Menu
Sign in
@ Contact
Search
Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhanas) Republik Indonesia, Andi Widjajanto

Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhanas) Republik Indonesia, Andi Widjajanto

Andi Widjajanto: Populasi Mobil Listrik Indonesia Masih Rendah

Sabtu, 23 Apr 2022 | 15:10 WIB
Novy Lumanauw (novy@investor.co.id)

JAKARTA - Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhanas) Republik Indonesia, Andi Widjajanto mengatakan, populasi mobil listrik di Indonesia masih rendah dibandingkan Tiongkok.

Ia menyebutkan, saat ini terdapat sekitar 4,5 juta unit mobil listrik yang beredar di jalan-jalan di Tiongkok. Sedangkan di Indonesia jumlah mobil listrik tercatat kurang dari 600 unit.

"Di Indonesia berapa jumlah kepemilikan mobil listrik hari ini. Jumlah mobil listrik di jalan-jalan di Indonesia tidak sampai 600 unit. Kalau saya tidak salah  578 unit," kata Andi saat  menjadi pembicara pada  diskusi bertajuk "Disrupsi Masif di Pasar Energi Global: Pembelajaran bagi Ketahanan Energi Indonesia" yang diselenggarakan Purnomo Yusgiantoro Center (PYC) secara daring, pada Sabtu (23/4/2022).

Baca juga Disrupsi Ganggu Ketahanan Energi dan Ekonomi Indonesia

Advertisement

Pembicara lainnya,  PYC  yang juga Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) periode 2000-2009, Purnomo Yusgiantoro, Komisaris Utama PT Perusahaan Gas Negara Tbk Arcandra Tahar, dan Ketua Umum PYC  Filda C. Yusgiantoro.

Ia mengatakan, setiap tahunnya sejumlah 30 unit mobil listrik yang terjual di Indonesia."Sangat, sangat kecil. Giant-nya sudah muncul. Bukan Amerika Serikat, bukan Korea Selatan, dan bukan Jerman. Tetapi Tiongkok," kata dia.
Menurut Andi, dalam satu dekade terakhir, akuisisi mobil listrik di Tiongkok meningkat sangat signifikan seiring tingginya minat masyarakat pada mobil listrik.

"Tingginya minat masyarakat terhadap mobil listrik mendorong bermunculannya banyak pabrikan-pabrikan otomotif baru," katanya.

Menurut Andi, keberhasilan Tiongkok dalam proliferasi mobil listrik juga didorong oleh dukungan pemerintah terkait riset pengembangan mobil listrik. Selain itu, pangsa pasar di Tiongkok relatif lebih luas dibandingkan negara-negara G20 lainnya.

"Penjualan mobil listrik juga menyasar kelompok masyarakat ekonomi sederhana. Ada 16 produsen mobil listrik di Tiongkok," katanya.

Editor : Imam Suhartadi (imam_suhartadi@investor.co.id)

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com