Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Gedung BPK

Gedung BPK

Menang Voting, Isma Yatun dan Haerul Saleh Terpilih Jadi Anggota BPK 

Sabtu, 19 Maret 2022 | 07:33 WIB
Yustinus Paat (redaksi@investor.id)

JAKARTA, investor.id - Anggota BPK petahana Isma Yatun dan Anggota Komisi XI Haerul Saleh terpilih menjadi anggota BPK periode 2022-2027. Keduanya setelah mendapatkan suara terbanyak dalam voting yang dilakukan Komisi XI DPR saat Rapat Pengambilan Keputusan Hasil Uji Kepatutan dan Kelayakan (Fit and Proper Test) Calon Anggota BPK, di Kompleks Parlemen, Senaya, Jakarta Jumat (18/3/2022).

"Total 112 (suara) dan absteinnya nol. Dengan demikian suara terbanyak ada pada ibu Isma Yatun 46 dan Haerul Saleh 37, dapat disetujui," kata Ketua Komisi XI DPR Dito Ganinduto dalam rapat tersebut.

"Setuju," jawab para peserta yang hadir. Hasil tersebut akan dibawa ke Sidang Paripurna terdekat untuk mendapat persetujuan.

Baca juga: BPK Segera Audit Laporan Keuangan Kejaksaan Tahun 2021

Dalam voting tersebut, Isma Yatun dan Haerul Saleh mengalahkan 11 calon anggota BPK lainnya. Calon lain yang mendapat suara adalah Osbal Saragi Rumahorbo sebanyak 18 suara dan Dori Santosa sebanyak 11 suara. 

Sementara calon lain yakni Priyono Dwi Nugroho, Moza Pandawa Sakti, Yefes Espalambang, Kukuh Prionggo, Syafri Adnan Baharudin, Dadang Suwanda, Adrin Guntura, Firmasnyah dan Rachmat Manggala Purba tidak mendapatkan suara.

Selama 2 hari, Kamis dan Jumat (17-18 Maret 2022), 13 calon anggota BPK tersebut mengikuti fit and proper test secara bergantian di Komisi XI DPR. Sebenarnya terdapat 15 calon anggota BPK, namun 2 calon tidak menghadiri fit and proper test, yakni Blucer W. Rajagukguk dan Kristiawanto.

Baca juga: BPK Ingatkan Pemerintah Hati-hati Kelola Utang

Wakil Ketua Komisi XI DPR Amir Uskara mengatakan menyebut Isma Yatun kembali dipilih mendapat simpati dari DPR karena faktor kinerjanya selama 5 tahun menjadi anggota BPK. Sementara Haerul Saleh, kata dia, terpilih karena latar belakangnya sebagai anggota Komisi XI DPR.

"Pak Haerul Saleh, teman-teman tahu kinerjanya, satu periode utuh di Komisi XI, kemudian periode ini juga masuk di Komisi XI sehingga mungkin komunikasi yang ada dan kita langsung lihat kinerja yang diperlihatkan Pak Haerul Saleh dan Ibu Isma Yatun sehingga teman-teman cenderung untuk memilih keduanya," kata Uskara.

Lebih lanjut, Uskara optimistis keduanya akan memperkuat kinerja BPK dalam menjalankan tugas dan fungsinya khususnya dalam mengaudit penggunaan-penggunaan keuangan negara. 

"Bisa mengaudit secara baik pada pengguna keuangan negara yang ada. Kita banyak beri masukan, catatan selama fit and proper test ini, termasuk masih banyaknya penerima-penerima WTP, tetapi masih berkasus. Itu salah satu yang banyak disoroti teman-teman dalam fit and proper test kemarin. Jadi, dengan terpilihnya kedua ini, saya yakin kinerja di BPK semakin lebih baik," pungkas Uskara.

Editor : Mashud Toarik (mashud_toarik@investor.co.id)

Sumber : BeritaSatu.com

BAGIKAN