Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo

Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo

BI Pangkas Perkiraan CAD 2022 Jadi 0,5-1,3% PDB

Selasa, 19 April 2022 | 23:56 WIB
Triyan Pangastuti (redaksi@investor.id)

JAKARTA, investor.id – Bank Indonesia (BI) menurunkan perkiraan defisit transaksi berjalan (current account deficit/CAD) pada 2022 dari semula 1,1% hingga 1,9% produk domestik bruto (PDB) menjadi 0,5% sampai 1,3% PDB. Ini dikarenakan oleh peningkatan harga komoditas global yang akan mendongkrak nilai ekspor.

"Defisit CAD yang lebih rendah disebabkan oleh tingginya harga komoditas global yang akan menopang peningkatan nilai ekspor untuk tahun 2022," kata Gubernur BI Perry Warjiyo dalam konferensi pers Hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia untuk periode April 2022 yang digelar secara virtual, Selasa (19/4/2022).

Pada periode yang sama, neraca transaksi modal dan finansial diprediksikan tetap surplus, terutama dalam bentuk penanaman modal asing, sejalan dengan iklim investasi dalam negeri yang tetap terjaga.

Ia menyebutkan aliran modal asing dalam bentuk investasi portofolio yang sempat tertahan pada kuartal I-2022 dengan net outflows sebesar US$ 1,8 miliar, kembali tercatat net inflows pada awal kuartal II-2022 hingga 14 April sebesar US$ 800 juta.

Di sisi lain, posisi cadangan devisa Indonesia pada akhir Maret 2022 tercatat sebesar US$ 139,1 miliar, setara dengan pembiayaan 7,2 bulan impor atau tujuh bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah, serta berada di atas standar kecukupan internasional sekitar tiga bulan impor.

Secara keseluruhan, Perry menyampaikan kinerja neraca pembayaran Indonesia (NPI) diproyeksikan akan tetap surplus pada 2022 sehingga menopang ketahanan eksternal ekonomi Indonesia. Sementara itu, pada triwulan I-2022, CAD diperkirakan tetap rendah, berkat dukungan surplus neraca perdagangan sebesar US$ 9,3 miliar.

"Perkembangan ini didukung oleh tingginya surplus neraca perdagangan nonmigas, terutama sejalan dengan tingginya nilai ekspor karena harga komoditas global, seperti batu bara, besi dan baja, serta biji logam, di tengah meningkatnya defisit neraca perdagangan migas," tambahnya.

Sebelumnya, BI melaporkan bahwa neraca transaksi berjalan  pada kuartal IV-2021 melanjutkan surplus sebesar US$ 1,4 miliar (0,4% dari PDB), meskipun lebih rendah dari capaian surplus sebesar US$ 5,0 miliar (1,7% dari PDB) pada kuartal sebelumnya. Surplus transaksi berjalan kuartal IV-2022 itu ditopang oleh surplus neraca barang yang tetap tinggi.

Sedangkan neraca pembayaran Indonesia (NPI) secara keseluruhan 2021 membukukan surplus cukup tinggi hingga US$ 13,5 miliar, dibandingkan capaian surplus pada tahun sebelumnya yang hanya US$ 2,6 miliar. Ini ditopang oleh surplus transaksi berjalan serta surplus transaksi modal dan finansial.

Editor : Nasori (nasori@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN