Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves), Luhut Binsar Pandjaitan,

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves), Luhut Binsar Pandjaitan,

Lampaui Target, Komitmen Pengadaan Barang dan Jasa Capai Rp 539 Triliun

Selasa, 12 April 2022 | 21:39 WIB
Arnoldus Kristianus (arnoldus.kristianus@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id - Pemerintah terus mengoptimalkan APBN untuk belanja produk dalam negeri. Hal ini dilakukan untuk mendorong perkembangan UMKM sebagai motor pertumbuhan ekonomi. Khususnya belanja produk UMKM melalui katalog elektronik (E-Katalog).

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan, hingga Selasa (12/3), komitmen pengadaan barang dan jasa untuk produk melalui E-Katalog Kata sudah mencapai Rp 539 triliun dari target Rp 400 triliun.

“Ini punya dampak besar untuk membangun perekonomian UMKM di daerah dan juga membangun inovasi generasi muda Indonesia. Ekonomi akan lebih kuat di bawah, mulai dari pedesaan, UMKM, sampai kepada menengah atas semua terjangkau dengan program yang dibuat pemerintah,” ucap Luhut dalam Grand Opening Ceremony Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia, Sumatra Barat, Selasa (12/4/2022).

Baca juga: Inpres soal 40% Anggaran untuk Produk Dalam Negeri Terbit, Ini Peran Luhut

Berdasarkan data Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah (LKPP) jumlah produk dalam E-Katalog hingga awal April 2022 mencapai jumlah 259.828 produk dari target 200 ribu produk pada 31 Maret 2022. Jumlah 259.828 produk dalam Katalog Elektronik berasal dari penyedia yang berjumlah 4.635 penyedia. Dari jumlah tersebut diantaranya terdapat 937 penyedia kategori kecil dan 389 penyedia kategori menengah.

Kementerian/Lembaga(K/L), pemerintah daerah, hingga BUMN terus didorong untuk melakukan belanja produk dalam negeri. Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (Gernas BBI) sudah memasuki tahun kedua pada tahun ini. Setiap daerah yang telah melaksanakan gernas BBI diharpakan dapat melanjutkan berbagai bentuk pendampingan khususnya untuk mendorong UMKM masuk sektor digital. Per Februari 2022 tercatat 18 juta UMKM sudah masuk ke ekosistem digital atau 60% dari target 30 juta UMKM onboarding ke platform digital pada 2024.

“Bentuk pendampingan tidak hanya untuk masuk ekosistem digital, namun UMKM (sampai) bisa meningkat transaksinya,” ucap Luhut.

Baca juga: Jokowi: Kementerian hingga Pemda Wajib Alokasikan 40% untuk Produk Dalam Negeri

Pemerintah mengimbau K/L agar mempercepat proses pengadaan barang dan jasa lokal ini paling lambat 31 Mei 2022. Proses pengadaan barang dan jasa melalui E Katalog akan dilakukan secara digital, sehingga lebih transparan dan efisien. Luhut mengatakan juga diperlukan dukungan serta peran aktif dari seluruh kepala daerah melalui pendataan dan pendampingan terarah.

"Ini nanti di-input di e-contract, jadi semua digital. Nanti akan sampai kepada OSS (Online Single Submission) sehingga Indonesia akan tertata dalam sistem digitalisasi, membuatnya jadi efisien, efektif dan mengurangi korupsi," ujar Luhut.

Editor : Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN