Menu
Sign in
@ Contact
Search

×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo dalam FGD bersama pimpinan redaksi media massa secara virtual, Rabu (23/2/2022). (Foto: Primus Dorimulu)

Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo dalam FGD bersama pimpinan redaksi media massa secara virtual, Rabu (23/2/2022). (Foto: Primus Dorimulu)

Perkuat Stabilitas, BI Sebut Rupiah Bergerak Stabil

Rabu, 23 Maret 2022 | 05:15 WIB
Triyan Pangastuti (redaksi@investor.id)

JAKARTA, investor.id - Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo mengatakan, di tengah ketidakpastian yang meningkat kinerja rupiah masih relatif stabil. Hingga 16 Maret 2022 rupiah tercatat melemah 0,4%, pelemahan ini dinilainya masih dalam dalam kategori level yang rendah.

Baca juga: Perry: Pemulihan Ekonomi Global 2022 Masih Tidak Merata

"Hingga 16 Maret 2022, rupiah bergerak relatif stabil, melemah 0,4% namun rendah. Bergerak sesuai mekanisme pasar, karena surplus neraca perdagangan kita yang cukup bagus, sehingga pasokan valas di pasar uang valas baik," jelas Perry dalam rapat kerja dengan Komisi XI DPR, Selasa (22/3/2022).

Ke depan, Perry mengungkapkan nilai tukar rupiah akan tetap terjaga, didukung dengan defisit transaksi berjalan atau current account deficit yang rendah, imbal hasil atau yield domestik yang masih menarik dan tingginya cadangan devisa.

Baca juga: Beberkan 5 Bauran Kebijakan BI, Perry: Bagian dari Arah Ekonomi Nasional

Meski begitu, sejumlah risiko akan terus BI waspadai, terutama yang terkait dengan akselerasi normalisasi kebijakan moneter The Fed dan geopolitik Rusia dan Ukraina.

"Komitmen kami untuk terus memperkuat stabilitas nilai tukar rupiah sesuai fundamental dan mekanisme pasar melalui efektivitas operasi moneter dan ketersediaan likuiditas di pasar" jelas Perry.

Editor : Indah Handayani (indah.handayani26@gmail.com)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN