baca juga: DJP Kembali Imbau Wajib Pajak  Segera Lapor SPT

Selanjutnya sebanyak 5.373.593 wajib pajak melaporkan SPT melalui e filling atau elektronik dan 218.000 wajib pajak melapor lewat kantor pelayanan pajak (KPP).

Adapun batas akhir penyampaian SPT Tahunan wajib pajak orang pribadi paling lambat 3 bulan setelah berakhirnya tahun pajak atau 31 Maret 2022. Sementara pada SPT tahunan wajib pajak badan, pelaporannya dilakukan paling lambat 4 bulan setelah berakhirnya tahun pajak atau 30 April 2022.

Lebih lanjut, Neil menyebut bahwa terdapat  19 juta wajib pajak yang wajib melaporkan SPT pada tahun ini, terdiri atas 17,35 juta wajib pajak orang pribadi dan 1,65 juta wajib pajak badan. Dengan target tersebut, rasio kepatuhan penyampaian SPT Tahunan baru sebesar 32,12%.

"Dari target rasio kepatuhan penyampaian SPT Tahunan sebesar 80% untuk tahun 2022, hingga 14 Maret telah tercapai sebesar 32,12%," tuturnya.

Baca juga: Mendagri: Kepala Daerah Terlambat Laporkan SPT Tahunan Bakal Dikenai Sanksi  

Untuk mendorong wajib pajak melaporkan kewajibannya, DJP akan aktif melakukan sosialisasi terus dilakukan baik dari kantor pusat maupun unit vertikal DJP, baik Kanwil, KPP, KP2KP .

Adapun upaya DJP untuk mendorong optimalisasi kepatuhan pajak. Pertama, sosialisasi baik secara langsung maupun tidak langsung melalui kanal kehumasan DJP (media massa dan media sosial), termasuk penyelenggaraan kelas pajak.

Kedua DJP akan mengirimkan email kepada WP untuk segera melaporkan SPT dengan tagline "lebih awal lebih baik".

Baca juga: Jauh dari Target, Tingkat Pelaporan SPT Baru 4,6 Juta

"Pengiriman email blast kepada pemberi kerja untuk segera menerbitkan Bukti Potong bagi karyawannya,"tuturnya.

Selain itu, DJP juga bekerja sama dengan Kemenpan-RB untuk mengimbau seluruh ASN agar lapor SPT tepat waktu, sehingga dapat menjadi figur publik sebagai tokoh panutan penyampaian laporan SPT tepat waktu.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN