Menu
Sign in
@ Contact
Search
Ketua Umum Purnomo Yusgiantoro Center (PYC),  Filda C Yusgiantoro PhD

Ketua Umum Purnomo Yusgiantoro Center (PYC), Filda C Yusgiantoro PhD

Disrupsi Ganggu Ketahanan Energi dan Ekonomi Indonesia

Sabtu, 23 Apr 2022 | 21:11 WIB
Novi Lumanauw (novy@investor.co.id)

JAKARTA, Investor.id  –  Ketua Umum Purnomo Yusgiantoro Center (PYC)  Filda C. Yusgiantoro PhD menyatakan, disrupsi masif   di tingkat nasional maupun global berpotensi mengganggu  ketahanan energi dan pembangunan ekonomi Indonesia.

Ia menyebutkan, belakangan  ini terjadi sejumlah  peristiwa yang berdampak buruk secara global, di antaranya pandemi Covid-19,  krisis iklim, konflik geopolitik yang melibatkan  Rusia dan Ukraina, dan  krisis energi  yang menyebabkan kenaikan harga komoditas  di pasar global.

“Disrupsi-disrupsi ini  berpotensi mempengaruhi kondisi perekonomian suatu negara. Di samping itu, ketahanan energi juga dapat terkena imbas dari peristiwa-peristiwa yang terjadi belakangan ini,” kata Filda pada pembukaan diskusi bertajuk "Disrupsi Masif di Pasar Energi Global: Pembelajaran bagi Ketahanan Energi Indonesia" yang diselenggarakan Purnomo Yusgiantoro Center  secara daring, pada Sabtu (23/4/2022).

Hadir pembicara lainnya,  pendiri PYC  yang juga Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) periode 2000-2009 Purnomo Yusgiantoro, Komisaris Utama PT Perusahaan Gas Negara Tbk Arcandra Tahar, dan Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhanas) Republik Indonesia Andi Widjajanto.

Advertisement

Filda mengatakan,  bagi Indonesia ketahanan energi merupakan suatu kondisi terjaminnya ketersediaan energi (availability) dan akses masyarakat kepada energi (accessibility) dengan harga yang terjangkau (affordability) untuk  jangka panjang dengan tetap memperhatikan perlindungan  lingkungan hidup (acceptability).

Keempat aspek  yang sering disebut  4A (availability, accessibility, affordability, dan acceptability), kata Filda,  harus berkelanjutan (sustainability) agar ketahanan energi nasional dapat tercapai.

Ketahanan energi tidak dapat dikaitkan hanya dengan salah satu sumber energi saja, tetapi banyak aspek di dalamnya. Menurut World Energy Council (2020), Kanada mencapai skor ketahanan energi tertinggi,  salah satunya dengan melakukan diversifikasi pada sistem energinya.

“Sumber energi fosil dapat habis seiring berjalannya waktu, sementara energi terbarukan bersifat intermitten, sehingga dapat kita pahami bahwa baik EBT maupun energi fosil saling mendukung dalam pencapaian ketahanan energi,” jelas Filda.

Lebih lanjut dikatakan, di Indonesia  potensi EBT cukup besar, namun, pemanfaatannya belum optimal.

Sementara itu, teknologi pengembangan energi fosil yang ramah lingkungan masih terbatas dan  Indonesia masih bergantung pada impor  bahan bakar minyak (BBM).

“Tentunya, fenomena disrupsi dapat menjadi ancaman bagi perekonomian dan ketahanan energi Indonesia. Kita harus mencari solusi agar  disrupsi masif ini tidak mempengaruhi ketahanan energi dan perekonomian nasional,” kata Filda.

Editor : Fajar Widhi (fajar_widhi@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com