Menu
Sign in
@ Contact
Search
Suasana pusat perbelanjaan di Thamrin City, Jakarta. Photo/Mohammad Defrizal

Suasana pusat perbelanjaan di Thamrin City, Jakarta. Photo/Mohammad Defrizal

10 Sektor Usaha akan Cetak Lonjakan Omzet selama Lebaran

Minggu, 10 April 2022 | 17:04 WIB
Triyan Pangastuti (redaksi@investor.id)

JAKARTA, Investor.id - Sebanyak 10 sektor usaha akan menuai lonjakan omzet selama musim Lebaran 2022. Ke-10 sektor itu adalah perdagangan, transportasi, industri makanan dan minuman, industri fashion dan baju muslim, tas, sepatu, mukena, parcel, logistik, dan rental kendaraan.

Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Sarman Simanjorang optimistis perputaran uang beredar di Lebaran 2022 lebih kencang dibandingkan tahun lalu. Hal itu didukung terkendalinya kasus Covid-19 di Indonesia, yang menopang pemulihan ekonomi nasional dan aktivitas masyarakat.

Selain itu, tahun ini pemerintah sudah memperbolehkan masyarakat untuk melakukan mudik. "Kami yakin perputaran uang musim Lebaran tahun ini akan lebih baik dari dua tahun lalu selama Covid-19. Jumlah pemudik juga akan naik, walaupun tidak sebesar sebelum Covid-19," kata dia, Sabtu (9/4/2022).

Dia mengatakan, pelaku usaha sangat berharap 2022 menjadi tahun kebangkitan ekonomi. Sebab, setelah pandemi Covid 19 terkendali, pemerintah menurunkan level PPKM dan melonggarkan pembatasan aktivitas dunia usaha dan masyarakat.

Oleh karena itu, Sarman mengajak dunia usaha bangkit bersama, memulihkan semua sektor usaha, memperkuat arus kas, meningkatkan omzet, dan membuka lapangan pekerjaan.

"Momentum ini harus benar-benar dimanfaatkan oleh pelaku usaha untuk memenuhi berbagai kebutuhan masyarakat dan meningkatkan konsumsi rumah tangga," jelas dia.

Di sisi lain, dia menyatakan, mudik juga akan mendorong perputaran uang usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di daerah, seperti tempat kuliner,perajin suovenir,hotel dan restoran serta destinasi wisata. Ini akan mendongkrak pertumbuhan dan  menggairahkan perekonomian daerah.

"Hal yang tidak kalah paling adalah aliran uang dari kota ke desa akan mampu meningkatkan pertumbuhan ekonomi daerah dan akan berkontribusi terhadap perekonomian nasional," ucap dia.

Dengan demikian, dia menyatakan, momentum Ramadan dan Idul Fitri dapat mendongkrak kinerja ekonomi kuartal I dan II. Namun, dia belum memiliki angka proyeksinya.

Dia menegaskan, saat ini, dunia kembali dihadapkan pada ketidakpastian dari  dampak perang Rusia-Ukraina, yang berimbas pada lonjakan harga minyak mentah dunia. Hal ini mempengaruhi harga bahan bakar minyak (BBM).

"Kenaikan harga komoditas dunia juga  sangat berdampak pada pertumbuhan ekonomi global. Dengan kenaikan harga BBM dan kenaikan PPN 11% per 1 April 2022, masyarakat akan lebih berhati-hati dan selektif dalam membelanjakan uang untuk kebutuhan Idul Fitri," ucap dia.

Sebelumnya, Badan Kebijakan Fiskal, Kmeenterian Keuangan meyakini, pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal II-2022 di atas 5%. Hal ini didukung oleh momentum mudik Lebaran yang tahun ini dizinkan pemerintah, seiring menurunnya kasus Covid-19. 


 

Editor : Harso Kurniawan (harso@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com