Menu
Sign in
@ Contact
Search
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dalam konferensi pers Hasil Rapat Berkala Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK),  Rabu13 April 2022.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dalam konferensi pers Hasil Rapat Berkala Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK), Rabu13 April 2022.

Menkeu: Pertumbuhan Ekonomi Diprediksi 4,5-5,2% di Kuartal I-2022

Rabu, 13 April 2022 | 12:54 WIB
Triyan Pangastuti (redaksi@investor.id)

JAKARTA, Investor.id - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati optimistis pertumbuhan ekonomi Indonesia periode Januari hingga Maret 2022 berada dalam kisaran 4,5% hingga 5,2% atau titk tengah 5%.

“Untuk tahun 2022, kami dari Kementerian Keuangan terus melihat indikator bulan Maret. Dan (proyeksi) kami tetap di kisaran 4,5-5,2% untuk kuartal I dengan titik tengah 5%," kata Sri Mulyani dalam konferensi pers Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) secara virtual di Jakarta, Rabu (13/4/2022).

Baca juga: Sri Mulyani: Pemerintah Berupaya Jaga Daya Beli Masyarakat

Sejauh ini, menurut dia, capaian beragam indikator ekonomi hingga awal Maret 2022 terus menunjukkan perbaikan mulai dari Indeks Keyakinan Konsumen, penjualan eceran, pertumbuhan penjualan kendaraan bermotor, konsumsi semen hingga konsumsi listrik.

Dari sisi eksternal, dia menyebutkan, terjadi surplus neraca perdagangan Indonesia pada Februari senilai US$ 3,83 miliar. Surplus ini pun menambah deretan surplus neraca perdagangan dalam kurun waktu dua tahun terakhir.

“Surplus ini didukung surplus neraca dagang non migas terutama dengan meningkatnya harga harga komoditas global batu bara, besi baja dan serta CPO”tegasnya.

Pertumbuhan ekonomi yang tetap kuat didukung oleh kegiatan konsumsi masyarakat atau rumah tangga, kegiatan investasi serta dukungan belanja pemerintah. Bahkan, kinerja ekspor telah mengalami peningkatan signifikan.

Sementara itu, untuk pertumbuhan ekonomi keseluruhan tahun ini diperkirakan masih sama dengan target sebelumnya berkisar 4,8-5,5%.

Baca juga: Pecah Perang Rusia-Ukraina, Stabilitas Sistem Keuangan Indonesia Terjaga Normal

Dengan peningkatan ketidakpastian global akibat perang Rusia-Ukraina yang menekan ekonomi global disertai volatilitas pasar keuangan diprediksi tidak berimbas besar terhadap dalam negeri.

“Seperti diketahui April ini akan banyak sekali laporan OECD, WB, IMF menyampaikan revisi kebawah outlook ekonomi global dengan terjadinya perang di Ukraina. Tercatat, OECD menurunkan outlook pertumbuhan ekonomi global dari 4,5% menjadi 3,5% pada 2022. Revisi outlook pertumbuhan ekonomi untuk wilayah Asia Timur dan Pasifik dari 5,4% menjadi sekitar 4-5%. Jadi terjadi penurunan cukup material sebesar 1,4% hingga 0,4%,"ucapnya.

Editor : Parluhutan (parluhutan@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com