Menu
Sign in
@ Contact
Search
Pekerja memindahkan buah sawit yang dipanen ke truk pengangkut sebelum diolah menjadi minyak sawit mentah (CPO) di perkebunan sawit di Pekanbaru pada 23 April 2022. (FOTO: WAHYUDI / AFP)

Pekerja memindahkan buah sawit yang dipanen ke truk pengangkut sebelum diolah menjadi minyak sawit mentah (CPO) di perkebunan sawit di Pekanbaru pada 23 April 2022. (FOTO: WAHYUDI / AFP)

Harga TBS Anjlok, Serikat Petani Minta Pemerintah Ikut Tanggung Jawab

Rabu, 27 April 2022 | 14:22 WIB
Herman (redaksi@investor.id)

JAKARTA, investor.id - Serikat Petani Indonesia (SPI) meminta pemerintah ikut bertanggung jawab menyusul anjloknya harga tandan buah segar (TBS) sawit. Pasca Presiden Joko Widodo mengumumkan rencana melarang ekspor bahan baku minyak goreng dan minyak goreng mulai 28 April 2022, harga TBS sawit anjlok hingga lebih dari 50%. Pasar sudah langsung bereaksi, padahal ternyata larangan ekspor tersebut hanya berlaku untuk produk refined, bleached, deodorized palm olein (RBD palm olein).

Ketua Umum SPI Henry Saragih mengatakan, sebelum presiden mengumumkan kebijakan larangan ekspor, harga TBS sawit kalau di kawasan masih sekitar Rp 3.000-3.200 per kilogram. Begitu ada pengumuman, langsung anjlok menjadi Rp 1.500-1.700 per kilogram, bahkan ada di beberapa wilayah yang hanya Rp 1.000-an per kilogram. Padahal ternyata yang dilarang ekspor itu RBD palm olein, bukan crude palm oil (CPO).

"Penurunan harga ini juga masih terjadi sampai sekarang, walaupun ada di beberapa daerah yang mulai mengalami koreksi harga naik Rp 200,” kata  Henry kepada Beritasatu.com, Rabu (27/4/2022).

Baca juga: BKPM: Ekspor Bahan Baku Minyak Goreng Dilarang, Keputusan Terbaik dari yang Terjelek! 

Bentuk tanggung jawab pemerintah yang diminta SpPI adalah dengan mendata jumlah TBS sawit yang telah dibeli pabrik kelapa sawit dengan harga murah, kemudian memerintahkan pabrik kelapa sawit untuk membayar selisih harga TBS sawit sesuai harga normal, misalnya di kawasan Rp 3.000-an per kilogram.

“Akibat pidato bapak presiden kemarin, petani sengsara, harga TBS anjlok, makanya kita minta pemerintah menindak dan memerintahkan pabrik kelapa sawit yang kemarin membeli TBS dengan harga sangat murah untuk membayar sesuai ketentuan,” kata Henry.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto sebelumnya menyampaikan, jangka waktu pelarangan ekspor minyak goreng atau RBD palm olein sampai dengan tersedianya minyak goreng curah di masyarakat dengan harga Rp 14.000 per liter yang merata di seluruh wilayah Indonesia. Pelarangan ekspor tersebut hanya berlaku untuk produk RBD Palm Olein dengan tiga kode harmonized system (HS) yaitu: 1511.90.36; 1511.90.37 dan 1511.90.39. Adapun untuk CPO dan RPO masih tetap dapat diekspor sesuai kebutuhan. Dengan demikian, perusahaan tetap bisa membeli TBS dari petani.

Baca juga: Tok! Berikut Dua Cara Distribusi Minyak Goreng, Bulog Dapat Job

Kebijakan larangan ekspor tersebut diatur dengan Peraturan Menteri Perdagangan. Hal ini sesuai dengan ketentuan Article XI GATT yang mengatur bahwa negara anggota WTO dapat menerapkan larangan atau pembatasan ekspor sementara untuk mencegah atau mengurangi kekurangan bahan makanan atau produk penting lainnya. Larangan ekpsor RBD palm Olein berlaku untuk seluruh produsen yang menghasilkan produk RBD palm olein.

Sebelumnya, pemerintah telah menerapkan kebijakan terkait minyak goreng curah, namun kebijakan ini dianggap belum cukup efektif. Sebab, di beberapa tempat masih ditemui minyak goreng curah dengan harga di atas Rp14 ribu per liter. Menko Airlangga mengatakan bahwa Direktorat Jenderal Bea Cukai dan Polri melalui Satgas Pangan akan menerapkan pengawasan yang ketat dalam pelaksanaan kebijakan ini. Pengawasan akan dilakukan secara terus-menerus termasuk dalam masa libur Idulfitri.

“Evaluasi akan dilakukan secara terus-menerus atas kebijakan pelarangan ekspor ini. Setiap pelanggaran akan ditindak tegas sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan. Dan dalam hal dianggap perlu, maka akan dilakukan penyesuaian kebijakan dengan situasi yang ada,” tegas Menko Airlangga.

Editor : Indah Handayani (indah.handayani26@gmail.com)

Sumber : BeritaSatu.com

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com