Menu
Sign in
@ Contact
Search
Kantor Kementerian BUMN. (Foto: Kementerian BUMN)

Kantor Kementerian BUMN. (Foto: Kementerian BUMN)

Bank Dunia Akui Peran BUMN, lalu Apa?

Minggu, 10 April 2022 | 06:42 WIB
Muawwan Daelami (muawwan@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id – Bank Dunia telah mengakui peran penting Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dalam menjaga ekonomi Indonesia terus berjalan saat krisis akibat pandemi Covid-19. Sebab itu, pengawasan terhadap tata kelola perlu ditingkatkan untuk memperkuat peran BUMN.

Pengamat BUMN Herry Gunawan mengatakan, sesuai mandat Undang-Undang (UU), BUMN memiliki tujuan sosial. BUMN harus mampu mengisi kekosongan atau mengatasi hambatan guna menciptakan kegiatan ekonomi yang efisien.

Karena itu, pemerintah harus mengawasi tata kelola BUMN agar peran dan fungsinya berjalan maksimal. Berkaca dari kasus kelangkaan minyak goreng, Kementerian BUMN sebetulnya memiliki PTPN yang tersebar luas dan berbisnis minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO).

Baca juga: Laba Bersih BUMN Melesat Jadi Rp 90 Triliun!

"Tapi sayang, kita tidak pernah melihat perannya dalam menjaga stabilitas pasar. Jadi, di sinilah pengawasan itu menjadi sangat penting," kata Herry kepada Investor Daily.

Menurutnya, pemerintah melalui Kementerian BUMN seharusnya bisa menjadi dirigen untuk kepentingan tersebut. Apa yang dilakukan Menteri BUMN Erick Thohir melalui pembentukan holding, lanjut dia, sebenarnya bisa dimanfaatkan lebih baik.

"Tinggal perlu adanya dirigen atau pengawas dari Kementerian BUMN yang berperan mengatur pelaksanaan tata kelola BUMN untuk mengatasi masalah-masalah kebangsaan. Jangan hanya ditengok labanya saja," tegas Herry.

Menurut dia, selama ini BUMN lebih banyak disorot soal labanya saja. Padahal, BUMN juga memiliki fungsi lain yang tidak kalah penting, yaitu fungsi sosial. Apalagi, dalam konteks pemulihan ekonomi nasional, laba bukanlah satu-satunya faktor. Namun, lebih dari itu, bagaimana peran BUMN dalam menggerakkan perekonomian.

Baca juga: Ini 4 Agenda Besar BUMN Dorong Pertumbuhan Ekonomi

"Sebagai contoh. Untuk mengejar laba, PLN menaikkan tarif listrik. Ini bukan menggerakkan ekonomi. Tapi justru berpotensi menghambat. Contoh lain di sektor pelabuhan. Untuk kejar laba, Pelindo juga menaikkan harga jasa. Dampaknya ongkos logistik menjadi mahal, sehingga menghambat pemulihan ekonomi," paparnya.

Dengan demikian, perlu ada keseimbangan antara upaya mencari laba dan berjalannya peran dan fungsi BUMN. Hal ini semestinya bisa ditangani oleh Kementerian BUMN.

Sebelumnya, pengakuan Bank Dunia terhadap peran penting BUMN dalam menjaga ekonomi Indonesia saat pandemi Covid-19 dituangkan dalam artikel berdasarkan studi yang berjudul “State-owned enterprises during a crisis: assets or liabilities?” Artikel tersebut ditulis oleh Senior Governance Specialist Bank Dunia Natalia Manuilova dan Senior Public Sector Specialist Ruxandra Burdescu.

Baca juga: Baru 23 BUMN Tercatat di Pasar Modal, OJK Minta Terus Ditambah, Pak Erick

“Peran state-owned enterprises (SOE atau BUMN) sebagai accelarator dan shock absorber di perekonomian negara berkembang seperti di Indonesia, dimana PLN, BUMN energi, memberikan subsidi kepada 30 juta pelanggan berdasarkan permintaan pemerintah," tulis Natalia dan Ruxandra.

BUMN secara langsung dan tidak langsung terlibat dalam perang melawan Covid-19, memproduksi ventilator, masker, bahkan vaksin. Perusahaan seperti Boeing dan Airbus mengambil fungsi pasokan medis. Pembangkit listrik di Indonesia menyediakan listrik bersubsidi kepada 30 juta pelanggan atas permintaan Pemerintah. Di Albania, Bosnia dan Herzegovina, Makedonia Utara, serta Serbia, pemerintah memberikan keringanan tagihan utilitas kepada populasi yang rentan.

Editor : Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com