Menu
Sign in
@ Contact
Search
Menteri Keuangan Sri Mulyani dalam webinar yang digelar CSIS Indonesia bertajuk CSIS dan Transformasi Ekonomi Menuju Indonesia 2045, Rabu, 4 Agustus 2021.

Menteri Keuangan Sri Mulyani dalam webinar yang digelar CSIS Indonesia bertajuk CSIS dan Transformasi Ekonomi Menuju Indonesia 2045, Rabu, 4 Agustus 2021.

Sri Mulyani: Realisasi Subsidi Melonjak hingga Rp 38,51 Triliu

Rabu, 20 April 2022 | 12:20 WIB
Triyan Pangastuti (redaksi@investor.id)

JAKARTA, investor.id - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menyatakan, realisasi subsidi per Maret 2022 melonjak sangat tinggi hingga mencapai Rp 38,51 triliun dibanding tahun-tahun sebelumnya yang rata-rata di bawah Rp 22 triliun.

“Subsidi realisasi tahun ini lebih tinggi dibanding tahun lalu. Lonjakannya sangat signifikan. Tiga tahun berturut-turut sekitar Rp 15 triliun sampai Rp 19 triliun. Tahun ini melonjak Rp 28 triliun plus Rp 10 triliun,” kata dia dalam dalam Konferensi Pers APBN KiTA yang digelar secara virtual, Rabu (20/4/2022).

Realisasi subsidi per Maret 2022 yang sebesar Rp 38,51 triliun ini meliputi Rp 28,34 triliun untuk subsidi reguler dan Rp 10,17 triliun untuk kurang bayar tahun sebelumnya.

Secara rinci, realisasi itu melonjak dibanding tahun sebelumnya seperti pada 2021 hanya Rp 21,38 triliun meliputi Rp 19,11 triliun subsidi reguler dan Rp 2,27 triliun untuk kurang bayar tahun sebelumnya.

Realisasi subsidi tahun 2020 pun hanya Rp 18,71 triliun meliputi Rp 16,24 triliun subsidi reguler dan Rp 2,27 triliun untuk kurang bayar.

Realisasi subsidi tahun 2019 juga rendah yaitu Rp 21,83 triliun meliputi Rp 14,98 triliun subsidi reguler dan Rp 6,85 triliun untuk kurang bayar.

Kenaikan realisasi subsidi energi per Maret 2022 terjadi akibat adanya kenaikan volume BBM dan LPG seiring meningkatnya aktivitas masyarakat. Kenaikan juga disebabkan kenaikan harga komoditas yang berdampak pada meningkatnya beban subsidi dan kompensasi.

Untuk realisasi subsidi energi per Februari meliputi BBM yakni solar dan minyak tanah sebanyak 2.664,9 ribu kiloliter, LPG tiga kilogram sebanyak 1.212,4 juta kilogram, 38,3 juga pelanggan listrik subsidi dan 9,8 Twh volume konsumsi listrik subsidi.

Subsidi pun juga diberikan untuk nonenergi berupa penyaluran pupuk mencapai 2,2 juga ton serta subsidi bunga KUR kepada 2,1 juta debitur dengan estimasi subsidi sebesar Rp4 triliun untuk total penyaluran KUR Rp 93,3 triliun.

Subsidi nonenergi turut diberikan berupa bantuan uang muka perumahan bagi 25,8 ribu rumah yang naik dari realisasi 2021 sebanyak 1,7 ribu rumah.

Editor : Nasori (nasori@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com