Menu
Sign in
@ Contact
Search
Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo dalam FGD bersama pimpinan redaksi media massa secara virtual, Rabu (23/2/2022). (Foto: Primus Dorimulu)

Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo dalam FGD bersama pimpinan redaksi media massa secara virtual, Rabu (23/2/2022). (Foto: Primus Dorimulu)

BI Turunkan Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi jadi 4,5-5,3%

Selasa, 19 April 2022 | 17:04 WIB
Triyan Pangastuti (redaksi@investor.id)

JAKARTA, Investor.id - Bank Indonesia (BI) memangkas target pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2022 dari semula 4,7-5,5% menjadi 4,5-5,3%. Penurunan dipengaruhi atas ketegangan geopolitik Rusia-Ukraina yang juga berdampak pada ekonomi Indonesia.

Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo mengatakan kinerja ekonomi akan dipengaruhi oleh volume ekspor yang tertahan seiring dengan lebih rendahnya pertumbuhan ekonomi global dan perdagangan dunia.

Perry menjelaskan, perbaikan permintaan domestik ke depan juga akan berpengaruh baik karena tertahannya volume ekspor maupun kenaikan harga energi dan pangan global.

Baca juga: BI Tahan Suku Bunga 3,5%, Rupiah Terapresiasi

“Dengan perkembangan tersebut, untuk keseluruhan tahun 2022 Bank Indonesia memperkirakan pertumbuhan ekonomi akan mencapai 4,5%-5,3%, sedikit lebih rendah dari proyeksi awal sebesar 4,7-5,5%,” kata Perry Warjiyo dalam Konferensi Pers hasil Rapat Dewan Gubernur BI, Selasa (19/4/2022).

Meski demikian, Perry mengatakan perbaikan ekonomi domestik diperkirakan tetap berlangsung seiring dengan meningkatnya mobilitas masyarakat. Hingga triwulan I 2022, perbaikan ekonomi terus berlanjut didukung oleh peningkatan konsumsi, investasi nonbangunan, dan kinerja ekspor sejalan dengan mobilitas penduduk dan aktivitas ekonomi yang membaik.

 Sejumlah indikator dini pada Maret 2022, seperti penjualan eceran, ekspektasi konsumen, dan PMI manufaktur mengindikasikan terus berlangsungnya pemulihan ekonomi domestik.

“Pertumbuhan ekonomi juga ditopang kinerja positif berbagai lapangan usaha, seperti industri pengolahan, perdagangan, transportasi dan pergudangan, serta informasi dan komunikasi”ucapnya.

Lebih lanjut,  secara spasial, perbaikan ekonomi ditopang terutama oleh akselerasi pertumbuhan ekonomi Jawa dan Balinusra, disertai tetap baiknya kinerja ekonomi Sulawesi-Maluku-Papua (Sulampua), Sumatera, dan Kalimantan.

Baca juga: Menkeu: Pertumbuhan Ekonomi Diprediksi 4,5-5,2% di Kuartal I-2022

Menurut Perry sejumlah mitra dagang utama Indonesia menunjukkan penurunan pertumbuhan ekonomi, sehingga volume ekspor Indonesia juga akan tertahan. Di samping itu, kenaikan permintaan juga diprediksi sedikit lebih rendah dari perkiraan.

Dengan demikian, Bank Indonesia akan terus memperkuat sinergi kebijakan dengan Pemerintah dan Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) .

“Koordinasi akan terus diperkuat dalam rangka mengendalikan inflasi, menjaga stabilitas moneter dan sistem keuangan, serta meningkatkan kredit atau pembiayaan kepada dunia usaha pada sektor-sektor prioritas untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, ekspor, serta inklusi ekonomi dan keuangan”ucapnya.


 

Editor : Parluhutan (parluhutan@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com