Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati

Proses Pemulihan Ekonomi Global Semakin Tidak Mudah

Selasa, 22 Maret 2022 | 13:17 WIB
Tryan Pangastuti (redaksi@investor.id)

JAKARTA, Investor.id- Menteri Keuangan, Sri Mulyani mengatakan proses pemulihan ekonomi global diakuinya semakin tidak mudah karena munculnya berbagai dinamika mulai dari meningkatnya tensi geopolitik Rusia dan Ukraina, pengetatan kebijakan moneter di negara maju hingga lonjakan inflasi.

“Konlfik Rusia dan Ukraina yang disebabkan spillover ke seluruh dunia yakni kenaikan harga komoditas sebetulnya mulai muncul karena pemulihan ekonomi alami disrupsi sisi suplai”tegasnya dalam diskusi Selasa (22/3)

Advertisement

Ia mengatakan pandemi Covid-19 telah menyebabkan pangsa tenaga kerja berkurang yang mendorong peningkatan upah tenaga kerja dan lonjakan inflasi yang meningkat karena terganggunya rantai pasok.

Alhasil menyebabkan Bank Sentral Negara maju seperti Amerika Serikat memilih untuk melakukan pengetatan kebijakan moneter untuk mengantisipasi percepatan pemulihan ekonomi dan meredam lonjakan inflasi.

Sebagaimana diketahui tingkat inflasi di AS pada bulan Februari tercatat 7,9 persen, bahkan indeks harga konsumen (IHK) tercatat tertinggi dalam 40 tahun terakhir.

“Tadi malam (Gubernur Bank Sentral AS), Jeremy Powell mengatakan dia akan bener-bener tangani inflasi di AS yang sudah capai diatas 7 persen dan ini the worst dalam 40 tahun terakhir,” tegasnya.

Dengan inflasi yang melonjak tinggi dan suku bunga Bank Sentral AS yang dikerek naik, maka akan mempengaruhi sisi investasi sehingga momentum pemulihan ekonomi berpotensi terpengaruh.

“Kosnsumsi  tergerus oleh inflasi, investasi tergerus interest rate yang tinggi dalam kelola ekonomi kita harus melihat base and evidence dan liat proyeksinya”ucapnya.

Editor : Mardiana Makmun (mardiana.makmun@investor.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN