Menu
Sign in
@ Contact
Search
Logo Bank Dunia atau World Bank. ( Foto: Reuters )

Logo Bank Dunia atau World Bank. ( Foto: Reuters )

Bank Dunia Revisi Turun Tipis Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Jadi 5,1%.

Selasa, 5 April 2022 | 14:33 WIB
Triyan Pangastuti (redaksi@investor.id)

JAKARTA, Investor.id - Bank Dunia memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun ini menjadi 5,1%, dibandingkan proyeksi semula yang diterbitkan pada Oktober sebesar 5,2%.

Bahkan, Bank Dunia mempersiapkan proyeksi dengan skenario terburuk bagi Indonesia dengan pertumbuhan ekonomi 4,6% tahun ini. Dalam laporan terbaru Bank Dunia, East Asia and Pacifik Update April 2022: Braving The Storms, Selasa (5/4).

Wakil Presiden Bank Dunia untuk Asia Timur dan Pasifik, Manuela V Ferro menyebutkan kini pemulihan masih terjadi belum merata di berbagai negara. Tiongkok, Indonesia, dan Vietnam telah berhasil melampaui level output pra-pandemi. Sedangkan Kamboja, Malaysia, Mongolia, Filipin dan Thailand diperkirakan baru bisa pulih di tahun ini.

Baca juga: Bank Dunia Angkat Figur Energi Nasional Jadi Anggota TAG ESMAP

“Kerentanan finansial dan kepercaaan belum pulih di seluruh dunia ini menjadi sangat mengkhawatirkan. Ini menjadi kabar buruk lainnya setelah pandemi COVID-19”ujarnya.

Menurut dia, negara di kawasan Asia Timur dan Pasifik telah melanjutkan pemulihan dan berhasil mengatasi gelombang varian Delta yang sulit. Bahkan negara dikawasan ini juga tidak terdampak parah oleh varian Omicorn.

“Perdagangan luar negeri dan kondisi keuangan tetap terkendali, dan banyak negara sedang mempertimbangkan untuk melakukan konsolidasi fiskal”tuturnya.

Namun percepatan laju inflasi di Amerika Serikat telah memicu pengetatan kebijakan moneter Bank Sentral AS lebih awal dari yang diperkirakan.

Tiongkok mengalami lonjakan infeksi COVID-19 dan masih berlangsungnya tekanan terhadap sektor properti dengan tingkat utang yang tinggi, dan Rusia menginvasi Ukraina.

“ Tiga guncangan ini akan sangat mempengaruhi negara-negara di kawasan ini, seberapa besar ini damapknya ini akan sangat akan bergantung pada seberapa ketahanan yang mereka miliki untuk sektor keuangan. Dampak dari hal-hal tersebut akan menurunkan prospek pertumbuhan di sebagian besar kawasan Asia Timur dan Pasifik”ucapnya.

Baca juga: IMF Revisi Turun Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Jadi 5,4%

Meski gejolak geopoltik Rusia-Ukraina menyebabkan gangguan pasokan koomoditas dan meningkatkan tekanan keuangangan dan menghambat pertumbuhan perekonomian global. Namun kenaikan harga komoditas akan menjadi berkah bagi Indonesia, karena memberikan tambahan pada penerimaan negara.

“Negara-negara pengekspor komoditas, seperti Indonesia dan Malaysia, dapat meredam kenaikan harga internasional dengan lebih mudah daripada negara-negara pengimpor komoditas, seperti Fiji dan Thailand”ucapnya.

Secara keseluruhan, pertumbuhan ekonomi di kawasan Asia Timur dan Pasifik diperkirakan melambat menjadi 5 persen pada tahun 2022, dan akan turun 0,4 poin dibandingkan proyeksi saat Oktober lalu. Bahkan jika kondisi global memburuk dan respon kebijakan nasional lemah, maka pertumbuhan ekonomi dapat melambat hingga 4%.

Editor : Parluhutan (parluhutan@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com