Menu
Sign in
@ Contact
Search
Kepala Departemen pengembangan UMKM dan Perlindungan Konsumen Bank Indonesia (BI) Yunita Resmi Sari dalam webinar

Kepala Departemen pengembangan UMKM dan Perlindungan Konsumen Bank Indonesia (BI) Yunita Resmi Sari dalam webinar "Akselerasi Inklusi Keuangan Digital untuk Mendorong Pemulihan Ekonomi Nasional" yang digelar Majalah Investor dan Beritasatu Media Holdings bekerja sama dengan Julo, Kamis 7 April 2022. (BSMH/Herman)

Inklusi Keuangan Digital Dorong Peningkatan Kesejahteraan

Kamis, 7 April 2022 | 13:30 WIB
Herman (redaksi@investor.id)

JAKARTA, investor.id – Kepala Departemen pengembangan UMKM dan Perlindungan Konsumen Bank Indonesia (BI) Yunita Resmi Sari menuturkan, inklusi keuangan yang disertai dengan literasi keuangan serta penguatan perlindungan konsumen sangat penting untuk memperkuat ketahanan keuangan yang pada akhirnya mendukung masyarakat untuk dapat meningkatkan kesejahteraan. Karenanya, inklusi keuangan digital perlu terus didorong.

“Kenapa kita mendorong inklusi keuangan digital ini? Ujungnya sebetulnya adalah kesejahteraan masyarakat yang tercermin dari ketahanan keuangan. Jadi kita tidak hanya memasukkan mereka ke dalam inklusi keuangan, terhubung dengan lembaga keuangan, tetapi kita juga ingin mereka bertahan bahkan meningkat ketahanan keuangannya,” kata Yunita dalam webinar “Akselerasi Inklusi Keuangan Digital untuk Mendorong Pemulihan Ekonomi Nasional” yang digelar Majalah Investor dan Beritasatu Media Holdings (BSMH) bekerja sama dengan Julo, Kamis (7/4/2022).

Baca Juga: Pemanfaatan Teknologi Digital Berpotensi Jadi Sumber Pertumbuhan Baru

Yunita dalam paparannya menjelaskan, financial resilience atau ketahanan keuangan adalah kemampuan individu atau rumah tangga untuk bertahan, mengatasi, dan pulih dari guncangan finansial negatif. Pada tingkat individu, ketahanan finansial bergantung pada ketersediaan sumber daya yang tepat dan kemampuan untuk memobilisasi atau memanfaatkan sumber daya untuk menghadapi guncangan.

“Kami melihat untuk menuju kesejahteraan masyarakat ini, economic empowerment harus berjalan seimbang, yaitu antara mendorong sisi keuangan serta literasi digitalnya,” kata Yunita.

Untuk mencapai hal tersebut, lanjut Yunita, BI terus meningkatkan inklusi keuangan yang diintegrasikan dengan pemberdayaan ekonomi khususnya bagi UMKM dan kelompok subsistence untuk mendorong peningkatan akses, penggunaan, dan kualitas inklusi keuangan melalui pemberdayaan ekonomi, perluasan akses dan literasi keuangan, serta harmonisasi kebijakan.

Deputi Komisioner OJK Institute dan Keuangan Digital OJK Imansyah dalam kesempatan yang sama juga menyampaikan, OJK terus memperkuat pengembangan literasi keuangan digital untuk semakin meningkatkan perlindungan konsumen dan transaksi keuangan digital yang efisien. Satgas Waspada Investasi juga telah dibentuk untuk meningkatkan koordinasi antar kementerian/lembaga dalam rangka pencegahan dan penanganan dugaan tindakan melawan hukum di bidang penghimpunan dana masyarakat dan pengelolaan investasi.

“Program peningkatan literasi keuangan digital terus kami lakukan bekerja sama dengan beberapa universitas. Intinya adalah untuk meng-address isu terkait bagaimana kita meningkatkan literasi masyarakat, memahami produk dan jasa keuangan, sekaligus memberikan perlindungan kepada masyarakat,” kata Imansyah.


 

Editor : Nurjoni (nurjoni@investor.co.id)

Sumber : BeritaSatu.com

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com