Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
IST

IST

Ralali.com Jalin Kerjasama dengan Kemenparekraf Percepat Akselerasi Digital UKM Indonesia

Rabu, 20 April 2022 | 11:44 WIB
Lona Olavia (redaksi@investor.id)

JAKARTA, investor.id - Ralali.com teken nota kesepahaman (MoU) bersama Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) untuk mengoptimalkan peran dan fungsi Ralali dalam pengembangan dalam percepatan digitalisasi UKM Indonesia. Sebagai pionir B2B marketplace, Ralali telah berhasil menghubungkan dan memperbantukan1,5 juta pelaku bisnis melalui solusi ekosistem digital dari Ralali Group.

“Ralali berharap kerjasama dengan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif ini menjadi langkah awal yang akan terus bergerak untuk mewujudkan UKM Indonesia Go Digital, sehingga meningkatkan kesejahteraan masyarakat Indonesia.Yang pada akhirnya, Ralali Ekosistem Group akan berupaya berikan solusi bisnis yang unggul untuk para UKM dalam mendigitalisasi bisnisnya,” ungkap Joseph Aditya, selaku CEO & Founder dari Ralali Group dalam keterangan tertulis, Rabu (20/04/2022).

Advertisement

Melalui sinergi ini, Ralali mendukung secara penuh ragam program unggulan Kemenparekraf,  seperti program Bangga Buatan Indonesia, Desa Kreatif Indonesia, Desa Wisata, KATA (Kota Kabupaten Kreatif) serta program lainnya dengan tujuan utama mendigitalisasi UKM Indonesia melalui memberikan pembinaan, pemberian dukungan riset dan edukasi secara berkelanjutan, pengembangan produk wisata dan kreatif, serta pengembangan ekonomi digital terhadap UKM Indonesia.

Baca juga: Ralali Agent Incar 1,5 Juta Agen di 2022

Dalam program Desa Wisata yang digerakkan oleh Kemenparekraf, Ralali akan memfasilitasi website gratis atau digital store front melalui aplikasi Ralali Connect untuk setiap desa wisata yang telah terkurasi, sehingga menargetkan para UKM Indonesia dapat membangun reputasi, mengembangkan jaringan di era digital, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa. Selain desa wisata, Ralali juga berperan secara aktif dalam program KATA Kreatif dari Kemenparekraf dengan mengikuti rangkaian agenda visitasi di berbagai kota dan kabupaten Indonesia.

Selanjutnya melalui platform Ralali Agent, sebagai on-demand business platform yang berperan dalam pemberdayaan SDM unggul berkualitas dengan membantu pelaku UKM penuhi kebutuhan bisnisnya. Platform ini telah memiliki lebih dari 300.000 agen yang tersebar di seluruh Indonesia. Kedepannya Ralali Agent bertekad untuk memperluas jaringannya ke 25 kota besar di Indonesia hingga capai 1,5 juta agen di tahun 2022.

Baca juga: Digitalisasi dan Sinergi, Kunci Utama Performa Ralali.com Selama  2021

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno menyampaikan bahwa Kemenparekraf bekerja bersama dengan Ralali.com guna memperkuat kemampuan industri kreatif untuk bersaing dengan produk-produk ekonomi kreatif impor, serta mempromosikan berbagai jenis produk ekonomi kreatif Indonesia, sehingga mampu mendorong tumbuhnya pelaku ekonomi kreatif lainnya yang dapat mendukung ekonomi regional dan nasional.

“Dengan (semangat) G20 Recover Better, Recover Stronger melalui tata ekonomi baru, Kemenparekraf bergerak dengan inovasi, adaptasi dan kolaborasi. Kolaborasi bersama Ralali ini konsepnya tak hanya seremonial, namun mengamplifikasi 3G, yaitu Gercep (Gerak Cepat), Geber (Gerak Bersama), Gaspol (Garap Semua Potensi). Dengan intervensi digital dari Ralali.com sebagai B2B marketplace dapat membantu memperkuat misi kami dalam mengoptimalkan rantai pasok bagi UKM Indonesia. Bersama Ralali.com kami akan berkolaborasi mengembangkan potensi 1 juta website digitalbstore front melalui multiple intervention atau 360 Universe Parekraf untuk mencapai target 5.000 desa wisata di tahun 2023 dan 7.500 desa wisata di tahun 2024 mendatang,” papar Sandiaga.

Editor : Lona Olavia (olavia.lona@gmail.com)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN