Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo

Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo

MENCAPAI US$ 0,8 MILIAR

BI: Net Inflows Kembali Terjadi Awal Kuartal II

Selasa, 19 April 2022 | 22:02 WIB
Nasori (redaksi@investor.id)

JAKARTA, investor.id – Bank Indonesia (BI) melaporkan, modal asing dalam bentuk investasi portofolio kembali masuk ke Tanah Air pada awal kuartal II-2022. Selama periode 1-14 April 2022, modal asing masuk bersih atau net inflows mencapai US$ 800 juta, setelah selama kuartal I-2022 mengalami net outflows hingga US$ 1,8 miliar.

Gubernur BI Perry Warjiyo menyatakan, ketidakpastian pasar keuangan global masih tinggi, seiring masih berlanjutnya ketegangan geopolitik Rusia dan Ukraina. Selain itu terdapat pula sentimen percepatan normalisasi kebijakan moneter di berbagai negara maju, termasuk Amerika Serikat, sejalan dengan semakin tingginya tekanan inflasi.

"Hal tersebut mendorong terbatasnya prospek aliran modal asing, khususnya portofolio dan tekanan nilai tukar negara berkembang, termasuk Indonesia," kata dalam konferensi pers pengumuman hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) bulanan periode April 2022 di Jakarta, Selasa (19/4/2022).

Bank sentral mencatat nila tukar rupiah sejak 1 Januari sampai dengan 18 April 2022 mengalami depresiasi sekitar 0,7% dibandingkan dengan level akhir 2021. Namun, penurunan tersebut relatif lebih rendah dibandingkan depresiasi dari mata uang sejumlah negara berkembang lainnya, seperti Thailand 0,77%, Malaysia 2,1%, dan Filipina 2,45%.

Dengan perkembangan tersebut, Perry Warjiyo menjelaskan, nilai tukar rupiah bergerak stabil selama April 2022 ditopang berlanjutnya pasokan valas domestik, aliran masuk modal asing, dan persepsi positif terhadap prospek perekonomian domestik, di tengah ketidakpastian pasar keuangan global yang masih berlangsung.

"Ke depan, stabilitas nilai tukar rupiah diperkirakan tetap terjaga didukung oleh kondisi fundamental ekonomi Indonesia yang tetap baik, terutama oleh lebih rendahnya defisit transaksi berjalan," tegas dia.

BI akan terus memperkuat kebijakan stabilisasi nilai tukar rupiah sesuai dengan bekerjanya mekanisme pasar dan fundamental ekonomi.

Editor : Nasori (nasori@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN