Menu
Sign in
@ Contact
Search
Bank DBS Indonesia

Bank DBS Indonesia

Berlanjutnya Konflik Rusia-Ukraina akan Picu Risiko Jangka Menengah-Panjang

Senin, 21 Mar 2022 | 16:02 WIB
Triyan Pangastuti (redaksi@investor.id)

JAKARTA, investor.id - Direktur Utama PT Bank DBS Indonesia, Paulus Sutisna mengatakan dalam jangka pendek Indonesia akan diuntungkan dengan kenaikan harga komoditas, imbas dari tensi geopolitik Rusia-Ukraina yang meningkat.

Lantaran kenaikan harga komoditas akan mendongkrak penerimaan negara dan meningkatkan ekspor. Meski demikian, apabila konflik ini berlanjut dalam waktu yang lama, maka akan memberikan  tantangan baru atau dampak negatif bagi pemulihan ekonomi global dan domestik.

“Dalam jangka menengah dan panjang apabila konflik memburuk munculkan ancaman resesi global dan inflasi,” tuturnya dalam DBS Asian Insights Conference 2022, Senin (21/3).

Baca juga: Dampak Konflik Rusia-Ukraina bagi Pasar Indonesia

Advertisement

Oleh karena itu, ia menekankan agar pemerintah menyiapkan berbagai langkah mitigasi menghadapi ketidakpastian global khususnya terkait tensi geopolitik Rusia-Ukraina yang menyebabkan kenaikan harga komoditas dan memicu inflasi.

Paulus Sutisna, Presiden Direktur PT Bank DBS Indonesia. Foto: Investor Daily/EMRAL
Paulus Sutisna, Direktur Utama PT Bank DBS Indonesia. Foto: Investor Daily/EMRAL

Tak hanya itu, ia memperkirakan laju inflasi tanah air akan mengalami kenaikan 3%. Hal ini dipengaruhi oleh tiga aspek, pertama, penyesuaian harga, kedua intervensi pemerintah untuk tekan harga komoditas dan terakhir kondisi eksternal konflik Rusia-Ukraina.

“Tensi geopolitik Rusia-Ukraina menyebabkan The Fed perketat kebijakan moneternya di tahun ini. Kondisi ini akan mempengaruhi pasar regional dan domestik,”tegasnya.

Baca juga: Pasar Asia di Tengah Konflik Rusia-Ukraina

Bahkan menurutnya pertumbuhan ekonomi Tiongkok yang melambat di tahun ini berpotensi memberikan pengaruhi inflasi bagi negara di kawasan Asia termasuk Indonesia.

Meski demikian, ia menjelaskan bahwa tren pemulihan ekonomi di Indonesia terus menguat di sepanjang tahun ini dengan melanjutkan kinerja yang telah baik pada kuartal IV 2021 dengan pertumbuhan ekonomi 5,02% (yoy)  dan pertumbuhan ekonomi sepanjang tahun 2021 tercatat 3,69% (yoy), alhasil memacu optimisme pemulihan ekonomi di tahun ini dengan pertumbuhan

“Kami meyakini laju pertumbuhan ekonomi kuartal IV 2021, ditopang seluruh komponen perekonomian, konsumsi, perdagangan menjadi dua faktor penting dukung pertumbuhan. Serta Indikator peningkatan konsumsi sektor ritel, pertumbuhan kredit bahan baku dan impor, maka pemulihan ekonomi secara riil sudah berjalan dengan aktivitas domestik yang meningkat akan mendukung pemulihan ekonomi domestik di tahun ini.

Baca juga: UPDATE Perang Rusia-Ukraina: Pertempuran Meningkat, Kyiv Mau Dikepung

Menurutnya tahun ini merupakan tahun pemulihan ekonomi Indonesia didorong geliat aktivitas masyarakat yang meningkat, namun di tahun ini juga Indonesia masih dihadapkan pada tantangan ketidakpastian global yang berpotensi memberikan dampak bagi kinerja ekonomi.

“2022 jadi momentum pemulihan ekonomi, oleh karena itu mitigasi pandemi Covid -19 diperlukan untuk menjaga prospek pemulihan tersebut. Dengan situasi geopolitik yang memanas konflik Rusia dan Ukraina berdampak pada kenaikan harga komoditas ini akan jadi tantangan baru,” ujarnya.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com