Menu
Sign in
@ Contact
Search
IST

IST

Genjot Transformasi, Kinerja Pupuk Indonesia Lampaui Target

Rabu, 27 April 2022 | 14:59 WIB
Harso Kurniawan (harso@investor.co.id)

JAKARTA, Investor.id – PT Pupuk Indonesia (Persero) mencatat kinerja sangat baik, bahkan melampaui target pada 2021, seiring transformasi bisnis yang dilakukan BUMN ini.

Direktur Utama Pupuk Indonesia Bakir Pasaman menyebutkan, pencapaian kinerja tersebut ditopang berbagai kinerja operasional. “Semua pos memiliki kinerja yang sangat baik, mulai dari kinerja produksi, penjualan, peningkatan EBITDA, pendapatan, hingga laba,” jelas Bakir, belum lama ini.

Pada 2021, produksi Pupuk Indonesia mencapai 19,52 juta ton atau 100,7% dari target RKAP 2021. Perinciannya, produksi pupuk 12,23 juta ton dan non-pupuk 7,22 juta ton, yang terdiri atas amoniak, asam sulfat, dan asam fosfat. Jumlah ini juga meningkat dibandingkan 2020 sebanyak 19,38 juta ton.

Begitu juga dengan volume penjualan tahun 2021 yang mencapai 14,11 juta ton atau 100,8% dari target RKAP 2021. Perinciannya, penjualan pupuk subsidi 7,92 juta ton, pupuk non-subsidi 4,99 juta ton, dan non-pupuk 1,19 juta ton (amoniak, asam sulfat, asam fosfat, dan sebagainya).

Bakir mengungkapkan, pencapaian tersebut tidak terlepas dari program transformasi bisnis perusahaan. Pupuk Indonesia telah bertransformasi dari sebelumnya strategic holding kini menjadi activist holding. Transformasi ini ditandai dengan sentralisasi sejumlah bidang strategis yang bertujuan untuk menghasilkan value creation atau nilai tambah bagi holding maupun anak perusahaan.

Proses transformasi ini juga berhasil mencatat kinerja laba sebelum bunga, pajak, depresiasi, dan amortisasi (EBITDA) 2021 sebesar Rp 14,18 triliun, jauh di atas realisasi 2020 sebesar Rp9 ,81 triliun. Peningkatan ini berasal dari penjualan sektor ritel, baik melalui retail management maupun Program Makmur. Kemudian proses inbound dan outbound supply chain sebagai hasil dari pengadaan bersama, sentralisasi pemasaran, dan juga dari hasil optimalisasi asset.

Selain itu, dia menyatakan, upaya tersebut berkat perubahan pola pikir perusahaan dari sebelumnya production centric menjadi customer centric, atau menjadi perusahaan yang lebih berorientasi pada pelanggan. Dengan mindset baru ini, Pupuk Indonesia berhasil meningkatkan kinerja penjualan, terutama untuk pasar retail.

Pendapatan konsolidasi Pupuk Indonesia mencapai Rp78,6 triliun atau 107% dari target RKAP 2021 sebesar Rp 72,9 triliun, naik dari 2020 sebesar Rp71,87 triliun. Laba bersih mencapai Rp 5,13 triliun atau 165% dari target RKAP 2021 sebesar Rp 3,1 triliun. Laba tersebut juga naik signifikan dibandingkan 2020 sebesar Rp 2,32 triliun.

Ke depan, Bakir menuturkan, Pupuk Indonesia akan terus berorientasi pada pelanggan dengan memperkuat pangsa pasar produk pupuk ritel, di antaranya peningkatan penjualan melalui benefit & loyalty program, retail & distributor excellence, launching 1.000 kios ritel, perluasan program Makmur.

Selain itu, dia menyatakan, untuk memperluas pangsa pasar ritel, Pupuk Indonesia terus mengembangkan diri melalui sejumlah proyek strategis untuk meningkatkan kapasitas produksi, efisiensi konsumsi energi, dan daya saing.

Sejumlah proyek yang akan dilaksanakan antara lain, proyek pabrik urea, amoniak dan metanol di Papua Barat, proyek Pusri 3B di Pusri Palembang, proyek Katalis Merah Putih di Pupuk Kujang, penyelesaian proyek NPK di Pupuk Iskandar Muda, hingga proyek soda ash di Pupuk Kaltim dan Petrokimia Gresik.

Editor : Harso Kurniawan (harso@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com