Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Presiden Joko Widodo (Jokowi) didampingi Ibu Negara Iriana Joko Widodo bertolak ke Provinsi Jambi dalam rangka kunjungan kerja, Kamis (7/4/2022). Presiden akan menggelar kegiatan mulai dari penyerahan bantuan langsung tunai (BLT) minyak goreng hingga pelepasan ekspor komoditas biji pinang.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) didampingi Ibu Negara Iriana Joko Widodo bertolak ke Provinsi Jambi dalam rangka kunjungan kerja, Kamis (7/4/2022). Presiden akan menggelar kegiatan mulai dari penyerahan bantuan langsung tunai (BLT) minyak goreng hingga pelepasan ekspor komoditas biji pinang.

Terkait INA, Jokowi: Saya Sangat Senang Telornya Pecah

Kamis, 14 April 2022 | 12:40 WIB
Lenny Tristia Tambun (redaksi@investor.id)

JAKARTA, Investor.id –  Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengaku sangat senang akhirnya terjadi penandatanganan perjanjian induk antara Lembaga Pengelola Investasi (LPI) atau Indonesia Investment Authority (INA) dengan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yaitu PT Waskita Karya, Hutama Karya dan Waskita Toll Road pada Kamis (14/4/2022).

“Hari ini saya sangat senang, telornya pecah,” kata Jokowi saat memberikan sambutan dalam acara Penandatanganan Perjanjian oleh Indonesia Investment Authority (INA) Tahun 2022, di Gedung Djuanda I Kementerian Keuangan, Jakarta, Kamis (14/4/2022).

INA bersama Hutama Karya meneken perjanjian strategis pembiayaan dengan nilai mencapai Rp 39 triliun. Perjanjian ini akan mencakup pembangunan ruas jalan tol Trans Sumatera dan Trans Jawa. “Sudah ditandatangani tadi nilainya kurang lebih Rp 39 triliun,” ujar Jokowi.

Baca juga: Jokowi Optimistis Infrastruktur Tol Tingkatkan Daya Saing Produk Indonesia

Menurutnya, penandatanganan perjanjian induk antara INA dengan BUMN ini akan meningkatkan trust atau kepercayaan dari investor domestik maupun internasional terhadap manajemen pengelolaan keuangan di Indonesia. “Ini akan memberikan efek kepercayaan, trust dari domestik maupun dari internasional terhadap cara-cara pengelolaan keuangan kita. Manajemen yang kita harapkan nanti governance yang ada di INA, tata kelola di INA betul-betul menumbuhkan sebuah trust, kepercayaan dari internasional maupun domestik,” terang Jokowi.

Ia mengharapkan akan banyak investasi masuk melalui INA. Kemudian kerja sama antara INA dengan BUMN maupun swasta diharapkan memberikan efek pertumbuhan ekonomi. “Banyak akan investasi masuk lewat INA, dan INA bisa nanti bekerja sama dengan BUMN maupun swasta yang kita harapkan akan memberikan efek ekonomi terhadap negara kita,” jelas Jokowi.

Mantan Gubernur DKI Jakarta ini menerangkan permasalahan dalam pembangunan infrastruktur adalah pembiayaan. Pemerintah tidak berani mencari alternatif pembiayaan, sehingga hanya bergantung pada APBN, BUMN, dan swasta.

“Saya lihat problemnya adalah selalu pembiayaan. Tidak mencari alternatif-alternatif pembiayaan, ketergantungan pada APBN, ketergantungan pada keuangan yang dimiliki BUMN-BUMN kita atau diserahkan kepada swasta yang juga ternyata dalam sekian tahun juga tidak berjalan dengan baik,” ungkap Jokowi.

Oleh sebab itu mengingat infrastruktur memiliki multiplier efeknya besar, maka pemerintah mendirikan INA yang menjadi sovereign wealth fund untuk pembangunan infrastruktur di Indonesia. Jokowi telah melantik Ridha Wirakusumah sebagai Direktur Utama INA atau LPI pada 16 Februari 2021.

Baca juga: PUPR Pastikan Jalan Tol dan Jalan Nasional Dalam Kondisi Mantap

Keberadaan INA/LPI, kata Jokowi, merupakan sebuah skema alternatif pembiayaan yang sebelumnya tidak pernah terpikirkan pemerintah, tetapi sekarang muncul untuk mengatasi masalah pembiayaan infrastruktur.

Kepala Negara mengaku senang ketika membayangkan jalan tol Trans Sumatera dari Lampung hingga ke Aceh yang terbentang 2.900 km dapat terlaksana dengan adanya INA. Karena biaya pembangunannya cukup besar, bisa mencapai Rp 90-110 miliar per kilometer. “Kebutuhan anggarannya berapa? Gede sekali,” tutur Jokowi.

Ia juga senang karena hitungan internal rate of return (IRR) pembangunan ruas jalan tol Bakaheuni-Terbanggibesar dan Terbanggibesar-Kayuagung sudah mencapai 9-10%. Sedangkan Trans Jawa, IRR sudah pasti mencapai 11-12%. “Kombinasi ini, Trans Jawa digabungkan dengan Trans Sumatra, sehingga bisa diterima secara bisnis oleh INA. Inilah skim model pembiayaan yang terus dikembangkan dan kepercayaan itu akan muncul setelah teluh ini pecah,” papar Jokowi.

Dengan penandatanganan ini, Jokowi optimistis akan semakin banyak investor yang masuk melalui INA. Bukan hanya investor untuk pembangunan jalan tol, tetapi juga proyek-proyek besar lainnya yang dapat memberikan efek ekonomi bagi negara Indonesia. “Sekali lagi, saya sampaikan selamat kepada INA, Hutama Karya, Waskita Karya, Waskita Toll Road dan semuanya sudah saling percaya. Kita harapkan pembangunan tol di ruas-ruas lain bisa lebih dipercepat,” tukas Jokowi.

Editor : Parluhutan (parluhutan@investor.co.id)

Sumber : BeritaSatu.com

BAGIKAN