Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Petugas SPBU sedang mengisi solar untuk kendaraan masyarakat

Petugas SPBU sedang mengisi solar untuk kendaraan masyarakat

Hiswana Migas: Catat Nomor Kendaraan Pembeli Solar Subsidi!

Rabu, 30 Maret 2022 | 18:07 WIB
Harso Kurniawan (harso@investor.co.id)

JAKARTA, Investor.id - Dewan Pimpinan Pusat Himpunan Wiraswasta Minyak dan Gas (DPP Hiswana Migas) kembali mengingatkan dewan pimpinan cabang (DPC) dan anggota Hiswana Migas Bidang SPBU untuk melaksanakan penyaluran solar subsidi sesuai aturan. Contohnya, dengan mencatat nomor kendaraan yang membeli solar subsidi atau solar public service obligation (PSO).

“Terkait maraknya antrean solar PSO di SPBU (stasiun pengisian bahan bakar umum), mohon pengusaha SPBU agar memperhatikan kategori konsumen/kendaraan, jumlah volume maksimal yang diperbolehkan, dan mencatat nomor polisi kendaraan yang membeli solar PSO,” kata Ketua DPP Hiswana Migas Rachmad Muhammadiyah melalui Surat Edaran tertanggal 29 Maret 2022.

Advertisement

Hiswana Migas merupakan wadah yang menaungi pengusaha SPBU dan mitra Pertamina. Adapun pencatatan nomor polisi kendaraan pembeli solar subsidi, memang telah lama dilakukan SPBU untuk memastikan penyaluran bahan bakar minyak (BBM) tersebut tepat sasaran. Informasi pun dimasukkan dalam sistem terintegrasi di Pertamina, sehingga bisa terdeteksi, apabila ada transaksi yang tidak wajar dan dapat ditindaklanjuti dengan pemberian sanksi kepada pihak SPBU.

Selain itu, lanjut dia, jika diperlukan, pihak SPBU juga dapat berkoordinasi dengan aparat kepolisian/aparat penegak hukum setempat. Hal ini dimaksudkan untuk membantu pengaturan dan pengawasan jenis kendaraan yang akan membeli solar PSO ke SPBU.

"SPBU bisa menggunakan Perpres Nomor 191 tahun 2014 sebagai pedoman untuk melayani konsumen Solar PSO,” imbuh Yeni, panggilan akrabnya.

Ketika dikonfirmasi Yeni mengatakan, distribusi solar subsidi saat ini tetap aman. Artinya, solar subsidi didistribusikan kepada kendaraan yang berhak sesuai Perpres Nomor 191 tahun 2014.

Yeni mengakui, terdapat peningkatkan penjualan solar subsidi. Kondisi demikian, ini karena kondisi perekonomian yang mulai membaik.

Sebelumnya, pejabat sementara (Pjs) Corporate Secretary PT Pertamina Patra Niaga Irto Ginting mengatakan, saat ini, memang penyaluran solar subsidi sudah melebihi kuota yang ditetapkan pemerintah. Tetapi, Pertamina tetap menjalankan penyaluran demi kepentingan masyarakat.

"Stok Solar subsidi secara nasional di level 20 hari dan setiap hari stok dan penyaluran ke SPBU terus dimonitor secara real time. Namun, perlu diketahui, secara nasional, per Februari 2022, penyaluran solar subsidi telah melebihi kuota sekitar 10%," jelas Irto

Peningkatan konsumsi solar subsidi, lanjut dia, dipicu meningkatnya permintaan, sejalan dengan pulihnya perekonomian. “Pertumbuhan ekonomi nasional diprediksi di atas 5% dan ini akan berpengaruh terhadap peningkatan kebutuhan energi. Salah satunya solar subsidi. Memang ada peningkatan demand seiring dengan pertumbuhan ekonomi," kata Irto.

Irto melanjutkan, Pertamina Patra Niaga akan terus memonitor seluruh proses distribusi, mulai dari terminal BBM hingga konsumen untuk memastikan ketersediaan BBM di SPBU.

"Jadi masyarakat tidak perlu khawatir dan tidak perlu panic buying. Pembelian bahan bakar kami imbau tetap sesuai dengan kebutuhan. BBM solar nonsubsidi, seperti Dexlite dan Pertamina Dex yang memiliki kualitas lebih baik juga telah kami siapkan," lanjut dia.
 

Editor : Harso Kurniawan (harso@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN